JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih didominasi pendekatan yang berpusat pada guru, berhenti di teori dan hanya sebatas hafalan semata, sehingga aktivitas dan hasil belajar murid rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas murid melalui penerapan metode eksperimen pada materi Gaya Magnet. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian meliputi 24 murid kelas IV SD Negeri Kaliwadas 01 Tahun Pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 50% pada pra-siklus menjadi 79,17% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Rata-rata nilai belajar meningkat dari 79,95 menjadi 94,00. Aktivitas murid juga naik dari 45,83% menjadi 87,50%. Temuan ini menegaskan efektivitas metode eksperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan ilmiah, berpikir kritis dan motivasi belajar. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat implementasi pendekatan konstruktivistik, sedangkan secara praktis memberikan alternatif strategi PAIKEM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.

Implementasi metode eksperimen terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPAS materi Gaya Magnet di kelas IV SD Negeri Kaliwadas 01.Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan praktik pembelajaran di sekolah dasar.Guru disarankan menggabungkan metode eksperimen dengan pendekatan inkuiri, pembelajaran berbasis proyek, atau model pembelajaran STEAM untuk mengoptimalkan hasil belajar dan aktivitas siswa.Kombinasi ini dapat memperkaya pengalaman belajar, mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif, serta memupuk keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas.Selain itu, penelitian lanjutan dapat memperluas fokus pada keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa untuk memperoleh gambaran lebih lengkap tentang efektivitas metode eksperimen dalam konteks pembelajaran IPAS di tingkat dasar.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang metode eksperimen terhadap retensi konsep sains siswa. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi dalam eksperimen sains untuk meningkatkan partisipasi siswa juga relevan. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengaruh refleksi kolaboratif dalam pembelajaran eksperimen terhadap pengembangan berpikir kritis. Dengan memperluas durasi penelitian dan menguji variabel seperti ukuran kelompok atau jenis alat eksperimen, peneliti dapat memperoleh wawasan lebih mendalam tentang efektivitas metode ini. Pendekatan ini juga bisa diterapkan pada topik sains lainnya untuk melihat generalisasi hasil. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengembangan kurikulum yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Selain itu, evaluasi keterlibatan siswa dalam berbagai konteks budaya dan lingkungan belajar juga penting untuk memastikan relevansi metode ini secara universal. Kombinasi antara eksperimen fisik dan digital bisa menjadi arah penelitian berikutnya. Penelitian ini juga bisa menggabungkan aspek psikologis siswa, seperti motivasi intrinsik, untuk memahami faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pembelajaran berbasis eksperimen. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains di tingkat dasar.

  1. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Eksperimen pada Materi Gaya Magnet | Edutama.... ejournal.rizaniamedia.com/index.php/edutama/article/view/123Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Eksperimen pada Materi Gaya Magnet Edutama ejournal rizaniamedia index php edutama article view 123
Read online
File size526.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test