JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Kegiatan microteaching dapat mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk menguasai kompetensi pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan kegiatan microteaching Sains dari mahasiswa calon guru SD di Universitas Pelita Harapan. Hasil analisa diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi dosen yang mempersiapkan mahasiswa menjadi guru sains dan bagi mahasiswa calon guru untuk mengantisipasi kriteria-kriteria yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen rubrik penilaian microteaching dan lembar observasi dosen. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase total perolehan skor dari setiap kriteria rubrik penilaian microteaching, kemudian dikonversi ke dalam data kualitatif melalui tabel persentase kriteria penilaian hasil belajar. Terdapat 7 kriteria yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian microteaching, yaitu: pembukaan, metode mengajar, pemahaman konsep, media pembelajaran, manajemen kelas, keterampilan berbicara, dan penutup. Peneliti memperoleh hasil bahwa kegiatan microteaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik dengan persentase untuk kriteria pembukaan sebesar 62,82% (cukup baik), metode mengajar sebesar 82,69% (baik), pemahaman konsep sebesar 77,564% (baik), media pembelajaran sebesar 77,85% (baik), manajemen kelas 72,436% (baik), keterampilan berbicara 82,051% (baik), dan penutup 62,18% (cukup baik). Berdasarkan persentase dari setiap kriteria penilaian microteaching, dapat diketahui bahwa kriteria yang masih perlu ditingkatkan lagi adalah kemampuan membuka pelajaran, manajemen kelas, dan menutup pelajaran.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan microteaching mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik, namun terdapat tiga kriteria yang masih perlu ditingkatkan lagi yaitu dalam hal kemampuan membuka pelajaran, manajemen kelas, dan menutup pelajaran.

Mengingat ketiga aspek pembukaan, manajemen kelas, dan penutupan masih menjadi titik lemah, penelitian berikutnya bisa meneliti apakah pelatihan simulasi berbasis video yang diputar berulang dan dikomentari peer dapat memperbaiki kepercayaan diri mahasiswa saat membuka pelajaran. Selain itu, perlu dikaji pula bagaimana peran model kelas mikro dengan observer sebaya secara daring dapat menurunkan kegugupan pengelolaan kelas. Terakhir, menarik untuk ditelusuri apakah pemberian template refleksi tertulis tiga menit di akhir microteaching mampu membantu mahasiswa merangkum materi sekaligus memberi motivasi secara kreatif kepada siswa, sehingga kualitas penutupan meningkat signifikan.

  1. KEMAMPUAN MANAJEMEN KELAS GURU: PENELITIAN TINDAKAN DI SEKOLAH DASAR DENGAN SES RENDAH | Helsa | Jurnal... ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/13144KEMAMPUAN MANAJEMEN KELAS GURU PENELITIAN TINDAKAN DI SEKOLAH DASAR DENGAN SES RENDAH Helsa Jurnal ejournal undip ac index php psikologi article view 13144
  2. Tingkat Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Sekolah Dasar Pada Perkuliahan Mikroteaching: Level of... doi.org/10.21070/pedagogia.v8i1.1952Tingkat Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Sekolah Dasar Pada Perkuliahan Mikroteaching Level of doi 10 21070 pedagogia v8i1 1952
  1. #ular tangga#ular tangga
  2. #guru sd#guru sd
Read online
File size425.87 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2lR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test