USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Pembelajaran di sekolah sebelum pandemi dilaksanakan secara langsung di sekolah, tetapi karena pandemi, hal itu membutuhkan guru dan siswa untuk melaksanakan proses pembelajaran daring. Guru dan siswa mengalami banyak kendala dalam proses pembelajaran daring, terutama bagi siswa yang baru pertama kali belajar daring. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesulitan siswa dalam pembelajaran daring selama pandemi Coronavirus disease (COVID-19) dan untuk mengetahui penyebab masalah siswa dalam pembelajaran daring selama pandemi Coronavirus disease (COVID-19) kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Khudrinnur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas VIII MTsS Khudrinnur. Instrumen penelitian adalah kuesioner atau angket, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan dalam pembelajaran daring siswa adalah kesulitan jaringan sebesar 69,09% dari total jumlah siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan siswa dalam pembelajaran daring adalah kesulitan jaringan, sekitar 69,09% dari total jumlah siswa. Faktor tidak memiliki kuota sekitar 68,75% dari total jumlah siswa. Faktor tidak memiliki handphone (HP) adalah sekitar 66,40% dari total jumlah siswa. Aspek tidak memahami materi adalah sekitar 58,85% dari siswa yang tidak memahami materi pembelajaran akan bertanya kepada guru ketika tidak memahami.

Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran daring adalah kendala jaringan selama proses pembelajaran 66,09%, tidak memiliki kuota sekitar 68,75%, tidak mengikuti pembelajaran karena tidak memiliki handphone sekitar 66,40%, kurangnya pemahaman peserta didik tentang 58,85% dari materi dan kecanduan bermain game online sekitar 71,35%.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan pembelajaran daring dan mengoptimalkan strategi pembelajaran di masa depan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji secara lebih sistematis hubungan antara faktor-faktor sosioekonomi keluarga (seperti pendapatan, tingkat pendidikan orang tua) dengan kemampuan adaptasi siswa terhadap pembelajaran daring. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kelompok siswa yang paling rentan tertinggal dan merancang intervensi yang tepat sasaran. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif siswa dalam menghadapi pembelajaran daring, termasuk strategi koping yang mereka gunakan untuk mengatasi kesulitan belajar dan menjaga motivasi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi guru dan desainer kurikulum dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan individu siswa. Ketiga, penelitian eksperimen dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai model pembelajaran daring yang menggabungkan elemen-elemen interaktif, kolaboratif, dan personalisasi. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang pendekatan pembelajaran daring yang paling efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa di berbagai konteks.

Read online
File size763.18 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test