IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI

Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPIS

Pondok Pesantren telah lama menjadi pilar utama dalam pendidikan Islam di Indonesia, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan pemeliharaan nilai-nilai keislaman. Dengan warisan budaya dan tradisi yang kental, pondok pesantren mewarisi metode pembelajaran yang telah teruji selama berabad-abad. Namun, dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, pondok pesantren dihadapkan pada tantangan baru yang membutuhkan keseimbangan antara tradisional dan modern dalam pendidikan Islam. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting metode pembelajaran dalam menjaga relevansi dan kualitas pendidikan di pondok pesantren, secara deskriptif, analisis, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dengan memahami dinamika ini, dapat dilihat bagaimana pondok pesantren dapat tetap menjadi lembaga pendidikan yang kuat, sambil mempertahankan dan menghormati nilai-nilai tradisional yang telah menjadi ciri khasnya selama ini.

Pendekatan pembelajaran memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman pendidikan peserta didik serta memengaruhi perkembangan pondok pesantren.Penyesuaian metode dengan konteks lokal memperkuat identitas dan keberlanjutan pesantren.Inovasi dan adaptasi diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan kontemporer dan mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang berubah cepat.Dukungan kepemimpinan, akses teknologi, serta evaluasi berkala menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan di pesantren.

Penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana integrasi teknologi digital dalam metode halaqah dan sorogan dapat meningkatkan pemahaman santri terhadap kitab kuning tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya. Selain itu, perlu diteliti bagaimana peran kepemimpinan kyai dalam mendorong inovasi pembelajaran, terutama dalam konteks keterbatasan sumber daya, dan apakah pendekatan kolaboratif dengan lembaga pendidikan umum dapat memperkuat kualitas guru pesantren dalam mengajar berbasis pengalaman. Terakhir, sebuah studi longitudinal bisa dilakukan untuk melacak dampak jangka panjang dari kurikulum terpadu yang menggabungkan ilmu keislaman tradisional dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital dan pemecahan masalah, terhadap karier dan keterlibatan sosial lulusan pesantren di masyarakat modern.

  1. #warisan budaya#warisan budaya
  2. #kesetaraan gender#kesetaraan gender
Read online
File size218.81 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2Ra
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test