UNINDRAUNINDRA
Prosiding Semnas PenaBioProsiding Semnas PenaBioPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman keanekaragaman hayati terhadap nilai-nilai keislaman pada siswa kelas X MIPA di Pesantren Islam Al-Hijaz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami secara mendalam bagaimana siswa mengintegrasikan pembelajaran tentang keanekaragaman hayati dengan ajaran-ajaran Islam di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman keanekaragaman hayati yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman berada pada kategori sangat baik dengan persentase 77%, dan 23% lainnya berada pada kategori baik. Tidak ditemukan siswa yang berada pada kategori cukup baik atau kurang baik. Analisis lebih lanjut berdasarkan indikator nilai-nilai keislaman menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman terhadap nilai amanah (86%), syukur (86%), ihsan (75%), dan adil (77%), yang tercermin dalam sikap mereka terhadap pelestarian lingkungan hidup dan penghargaan terhadap makhluk hidup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa mengenai keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman sudah sangat baik, baik dalam aspek pengetahuan maupun sikap, serta mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai religius dalam pembelajaran.
Pemahaman konsep keanekaragaman hayati sangat penting dalam pembelajaran Biologi karena menyangkut pelestarian makhluk hidup dan keseimbangan ekosistem.Bagi peserta didik di pesantren, pemahaman ini tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keislaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu mengaitkan konsep keanekaragaman hayati dengan nilai Amanah, Syukur, Ihsan, dan Adil.Sebanyak 26 siswa kelas X MIPA di Pesantren Islam Al-Hijaz mengikuti tes angket untuk mengukur pemahaman tersebut.Hasilnya menunjukkan 77% siswa masuk kategori sangat baik dan 23% dalam kategori baik.Tidak ada siswa dalam kategori cukup atau kurang baik.Amanah (soal 1–7), Syukur (8–14), Ihsan (15–21), dan Adil (22–30).Nilai Amanah tercermin dari kesadaran siswa akan tanggung jawab menjaga lingkungan sebagai amanah dari Allah.Ihsan muncul dalam perilaku baik terhadap alam, dan Adil tercermin dari pemanfaatan sumber daya alam secara seimbang.Hasil ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam mampu menumbuhkan pemahaman ekologis sekaligus membentuk karakter islami pada siswa.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pesantren yang telah menerapkan pembelajaran keanekaragaman hayati dengan nilai-nilai keislaman dengan pesantren yang belum. Studi ini dapat mengeksplorasi perbedaan dalam pemahaman dan sikap ekologis siswa, serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan sains dan agama. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak jangka panjang dari pembelajaran ini terhadap perilaku dan praktik ekologis siswa di luar lingkungan pesantren. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam pengembangan strategi pembelajaran yang selaras dengan kultur pesantren dan memperkuat landasan etis konservasi keanekaragaman hayati dalam sistem pendidikan Islam kontemporer.
| File size | 624.22 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IPMAFAIPMAFA Masyarakat Baduy, etnis minoritas yang tinggal di wilayah Banten, Indonesia, dikenal menjaga nilai-nilai tradisional dan hidup sederhana. Meski relatifMasyarakat Baduy, etnis minoritas yang tinggal di wilayah Banten, Indonesia, dikenal menjaga nilai-nilai tradisional dan hidup sederhana. Meski relatif
UNWIDHAUNWIDHA Sejauh mana ajaran moral itu berkontribusi mendukung pengembangan pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan model analisisSejauh mana ajaran moral itu berkontribusi mendukung pengembangan pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan model analisis
STAI TBHSTAI TBH Data dikumpulkan melalui survei terbuka dan dianalisis dengan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasilnya mengidentifikasi delapan elemenData dikumpulkan melalui survei terbuka dan dianalisis dengan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasilnya mengidentifikasi delapan elemen
ICJAMBIICJAMBI 3%. Oleh sebab itu, model Jigsaw Learning digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MTsN Sumber Bungur Pamekasan. Metode menggunakan Penelitian3%. Oleh sebab itu, model Jigsaw Learning digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MTsN Sumber Bungur Pamekasan. Metode menggunakan Penelitian
UIRUIR Pendidikan anak dalam Islam memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moralitas individu sejak usia dini. Artikel ini menyelidiki konsep pendidikanPendidikan anak dalam Islam memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moralitas individu sejak usia dini. Artikel ini menyelidiki konsep pendidikan
STAI TBHSTAI TBH Teori belajar sosial dapat terlihat dari adanya observasi dan pengamatan, retensi, reproduksi dan motivasi. Apabila hal di atas terwujud maka terwujudlahTeori belajar sosial dapat terlihat dari adanya observasi dan pengamatan, retensi, reproduksi dan motivasi. Apabila hal di atas terwujud maka terwujudlah
UINSUNAUINSUNA Sedangkan Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak manusia mendekatkan diri padaSedangkan Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak manusia mendekatkan diri pada
LEMBAGAKITALEMBAGAKITA Sinergi antara sekolah dan keluarga juga perlu diperkuat, dengan orang tua terus memberikan pengingat kepada anak-anak mereka untuk mematuhi pelaksanaanSinergi antara sekolah dan keluarga juga perlu diperkuat, dengan orang tua terus memberikan pengingat kepada anak-anak mereka untuk mematuhi pelaksanaan
Useful /
UNINDRAUNINDRA mengumpulkan artikel dalam jurnal yang telah diterbitkan, kemudian menyaring informasi yang terdapat dalam temuan penelitian; b. mengelola informasi yangmengumpulkan artikel dalam jurnal yang telah diterbitkan, kemudian menyaring informasi yang terdapat dalam temuan penelitian; b. mengelola informasi yang
ICJAMBIICJAMBI Sebagian besar mahasiswa menggunakan metode pembelajaran mandiri tingkat menengah, yang memungkinkan mereka mengambil inisiatif dalam pengelolaan prosesSebagian besar mahasiswa menggunakan metode pembelajaran mandiri tingkat menengah, yang memungkinkan mereka mengambil inisiatif dalam pengelolaan proses
ICJAMBIICJAMBI Namun, terdapat tantangan implementasi seperti kurangnya integrasi sejarah lokal dalam kurikulum nasional, keterbatasan sumber belajar, dan kesiapan guruNamun, terdapat tantangan implementasi seperti kurangnya integrasi sejarah lokal dalam kurikulum nasional, keterbatasan sumber belajar, dan kesiapan guru
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Penelitian ini menggunakan metode penelitian ilmu hukum normatif. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor seperti kepemimpinan yang transparan, kebijakanPenelitian ini menggunakan metode penelitian ilmu hukum normatif. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor seperti kepemimpinan yang transparan, kebijakan