FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS

Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)

Aborsi adalah salah satu penyebab utama kematian maternal, terutama di negara berkembang di mana metode-metode kasar sering digunakan. Penelitian tentang tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik aborsi tidak aman di kalangan remaja sekolah masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kekurangan pengetahuan tersebut. Desain survei potong lintang digunakan, sementara teknik pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk memilih lima sekolah menengah di wilayah Pemerintah Lokal Oyo West. Data dikumpulkan dari 200 peserta perempuan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan Chi-square (χ2) untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian dan menguji dua hipotesis, masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% remaja sekolah memiliki pengetahuan yang baik tentang aborsi, 80% memiliki sikap positif terhadap aborsi, sementara 65% mengindikasikan bahwa mereka pernah melakukan aborsi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berpengaruh signifikan terhadap praktik aborsi tidak aman (χ2 = 30.307, p < 0.05), sementara usia tidak berpengaruh (χ2 = 4.830, p > 0.05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja sekolah perempuan dengan rentang usia 13-19 tahun memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap aborsi serta telah melakukan aborsi lebih dari sekali. Penelitian ini merekomendasikan konseling yang efektif dan kampanye kesehatan yang ditargetkan untuk menyampaikan bahaya melakukan aborsi tidak aman di kalangan remaja sekolah.

Penelitian ini menginvestigasi pengetahuan, sikap, dan praktik aborsi di kalangan remaja sekolah di lingkungan pedesaan di Negara Bagian Oyo, Nigeria.Studi ini menyimpulkan bahwa remaja perempuan (usia 13-19 tahun) memiliki pengetahuan yang baik tentang aborsi tidak aman dan implikasinya.Mereka juga memiliki sikap negatif terhadap aborsi dari sudut pandang hukum yang mengatur praktik aborsi tidak aman di negara tersebut, serta tingkat praktik aborsi tidak aman yang tinggi di kalangan mereka.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita tentang isu aborsi tidak aman di kalangan remaja sekolah dengan beberapa pendekatan baru yang penting. Pertama, mengingat adanya keterbatasan dari penggunaan kuesioner mandiri yang rentan bias, studi berikutnya sebaiknya mengadopsi metode triangulasi data. Ini bisa dilakukan melalui kombinasi wawancara mendalam dengan konselor sekolah, tenaga kesehatan, atau bahkan kelompok fokus dengan remaja, untuk mendapatkan cerita dan perspektif yang lebih kaya dan akurat mengenai praktik serta alasan di balik aborsi tidak aman. Pertanyaan penelitian bisa difokuskan pada bagaimana narasi kualitatif dapat memperdalam pemahaman tentang pengalaman remaja yang tidak terungkap melalui survei kuantitatif.. . Kedua, untuk mengatasi keterbatasan generalisasi hasil yang hanya berasal dari satu wilayah dengan sampel terbatas, penelitian selanjutnya perlu memperluas cakupan geografis. Melibatkan lebih banyak wilayah pemerintah lokal, termasuk area perkotaan dan pedesaan yang berbeda, serta meningkatkan ukuran sampel secara signifikan, akan memungkinkan perbandingan yang lebih representatif. Hal ini penting untuk melihat apakah ada variasi dalam pengetahuan, sikap, dan praktik aborsi tidak aman di berbagai konteks demografis dan sosial, sehingga rekomendasi kebijakan dapat disesuaikan. Kita bisa meneliti: Bagaimana faktor geografis dan ukuran sampel yang lebih besar memengaruhi pola pengetahuan, sikap, dan praktik aborsi tidak aman di kalangan remaja sekolah?. . Ketiga, studi ini dapat diperdalam dengan mengintegrasikan variabel psikososial tambahan yang relevan. Faktor-faktor seperti tingkat kepercayaan diri remaja, pengaruh pola asuh orang tua, serta ketersediaan dan kualitas dukungan sosial dari lingkungan terdekat, memiliki potensi besar dalam memengaruhi pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi. Memahami interaksi kompleks antara pengetahuan, sikap, praktik, dan faktor-faktor internal serta eksternal ini akan memberikan gambaran yang lebih holistik. Sebuah studi bisa mempertanyakan: Bagaimana kombinasi kepercayaan diri remaja, pola asuh orang tua, dan dukungan sosial membentuk keputusan serta pengalaman mereka terkait aborsi tidak aman? Dengan demikian, kita bisa merancang intervensi yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan remaja.

  1. Knowledge and attitudes on unsafe abortions among the state university undergraduates in Western Province... doi.org/10.4038/jccpsl.v24i2.8149Knowledge and attitudes on unsafe abortions among the state university undergraduates in Western Province doi 10 4038 jccpsl v24i2 8149
  2. Abortion among adolescents in Africa: A review of practices, consequences, and control strategies - Atuhaire... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hpm.2842Abortion among adolescents in Africa A review of practices consequences and control strategies Atuhaire onlinelibrary wiley doi 10 1002 hpm 2842
  3. GENDER NORMS AND ATTITUDE TOWARDS ABORTION AMONG VERY YOUNG ADOLESCENTS IN KENYA AND NIGERIA | medRxiv.... doi.org/10.1101/2024.04.08.24305479GENDER NORMS AND ATTITUDE TOWARDS ABORTION AMONG VERY YOUNG ADOLESCENTS IN KENYA AND NIGERIA medRxiv doi 10 1101 2024 04 08 24305479
Read online
File size467.43 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test