STKIP JBSTKIP JB

EdumathEdumath

Berdasarkan pengalaman, konsep operasi bilangan bulat sangat sulit untuk dipahami oleh siswa, karena pembelajaran yang dilakukan tidak menggunakan media pembelajaran. Pembelajaran hanya berpusat pada guru. Agar pembelajaran matematika lebih bermakna, guru dalam pembelajaran mengaitkan materi yang diajarkan dengan dunia nyata, yaitu dengan garb-ment dalam mempelajari materi bilangan bulat yang artinya kegiatan tersebut dapat meningkatkan hasil belajar. Instrumen yang digunakan penyebaran angket dan evaluasi. Pemanfaatan media garb-ment dapat meningkatkan hasil belajar materi bilangan bulat dan menumbuhkan motivasi. Hasil analisis aktivitas siklus I dengan rata-rata skor 72,66, siklus II 86,72 ada kenaikan 14,06, sedangkan hasil rata-rata evaluasi belajar siswa mengalami peningkatan 4,06 dengan ketuntasan siklus I 78,13% (25 siswa) dan siklus II 90,62% (29 siswa) ada kenaikan 12,49% dengan hipotesis yang diajukan yaitu pemanfaatan media garbages environment dapat meningkatkan hasil belajar.

Pemanfaatan media garb-ment menyebabkan peningkatan yang cukup signifikan dalam penguasaan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor aktivitas siswa dari 72,66 pada siklus I menjadi 86,72 pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan hasil belajar dari 78,13% menjadi 90,62%.Sebagian besar siswa mampu menyimpulkan sendiri konsep bilangan bulat berdasarkan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.

Pertama, perlu diteliti apakah penerapan media garb-ment juga efektif dalam materi matematika lain seperti pecahan atau aljabar di tingkat SMP, mengingat media ini berbasis konteks nyata dan berpotensi meningkatkan pemahaman konsep secara umum. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas media ini pada kelas dengan karakteristik berbeda, seperti siswa di daerah pedesaan atau perkotaan, serta pada sekolah dengan fasilitas berbeda, guna melihat sejauh mana adaptabilitas dan keterjangkauan media ini dalam berbagai lingkungan sosial dan ekonomi. Ketiga, perlu dikaji bagaimana integrasi pendekatan lingkungan (seperti pemanfaatan sampah) dalam pembelajaran matematika memengaruhi kesadaran lingkungan siswa, sehingga penelitian dapat mengukur dampak ganda dari pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga membentuk perilaku berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan model pembelajaran interdisipliner yang menggabungkan matematika, pendidikan lingkungan, dan keterampilan hidup, sehingga pembelajaran menjadi lebih holistik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pengembangan media pembelajaran serupa dengan bahan daur ulang lokal juga perlu dieksplorasi agar model ini dapat direplikasi secara luas tanpa ketergantungan pada sumber daya mahal. Studi lebih lanjut dapat membandingkan efektivitas garb-ment dengan media digital interaktif untuk melihat mana yang lebih meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam konteks sekolah dengan akses teknologi terbatas. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan media ini terhadap retensi konsep matematika siswa setelah proses pembelajaran selesai. Penelitian juga bisa menguji peran kolaborasi antar guru dalam mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran inovatif berbasis lingkungan. Dengan memperluas cakupan materi dan konteks penerapan, penelitian lanjutan dapat menghasilkan kerangka pembelajaran yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pendekatan ini membuka peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam kurikulum matematika secara sistematis.

Read online
File size987.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test