UINSUNAUINSUNA
Genderang Asa: Journal of Primary EducationGenderang Asa: Journal of Primary EducationPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Problem Solving siswa materi tentang gaya melalui model Problem Based Learning untuk siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kemiri Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Kemiri yang merupakan salah satu sekolah yang terletak di Jl. Tentara Pelajar km 4,5 Kemiri Kelurahan Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kemiri pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 dengan jumlah 23 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dua siklus masing-masing dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan Problem Solving siswa di kelas IV SD Muhammadiyah Kemiri. Pada tahapan Pra Siklus, kemampuan Problem Solving siswa hanya mencapai 17%. Pada siklus I meningkat menjadi 48% dengan persentase rata-rata tiap indikator mengidentifikasi masalah 63%, merumuskan masalah 54%, mengevaluasi kinerja 50%, menentukan pilihan 46%, dan menganalisis masalah 58%. Selanjutnya, pada tahapan siklus II meningkat menjadi 83% dengan persentase rata-rata tiap indikator mengidentifikasi masalah 92%, merumuskan masalah 87%, mengevaluasi kinerja 82%, menentukan pilihan 80%, dan menganalisis masalah 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA materi gaya melalui model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan problem solving siswa di kelas IV SD Muhammadiyah Kemiri.
Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPA materi gaya dapat meningkatkan kemampuan Problem Solving siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kemiri.Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase kemampuan problem solving pada setiap siklus.Persentase rata-rata tiap indikator siklus 1, mengidentifikasi masalah mencapai 63%, merumuskan masalah mencapai 54%, mengevaluasi kinerja 50%, menentukan pilihan mencapai 46%, dan menganalisis masalah mencapai 58%.Pada siklus II kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah mencapai 92%, merumuskan masalah mencapai 87%, mengevaluasi kinerja mencapai 82%, menentukan pilihan mencapai 80%, dan menganalisis masalah mencapai 85%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas model PBL dengan model pembelajaran lain, seperti model Scientific Approach atau Discovery Learning, untuk mengetahui model mana yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa pada materi IPA. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian kemampuan problem solving yang lebih valid dan reliabel, sehingga dapat digunakan secara konsisten untuk mengukur kemampuan siswa secara akurat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan guru sebagai kolaborator dalam proses penelitian, sehingga hasil penelitian dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran IPA dan pengembangan kemampuan problem solving siswa di sekolah dasar. Dengan demikian, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dan menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu memecahkan masalah.
- Efektivitas Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/348Efektivitas Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa jbasic index php basicedu article view 348
- Sedang Dalam Perbaikan - Jurnal UNIMED. perbaikan jurnal unimed ac pembaruan universitas negeri medan... jurnal.unimed.ac.id/maintenanceSedang Dalam Perbaikan Jurnal UNIMED perbaikan jurnal unimed ac pembaruan universitas negeri medan jurnal unimed ac maintenance
- Meta Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis... doi.org/10.19166/pji.v14i1.789Meta Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis doi 10 19166 pji v14i1 789
- Pembelajaran Berbasis Alam untuk Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini | Mitra Ash-Shibyan: Jurnal... ejournal.stai-tbh.ac.id/index.php/mitra-ash-syibyan/article/view/158Pembelajaran Berbasis Alam untuk Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini Mitra Ash Shibyan Jurnal ejournal stai tbh ac index php mitra ash syibyan article view 158
- PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) CALON GURU BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN... jurnal.untan.ac.id/index.php/PMP/article/view/23701PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PROBLEM SOLVING CALON GURU BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN jurnal untan ac index php PMP article view 23701
| File size | 269.65 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Pada model hewan, dosis 5–10 mg/kg menghasilkan efek ansiolitik yang signifikan, sedangkan pada manusia, dosis 300 mg/hari terbukti efektif mengobatiPada model hewan, dosis 5–10 mg/kg menghasilkan efek ansiolitik yang signifikan, sedangkan pada manusia, dosis 300 mg/hari terbukti efektif mengobati
UMMUBAUMMUBA Nilai rata‑rata Uji Gain pada kelompok eksperimen (0,566) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (0,280), menunjukkan bahwa trainer kit meningkatkanNilai rata‑rata Uji Gain pada kelompok eksperimen (0,566) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (0,280), menunjukkan bahwa trainer kit meningkatkan
UMMUBAUMMUBA Nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79 pada siklus I, dan 92,92 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 31% pada praNilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79 pada siklus I, dan 92,92 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 31% pada pra
UMMUBAUMMUBA Definisi Working Memory (WM) adalah bagian dari otak manusia dengan sistem berkapasitas terbatas terkait kemampuan memori yang terdiri dari seperangkatDefinisi Working Memory (WM) adalah bagian dari otak manusia dengan sistem berkapasitas terbatas terkait kemampuan memori yang terdiri dari seperangkat
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Perkembangan motorik halus anak di PAUD AZ-ZAHRA Lekok Pasuruan masih lemah, hal ini disebabkan pilihan metode dan alat yang digunakan kurang menarik perhatianPerkembangan motorik halus anak di PAUD AZ-ZAHRA Lekok Pasuruan masih lemah, hal ini disebabkan pilihan metode dan alat yang digunakan kurang menarik perhatian
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Kurikulum Merdeka, sebagai kebijakan Menteri Pendidikan, diimplementasikan secara bertahap pada kelas I dan IV SD, menuntut guru dan kepala sekolah melakukanKurikulum Merdeka, sebagai kebijakan Menteri Pendidikan, diimplementasikan secara bertahap pada kelas I dan IV SD, menuntut guru dan kepala sekolah melakukan
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung rata-rata jawaban berdasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. JumlahTeknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung rata-rata jawaban berdasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah
UNWAHAUNWAHA Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah mentoring dalam manajemen perencanaan keuangan yang proporsional dan didapatkan data rata-rata santri memilikiHasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah mentoring dalam manajemen perencanaan keuangan yang proporsional dan didapatkan data rata-rata santri memiliki
Useful /
SULTANISTSULTANIST Hasil analisis regresi linear berganda dan koefisien korelasi menunjukkan adanya pengaruh positif yang sangat kuat (r=0,844) dan signifikan antara budayaHasil analisis regresi linear berganda dan koefisien korelasi menunjukkan adanya pengaruh positif yang sangat kuat (r=0,844) dan signifikan antara budaya
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Penilaian observasi menunjukkan peningkatan signifikan dari siklus I (70% Belum Berkembang, 30% Mulai Berkembang) ke siklus II (40% Berkembang Sesuai Harapan,Penilaian observasi menunjukkan peningkatan signifikan dari siklus I (70% Belum Berkembang, 30% Mulai Berkembang) ke siklus II (40% Berkembang Sesuai Harapan,
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian dan respon anak terhadap irama ice breaking.Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian dan respon anak terhadap irama ice breaking.
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Menggunakan teknik pengumpulan data yang menggunakan observasi dan dokumentasi data pendukung. Penelitian dilakukan di TK Az Zahra. Studi ini menunjukkanMenggunakan teknik pengumpulan data yang menggunakan observasi dan dokumentasi data pendukung. Penelitian dilakukan di TK Az Zahra. Studi ini menunjukkan