TEFLINTEFLIN

TEFLIN JournalTEFLIN Journal

Abstrak: Tujuan utama dari studi kasus ganda ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi guru dan peserta didik mengenai strategi pengajaran yang memotivasi. Data diperoleh dari dua sekolah di sebuah kota kecil di Sumatera Barat, Indonesia; satu berasal dari sekolah menengah bertaraf internasional dan yang lainnya dari sekolah menengah atas lokal. Penelitian ini didasari oleh karya Dornyei (2001) tentang praktik pengajaran yang memotivasi yang terdiri dari empat fase tentang bagaimana seorang guru memotivasi siswa di kelas pembelajaran bahasa, yaitu: menciptakan komponen motivasi, membangkitkan motivasi siswa, memelihara motivasi, dan mendorong evaluasi diri retrospektif yang positif. Studi kasus kualitatif ini dimaksudkan untuk mengkontekstualisasikan penelitian dalam lingkungan kehidupan nyata kelas menengah Indonesia (Yin, 2003). Temuan menunjukkan bahwa ada dua kelompok komponen motivasi. Yang pertama adalah hubungan guru dengan siswa, termasuk dorongan yang diberikan kepada siswa dan pembangunan kepercayaan dan rasa hormat dengan siswa. Yang kedua berkaitan dengan keputusan perencanaan guru seperti pemilihan kegiatan kelas, cara pemberian umpan balik, pengelolaan kelas, dan pemilihan sumber belajar.

Berdasarkan data dari kedua kasus, peneliti mencatat bahwa ada kesenjangan dalam siklus strategi pengajaran motivasi di kelas, yaitu dalam bidang mendorong evaluasi diri retrospektif yang positif.Oleh karena itu, mengajarkan siswa untuk mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri mungkin menjadi strategi yang memungkinkan untuk meningkatkan motivasi.Guru bahasa Inggris di sekolah menengah atas di Indonesia dapat meningkatkan motivasi siswa mereka jika mereka mengajarkan siswa mereka untuk mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam mengenai bagaimana penerapan strategi evaluasi diri yang terstruktur dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya dalam konteks EFL di Indonesia. Pertanyaan yang dapat diajukan adalah: Bagaimana program pelatihan guru yang berfokus pada pengembangan keterampilan evaluasi diri siswa dapat dirancang dan diimplementasikan secara efektif? Selain itu, studi komparatif yang membandingkan efektivitas berbagai jenis umpan balik (misalnya, umpan balik dari guru, teman sebaya, atau diri sendiri) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa juga akan memberikan wawasan berharga. Penelitian di masa depan juga dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor kontekstual seperti ukuran kelas, sumber daya sekolah, dan latar belakang sosial-ekonomi siswa dalam memoderasi hubungan antara strategi pengajaran yang memotivasi dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dan menginformasikan pengembangan intervensi yang lebih efektif.

  1. #critical thinking#critical thinking
  2. #siswa sekolah menengah#siswa sekolah menengah
Read online
File size236.86 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-Wm
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test