USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Senggani adalah tanaman dari famili Melastomataceae dan genus Melastoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik ekstrak daun dan buah Senggani (Melastoma candidum D. Don) untuk menekan pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Desain penelitian mengacu pada desain penelitian eksperimental. Variabel bebas (X) adalah ekstrak daun dan buah Senggani dengan konsentrasi 1%, 5% dan 10%, total perlakuan dalam penelitian ini adalah 6 perlakuan sehingga total perlakuan bakteri yang diuji adalah 36 unit eksperimen. Variabel terikat (Y) adalah penghambatan pertumbuhan bakteri. Metode penelitian menggunakan desain acak lengkap. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis varians pada tingkat kepercayaan 95% dan uji LSD lebih lanjut pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan terhadap konsentrasi ekstrak daun dan buah Senggani (Melastoma candidum D. Don) sebagai penghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus (2) ekstrak daun Senggani (Melastoma candidum D. Don) dengan konsentrasi 10% adalah perlakuan terbaik untuk menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus (3) Diameter zona hambat rata-rata tertinggi pada E. coli yang diberikan ekstrak daun Senggani (Melastoma candidum D. Don) dengan konsentrasi 10% adalah 11,17 mm (4) Diameter rata-rata zona hambat tertinggi pada Staphylococcus aureus yang diberikan ekstrak daun Senggani (Melastoma candidum D. Don) dengan konsentrasi 10% adalah 10,16 mm.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 10% ekstrak daun Senggani (Melastoma candidum D.Don) merupakan perlakuan terbaik untuk menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Diameter zona hambat rata-rata tertinggi pada E.coli yang diberikan ekstrak daun Senggani (Melastoma candidum D.Don) dengan konsentrasi 10% adalah 11,17 mm, sedangkan diameter rata-rata zona hambat tertinggi pada Staphylococcus aureus yang diberikan ekstrak daun Senggani (Melastoma candidum D.Don) dengan konsentrasi 10% adalah 10,16 mm.Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada identifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri pada ekstrak Senggani, serta pengujian efektivitas ekstrak Senggani dalam kombinasi dengan antibiotik lain untuk mengatasi resistensi bakteri.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman tentang potensi Senggani sebagai agen antibakteri. Pertama, perlu dilakukan analisis fitokimia yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam ekstrak daun dan buah Senggani yang berkontribusi pada aktivitas antibakteri. Hal ini dapat membantu dalam pengembangan formulasi antibakteri yang lebih efektif dan menargetkan mekanisme aksi tertentu pada bakteri. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efek sinergis antara ekstrak Senggani dengan antibiotik konvensional. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan efektivitas pengobatan infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik tunggal. Ketiga, perlu dilakukan studi in vivo untuk mengevaluasi keamanan dan efikasi ekstrak Senggani sebagai agen antibakteri pada model hewan. Studi ini akan memberikan informasi penting tentang potensi Senggani untuk digunakan sebagai alternatif atau pelengkap terapi antibiotik pada manusia.

Read online
File size1.08 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test