UNIPARUNIPAR

Laplace : Jurnal Pendidikan MatematikaLaplace : Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini dilatar belakangi pada hasil PISA Indonesia dalam literasi matematika. Penilaian PISA 2018 Indonesia berada di peringkat 73 dari 79 negara. Serta observasi yang menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami, menerapkan konsep matematika. Dari hasil observasi, nilai ujian tengah semester siswa tergolong rendah, dimana kelas IX.1 nilai rata-ratanya 58, IX.2 55, IX.3 54, IX.4 64, dan kelas IX.5 63. Tujuan penelitian ini untuk melihat kemampuan literasi matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Bukittinggi berdasarkan gaya belajar yang mereka miliki. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik ini menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan tes literasi matematika dan wawancara. Teknik analisis data Miles dan Hubnerman. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Gaya belajar visual dapat memenuhi 4 indikator literasi matematika pada soal level 1,2 dan 3 hanya dapat menuliskan indikator formulate, serta belum dapat menyelesaikan pada soal tes literasi level 4,5 dan 6. 2) Gaya belajar auditori dapat menyelesaikannya dengan tepat dan benar pada setiap soal tes pada setiap indikator literasi matematika. 3) Gaya belajar kinestetik sudah mampu mengerjakan soal tes literasi hingga soal level 4 sesuai dengan indikator literasi matematika; namun pada soal level 5. Dan juga belum dapat melakukan penyelesaian soal tes pada level 6.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematika di kelas IX SMP Negeri 8 Bukittinggi berdasarkan ketiga gaya belajar siswa yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik.Siswa dengan gaya belajar visual dapat menyelesaikan soal pada level 1 sampai 3, namun jika menyelesaikan soal pada level 3 ke atas, belum mampu mengerjakannya.Siswa yang memiliki gaya belajar auditori mampu menyelesaikan semua level pada soal tes literasi.Siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik mampu menyelesaikan soal tes literasi pada level 5, namun memiliki kekeliruan pada indikator perhitungan, dan juga belum dapat mengerjakan soal tes level 6.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh penggunaan media pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa terhadap peningkatan kemampuan literasi matematika. Hal ini penting untuk mengetahui apakah pendekatan pembelajaran yang personal dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen asesmen literasi matematika yang lebih komprehensif dan valid, dengan mempertimbangkan konteks permasalahan sehari-hari yang relevan dengan siswa. Instrumen yang baik akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai tingkat kemampuan literasi matematika siswa. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor sosial-emosional, seperti motivasi dan kepercayaan diri, dalam memengaruhi kemampuan literasi matematika siswa. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor ini dapat membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di era digital.

Read online
File size444.14 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test