PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER

Indonesian Journal of Elementary and Childhood EducationIndonesian Journal of Elementary and Childhood Education

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengetahuan pedagogis guru sekolah dasar berdasarkan persepsi siswa. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian dilakukan dengan desain survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah 43 guru yang dipilih dengan mudah. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar guru sekolah dasar memiliki pengetahuan pedagogis sosial-kognitif (44,18%), sedangkan 27,91% lainnya memiliki pandangan behavioris dan konstruktivis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diprediksi bahwa kegiatan belajar di kelas sekolah dasar sebagian besar akan terjadi dengan cara yang lebih komunikatif di mana siswa membangun makna berdasarkan diskusi mereka tentang topik yang ada di tangan. Penelitian ini menyarankan untuk penyelidikan lebih lanjut untuk menguji pengaruh pengetahuan pedagogis guru pada pembelajaran siswa, seperti prestasi akademik mereka, keterampilan sosial mereka, dan kesejahteraan subjektif mereka.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar guru (44.91% berpengetahuan pedagogis behavioristik, dan sisanya berpengetahuan pedagogis kognitif-konstruktifistik.Penelitian ini menyarankan agar hasil belajar siswa maksimal, guru sebaiknya mempelajari teori belajar kognitif-konstruktifistik agar siswa dapat mengoptimalkan fungsi-fungsi kognitifnya dalam mempersepsi dan mengolah informasi untuk kemudian disimpan di dalam memori jangka panjangnya.Selanjutnya diperlukan penelitian yang lebih detil untuk menemukan langkah intervensi yang tepat dalam rangka menggeser pengetahuan pedagogis guru agar hasil belajar siswa sampai ditaraf yang optimal sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara eksperimental bagaimana pelatihan guru dalam teori belajar kognitif‑konstruktivistik mempengaruhi prestasi akademik dan keterampilan sosial siswa, dengan menggunakan desain kelompok kontrol‑eksperimen selama satu tahun ajaran. Selain itu, studi longitudinal dapat membandingkan perubahan pengetahuan pedagogis guru yang beralih dari pendekatan behavioristik ke sosio‑kognitif serta dampaknya terhadap kesejahteraan subjektif serta kepuasan belajar siswa selama tiga tahun. Selanjutnya, penelitian komparatif dapat mengevaluasi efektivitas berbagai model intervensi, seperti workshop kolaboratif, mentoring antar‑guru, dan modul daring, dalam menggeser persepsi guru menuju pemahaman pedagogis sosio‑konstruktifistik, serta mengidentifikasi faktor‑faktor pendukung dan penghalang implementasinya di konteks sekolah dasar di wilayah berbeda. Ketiga arah studi ini diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat untuk merancang kebijakan pelatihan guru yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan pada akhirnya mengoptimalkan hasil belajar siswa.

  1. Improving student wellbeing: having a say at school: School Effectiveness and School Improvement: Vol... tandfonline.com/doi/full/10.1080/09243453.2015.1084336Improving student wellbeing having a say at school School Effectiveness and School Improvement Vol tandfonline doi full 10 1080 09243453 2015 1084336
Read online
File size189.99 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test