UNCMUNCM
Jurnal Genta MuliaJurnal Genta MuliaPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperiment quasi. Sampel dalam penelitian berjumlah 45 siswa terdiri dari kelas IVA sebanyak 23 siswa sebagai kelas eksperiment dan kelas IVB sebanyak 22 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan datanya seperti observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian seperti lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Data penelitian ini adalah pengaruh penggunaan model Team Game Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada materi sumber daya alam kelas IV SD Negeri Keudelinteung. Dari hasil penelitian diperoleh pada kelas kontrol diketahui bahwa jumlah siswa yang memiliki motivasi cukup sebanyak 11 siswa (50%) dari 22 siswa, jumlah siswa yang memiliki motivasi baik sebanyak 7 siswa (31,81%) dari 22 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik sebanyak 4 siswa (18,18%) dari 22 siswa dan diketahui bahwa kelas eksperiment yang memiliki motivasi cukup berjumlah 4 siswa (17,39%) dari 23 siswa, jumlah siswa yang memiliki motivasi baik sebanyak 8 siswa (34,78%) dari 23 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik berjumlah 11 siswa (47,82) dari 23 siswa. Artinya pada kelas eksperiment ini sudah mendapatkan hasil motivasi seperti yang di harapkan. Di dalam pembelajaran ini peneliti merasa sudah tidak ada kekurangan karena peneliti menjalankan perbaikan pembelajaran sudah sesuai rencana pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa skor rata-rata motivasi belajar siswa dengan model Team Game Tournament (TGT ) materi mengenai hubungan sumber daya alam dengan lingkungan pada pelajaran IPA kelas 4 SD Negeri keudelinteung lebih baik jika dibandingkan dengan metode pembelajaran ceramah (konvensional ).Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan baik itu kelas kontrol maupun kelas eksperimen berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut.Pembelajaran IPA dengan menggunakan metode ceramah terbukti masih cenderung pasif dalam pembelajaran.Hasil penelitian pada kelas kontrol belumlah optimal dikarenakan dari 22 siswa yang sudah mendapatkan motivasi baik 7 siswa (31,81%),dan motivasi sangat baik hanya 4 siswa (18,18%) dari 22 siswa.Pada kelas kontrol ini siswa masih belum mencapai tujuan motivasi yang diharapkan.Pembelajaran IPA dengan menggunakan model Team Game Tuornsment terbukti lebih efektif dan lebih baik dalam pembelajaran.Pengaruh penggunaan model Team Game Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada materi sumber daya alam kelas IV SD Negeri Keudelinteung pada kelas eksperiment menunjukkan bahwa siswa yang sudah memilki motivasi baik sebanyak 8 siswa (34,78%) dari 23 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik berjumlah 11 siswa (47,82) dari 23 siswa.Pada model Team Game Tournament (TGT) ini siswa tidak tergantung pada guru sehingga dapat menambahkan kepercayaan kemampuan motivasi, menentukan informasi dari berbagai sumber, dan rasa kebersamaan belajar dengan siswa lain.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka diajukan saran-saran sebagai berikut:. . 1. Bagi Guru. a) Guru IPA perlu menerapkan model model Team Game Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada materi sumber daya alam. Model model Team Game Tournament (TGT) ini juga dapat diterapkan untuk materi bahasan lainnya yang berhubungan dengan peristiwa sehari-hari, sehingga konsep-konsep IPA tidak mudah terlupakan.. b) Dalam mengimplementasikan model Team Game Tournament (TGT) guru dapat melakukan penilain hasil pemahaman individu melalui evaluasi formatif.. c) Guru harus pandai-pandai memilih materi yang cocok untuk pembelajaran dalam model Team Game Tournament (TGT) ini karena jika tidak pembelajaran tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan.. . 2. Bagi siswa. a) Siswa harus selalu belajar dan berani mengeluarkan ide-idenya untuk mencapai motivasi belajar yang diharapkan.. b) Siswa harus bekerja sama dengan siswa lain.. c) Siswa harus mengetahui dapat menumbuhkan motivasi berprestasinya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.. . 3. Bagi sekolah. a) Pihak sekolah harus dapat menciptakan susana lingkungan belajar yang nyaman dan memberikan kepada siswa untuk mengeluarkan dan mengembangkan ide-ide mereka.
| File size | 393.5 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV yang dipilihPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV yang dipilih
ABULYATAMAABULYATAMA Respons siswa juga sangat positif, dengan nilai tertinggi pada aspek manfaat pameran (91%). Pameran proyek seperti terarium, diorama, dan panel surya menjadiRespons siswa juga sangat positif, dengan nilai tertinggi pada aspek manfaat pameran (91%). Pameran proyek seperti terarium, diorama, dan panel surya menjadi
AMIKVETERANAMIKVETERAN Terjadi peningkatan proses pembelajaran yang dapat dilihat dari lembar observasi pada Siklus I Pertemuan 1, yaitu 72,5, nilai Siklus I Pertemuan II, yaituTerjadi peningkatan proses pembelajaran yang dapat dilihat dari lembar observasi pada Siklus I Pertemuan 1, yaitu 72,5, nilai Siklus I Pertemuan II, yaitu
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran Six Thinking Hats (STH) efektif dalam meningkatkan prestasi berbicara siswa. Hal ini didukung olehPenelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran Six Thinking Hats (STH) efektif dalam meningkatkan prestasi berbicara siswa. Hal ini didukung oleh
JOMPUJOMPU 561 (kategori sedang). Hal ini berarti terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebelum561 (kategori sedang). Hal ini berarti terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebelum
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan kontekstual berbasis inkuiri (CTL) terhadap hasil belajar siswa kelasBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan kontekstual berbasis inkuiri (CTL) terhadap hasil belajar siswa kelas
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Strategi guru dalam memanfaatkan video animasi terbukti membantu siswa memahami materi, meningkatkan antusiasme, serta menciptakan suasana belajar yangStrategi guru dalam memanfaatkan video animasi terbukti membantu siswa memahami materi, meningkatkan antusiasme, serta menciptakan suasana belajar yang
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Kemudian siklus I dilaksanakan di mana siswa yang mencapai kriteria kelengkapan minimum (KKM) adalah 56,25%, dan siklus II dari siswa yang mencapai kriteriaKemudian siklus I dilaksanakan di mana siswa yang mencapai kriteria kelengkapan minimum (KKM) adalah 56,25%, dan siklus II dari siswa yang mencapai kriteria
Useful /
UMSUMS Artikel ini menyelidiki pola kejahatan kekerasan di Kuala Lumpur dan Putrajaya antara tahun 2015 dan 2020 menggunakan teknik analisis spasial canggih,Artikel ini menyelidiki pola kejahatan kekerasan di Kuala Lumpur dan Putrajaya antara tahun 2015 dan 2020 menggunakan teknik analisis spasial canggih,
POLIBATAMPOLIBATAM Untuk mewujudkan potensi VTO batik sepenuhnya, diperlukan kolaborasi antara pengembang teknologi, pelaku industri batik, dan pemangku kepentingan terkaitUntuk mewujudkan potensi VTO batik sepenuhnya, diperlukan kolaborasi antara pengembang teknologi, pelaku industri batik, dan pemangku kepentingan terkait
POLIBATAMPOLIBATAM Game edukasi RPG dua dimensi yang dikembangkan dengan model GDLC dan diuji menggunakan ISO 25099 memperoleh nilai sangat layak dari seluruh aspek. ahliGame edukasi RPG dua dimensi yang dikembangkan dengan model GDLC dan diuji menggunakan ISO 25099 memperoleh nilai sangat layak dari seluruh aspek. ahli
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, danPenelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan