LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran penting tidak hanya dalam penguasaan pengetahuan, tetapi juga dalam menumbuhkan sikap dan keterampilan sosial siswa. Namun, praktik yang masih didominasi metode konvensional seringkali membuat siswa kurang terlibat dan mengakibatkan rendahnya literasi sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran IPS guna mengembangkan literasi sosial siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dengan meninjau jurnal, prosiding, dan buku relevan yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme, khususnya melalui model Project-Based Learning (PjBL) dan pembelajaran kontekstual, dapat meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi, dan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, pendekatan ini memperkuat literasi sosial dengan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata, budaya lokal, dan penggunaan media digital. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam membimbing siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui diskusi, refleksi, dan kolaborasi. Dengan demikian, pendekatan konstruktivisme berpotensi menjadikan pembelajaran IPS lebih bermakna sekaligus mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang aktif, peduli, dan bertanggung jawab.
Ulasan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran IPS sekolah dasar memiliki dampak positif terhadap pengembangan literasi sosial siswa.Strategi yang menekankan aktivitas kolaboratif, diskusi, refleksi, dan keterlibatan langsung dengan konteks kehidupan nyata, serta model pembelajaran seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Contextual Teaching and Learning (CTL), terbukti meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan sosial, kreativitas, dan rasa tanggung jawab siswa.Peran guru sebagai fasilitator juga menjadi faktor penentu keberhasilan, di mana mereka membimbing dan menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga konstruktivisme berperan krusial dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang peduli, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Studi literatur ini telah mengidentifikasi potensi besar pendekatan konstruktivisme dalam meningkatkan literasi sosial siswa sekolah dasar. Namun, mengingat bahwa penelitian ini didasarkan pada tinjauan pustaka, terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan penelitian lanjutan yang bersifat empiris dan mendalam. Salah satu arah penelitian yang krusial adalah melaksanakan studi tindakan kelas atau studi kasus di berbagai sekolah dasar dengan karakteristik yang beragam, misalnya di perkotaan dan pedesaan, atau sekolah dengan fasilitas yang berbeda. Penelitian semacam ini dapat secara langsung menguji efektivitas implementasi model pembelajaran konstruktivisme, seperti Project-Based Learning (PjBL) atau Contextual Teaching and Learning (CTL), dalam konteks nyata. Fokusnya bisa pada bagaimana tantangan praktis seperti keterbatasan waktu, media pembelajaran, atau variasi kemampuan siswa dapat diatasi melalui strategi adaptasi yang inovatif dan penggunaan sumber daya lokal. Selain itu, penting juga untuk melakukan penelitian komparatif yang membandingkan dampak pendekatan konstruktivisme terhadap literasi sosial di lingkungan sekolah dengan dukungan orang tua dan latar belakang budaya yang berbeda, guna mengidentifikasi strategi adaptif terbaik. Selanjutnya, karena peran guru sebagai fasilitator sangat menentukan, studi evaluasi terhadap program pengembangan profesional guru yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menerapkan pedagogi konstruktivis akan sangat bermanfaat. Penelitian ini harus menganalisis tidak hanya peningkatan keterampilan guru, tetapi juga dampak jangka panjangnya terhadap pembentukan karakter dan partisipasi kewarganegaraan siswa setelah mereka lulus dari sekolah dasar. Dengan demikian, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana pendekatan konstruktivisme dapat dioptimalkan untuk mempersiapkan generasi muda menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
- Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPS | MUTIARA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. pendekatan... jurnal.tiga-mutiara.com/index.php/jimi/article/view/198Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPS MUTIARA Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia pendekatan jurnal tiga mutiara index php jimi article view 198
- Mobilization School Program: Implementation of Islamic Religious Education Teacher Preparation in Elementary... doi.org/10.37758/jat.v6i1.632Mobilization School Program Implementation of Islamic Religious Education Teacher Preparation in Elementary doi 10 37758 jat v6i1 632
- Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII Di SMP Negeri Miftahul-Huda... journalcenter.org/index.php/inovasi/article/view/4026Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII Di SMP Negeri Miftahul Huda journalcenter index php inovasi article view 4026
- The influence of literacy and numeracy learning in IPS subjects on students' 21st-century skills... journal.uny.ac.id/index.php/hsjpi/article/view/59192The influence of literacy and numeracy learning in IPS subjects on students 21st century skills journal uny ac index php hsjpi article view 59192
| File size | 245.63 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-3hg |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STAIMA ALHIKAMSTAIMA ALHIKAM Dapat dipahami bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kemandirian anak sangat penting, orang tua sebagai madrasah awal dalam mendidik, membimbing, membentukDapat dipahami bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kemandirian anak sangat penting, orang tua sebagai madrasah awal dalam mendidik, membimbing, membentuk
JPPIJPPI Kurikulum sekuler unggul dalam fleksibilitas dan pengembangan daya kritis, sementara Kurikulum Islam kuat dalam membangun karakter moral dan mengintegrasikanKurikulum sekuler unggul dalam fleksibilitas dan pengembangan daya kritis, sementara Kurikulum Islam kuat dalam membangun karakter moral dan mengintegrasikan
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Inovasi dan adaptasi diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan kontemporer dan mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang berubah cepat. DukunganInovasi dan adaptasi diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan kontemporer dan mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang berubah cepat. Dukungan
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Para peneliti memberikan proposisi bahwa kemampuan ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pesantren untuk mempertahankan eksistensinya. Jika pesantrenPara peneliti memberikan proposisi bahwa kemampuan ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pesantren untuk mempertahankan eksistensinya. Jika pesantren
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Kedua, mahasiswa perguruan tinggi pesantren perlu menguasai setidaknya dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris agar dapat bersaing di dunia internasionalKedua, mahasiswa perguruan tinggi pesantren perlu menguasai setidaknya dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris agar dapat bersaing di dunia internasional
UNMUHAUNMUHA Dengan demikian diharapkan manajemen humas terus dapat ditingkatkan sebagai upaya dalam meningkatkan sistem pendidikan menjadi lebih bermutu. PenelitianDengan demikian diharapkan manajemen humas terus dapat ditingkatkan sebagai upaya dalam meningkatkan sistem pendidikan menjadi lebih bermutu. Penelitian
UNMUHAUNMUHA Keduanya berhubungan dengan tingkah laku manusia. Di antara nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam tradisi peucicap aneuk adalah pendidikan keimanan,Keduanya berhubungan dengan tingkah laku manusia. Di antara nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam tradisi peucicap aneuk adalah pendidikan keimanan,
STAIMA ALHIKAMSTAIMA ALHIKAM Sedangkan manajemen pembiayaan pendidikan di sekolah dapat diartikan sebagai “tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan pendidikan di sekolah yang meliputiSedangkan manajemen pembiayaan pendidikan di sekolah dapat diartikan sebagai “tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan pendidikan di sekolah yang meliputi
Useful /
MULIADARMAMULIADARMA Hasil uji parsial menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi kerja tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan, sedangkanHasil uji parsial menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi kerja tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan, sedangkan
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Kegiatan ini dilakukan di kelas V yang diikuti oleh 15 siswa. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Kegiatan ini dilakukan di kelas V yang diikuti oleh 15 siswa. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Influencer Marketing terhadap niat pembelian produk FacetologyPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Influencer Marketing terhadap niat pembelian produk Facetology
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO An ideal inclusive education model includes curriculum adjustments, additional support, and training for educators. This research reveals that individualsAn ideal inclusive education model includes curriculum adjustments, additional support, and training for educators. This research reveals that individuals