SERAMBISERAMBI

Journal of Educational Management ResearchJournal of Educational Management Research

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan pengalaman kader kesehatan masyarakat dalam melaksanakan tugas layanan kesehatan publik di tengah perubahan standar layanan minimum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 19 informan dan dianalisis menggunakan Interactive Analysis Model yang didukung NVivo 12 Plus untuk Windows. Temuan menunjukkan bahwa kader kesehatan mengalami beban kerja berlebih akibat peningkatan tuntutan tugas yang harus diselesaikan dalam batas waktu yang terbatas, sementara kompensasi yang diterima masih di bawah harapan. Pada saat yang sama, kader diwajibkan memenuhi standar kerja yang semakin kompleks sejalan dengan perkembangan kebijakan pelayanan kesehatan primer. Kondisi ini meningkatkan risiko burnout dan berdampak negatif pada kualitas layanan kepada masyarakat. Selain itu, kompetensi dan keterampilan komunikasi kader dalam memberikan layanan kesehatan belum mencapai tingkat optimal. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat profesionalisme kader kesehatan melalui desain kerja yang jelas dan terstruktur, didukung oleh pembangunan kapasitas, pelatihan, dan pengembangan profesional berkelanjutan sebagai dimensi kunci manajemen pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Implementasi Smart Work Design terbukti berperan strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan kader kesehatan komunitas pada layanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kecamatan.Faktor-faktor seperti variasi tugas, peluang belajar, otonomi kerja, kualitas relasional, dan kemampuan mengelola beban kerja saling terkait dan bersama-sama memengaruhi kinerja serta kesejahteraan kader, namun motivasi intrinsik saja tidak cukup untuk menjaga kualitas layanan di bawah tekanan kebijakan yang semakin kompleks.Penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi mendukung, dan sistem pembelajaran terstruktur menjadi kunci agar kader dapat beradaptasi secara efektif, sementara penelitian selanjutnya perlu menggunakan desain komparatif atau metode campuran serta pendekatan longitudinal untuk mengevaluasi dampak intervensi desain kerja, insentif, dan pengembangan profesional di berbagai wilayah.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variasi tugas yang dirancang secara spesifik memengaruhi tingkat burnout pada kader kesehatan di berbagai wilayah, dengan menjawab pertanyaan: apakah penyesuaian desain kerja yang menekankan rotasi tugas dapat mengurangi kelelahan dibandingkan model tugas tetap? Selanjutnya, perlu dipelajari efektivitas program pelatihan berkelanjutan yang mengintegrasikan teknik komunikasi persuasif dan penggunaan aplikasi digital, sehingga dapat dijawab: bagaimana kombinasi pelatihan komunikatif dan teknologi digital berkontribusi pada peningkatan kompetensi dan kepuasan kerja kader? Selain itu, studi longitudinal dapat dimulai untuk mengobservasi dampak insentif finansial dan non‑finansial terhadap motivasi serta kualitas layanan selama periode tiga sampai lima tahun, dengan pertanyaan: apakah pemberian insentif yang berkelanjutan meningkatkan retensi dan performa kader dibandingkan tanpa insentif? Penelitian-penelitian ini sebaiknya melibatkan sampel multiregional dan menggunakan metode campuran kuantitatif‑kualitatif agar temuan dapat digeneralisasi. Hasilnya diharapkan memberikan panduan kebijakan yang lebih tepat dalam mengoptimalkan desain kerja, program pengembangan kapasitas, serta skema insentif bagi kader kesehatan di seluruh Indonesia.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/ocp0000346APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 ocp0000346
  2. REVITALISASI BAHASA LAMPUNG MELALUI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN | Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.... doi.org/10.23969/jp.v10i04.34609REVITALISASI BAHASA LAMPUNG MELALUI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar doi 10 23969 jp v10i04 34609
  3. Pengaruh Pelatihan dan Pemberian Insentif terhadap Kinerja Kader Kesehatan melalui Motivasi Kerja sebagai... doi.org/10.46799/jsa.v5i3.1058Pengaruh Pelatihan dan Pemberian Insentif terhadap Kinerja Kader Kesehatan melalui Motivasi Kerja sebagai doi 10 46799 jsa v5i3 1058
  4. The Phenomenon of Health Cadre Performance Motivation in Communities in The Homeland of The Baduy | Jurnal... doi.org/10.31539/jks.v8i1.7916The Phenomenon of Health Cadre Performance Motivation in Communities in The Homeland of The Baduy Jurnal doi 10 31539 jks v8i1 7916
Read online
File size789.34 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test