IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI
Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPISPerkawinan dini merupakan fenomena sosial yang memiliki dampak signifikan terhadap individu, masyarakat, dan pembangunan nasional. Malaysia dan Indonesia, dua negara dengan budaya dan latar belakang yang berbeda, menunjukkan disparitas yang mencolok dalam tingkat pernikahan dini. Meskipun kedua negara memiliki mayoritas penduduk Muslim dan nilai-nilai budaya yang serupa, tingkat pernikahan dini di Indonesia jauh lebih tinggi daripada di Malaysia. Studi ini bertujuan untuk membandingkan faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di kedua negara, dengan hipotesis bahwa perbedaan dalam prosedur pernikahan dan regulasi hukum dapat menjadi salah satu faktor penentu utama dalam disparitas tingkat pernikahan dini antara Malaysia dan Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan menganalisis data sekunder dari survei yang relevan, serta tinjauan literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan dalam prosedur pernikahan dan regulasi hukum memainkan peran penting dalam menentukan tingkat pernikahan dini di kedua negara. Di Indonesia, proses pernikahan seringkali lebih mudah dilakukan, dengan persyaratan administratif yang relatif sederhana, seperti persetujuan orang tua atau wali bagi mereka yang belum dewasa. Di sisi lain, Malaysia memiliki prosedur pernikahan yang lebih ketat, termasuk persyaratan usia minimum yang lebih tinggi dan persetujuan hukum yang lebih rumit. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa regulasi hukum yang ketat dan prosedur pernikahan yang lebih rumit cenderung mengurangi tingkat pernikahan dini. Implikasi kebijakan dari studi ini mencakup perlunya pembaruan atau peningkatan regulasi hukum terkait pernikahan di Indonesia untuk mengurangi tingkat pernikahan dini, sementara Malaysia dapat mempertahankan pendekatan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah praktik pernikahan dini.
Indonesia memiliki prevalensi pernikahan dini yang lebih tinggi dibandingkan Malaysia, terutama karena faktor sosioekonomi seperti tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dan akses terbatas terhadap pendidikan.Malaysia, meskipun menghadapi masalah serupa, memiliki prevalensi yang lebih rendah berkat regulasi hukum yang lebih ketat dan akses yang lebih baik terhadap pendidikan.Faktor budaya dan agama juga berperan, dengan norma budaya di Indonesia lebih mendorong pernikahan dini dibandingkan Malaysia.Kebijakan hukum di Indonesia telah diperketat dengan meningkatkan usia minimum pernikahan, tetapi penegakannya masih kurang efektif.Di Malaysia, prosedur pernikahan dini lebih ketat dengan izin khusus dari otoritas yang relevan.Akses terhadap layanan kesehatan reproduksi di Indonesia masih terbatas, sementara di Malaysia lebih mudah diakses.Rekomendasi utama meliputi peningkatan akses pendidikan dan ekonomi, perubahan norma budaya melalui advokasi, serta penegakan hukum yang lebih tegas untuk memastikan regulasi pernikahan dini dipatuhi.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini, khususnya dalam konteks generasi muda yang lebih terpapar informasi secara global. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran institusi agama dalam mempromosikan penundaan pernikahan melalui pendekatan edukasi dan kebijakan lokal. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada efektivitas intervensi berbasis komunitas di daerah pedesaan untuk mengurangi insentif pernikahan dini melalui penguatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Ketiga arah penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk merancang kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis bukti, terutama dalam mengatasi perbedaan konteks sosial, budaya, dan hukum antara Indonesia dan Malaysia.
| File size | 297.49 KB |
| Pages | 12 |
| Short Link | https://juris.id/p-2R7 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UDSUDS Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kepatuhan 83% remaja putri minum tablet Fe dan vitamin C. Kendala berupa penolakan pemeriksaan Hb oleh 2 remajaKegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kepatuhan 83% remaja putri minum tablet Fe dan vitamin C. Kendala berupa penolakan pemeriksaan Hb oleh 2 remaja
GREENPUBGREENPUB Setiap organisasi perlu berkembang, tetapi tidak semua mengetahui cara melakukan pengembangan organisasi sehingga perlu dilakukan proses pendampingan pengembanganSetiap organisasi perlu berkembang, tetapi tidak semua mengetahui cara melakukan pengembangan organisasi sehingga perlu dilakukan proses pendampingan pengembangan
GREENPUBGREENPUB Pembelajaran dan pelatihan dibawah naungan Yatim Mandiri, para siswa menggunakan motor. Konsep pembelajaran sama dengan kampus-kampus yang pelatihan sebanyakPembelajaran dan pelatihan dibawah naungan Yatim Mandiri, para siswa menggunakan motor. Konsep pembelajaran sama dengan kampus-kampus yang pelatihan sebanyak
GREENPUBGREENPUB Grindle dengan menggunakan dimensi Isi Kebijakan (Content of policy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program PAMSIMAS di Desa SentangGrindle dengan menggunakan dimensi Isi Kebijakan (Content of policy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program PAMSIMAS di Desa Sentang
GREENPUBGREENPUB Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa. Siswa-siswi menyadari peran merekaKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa. Siswa-siswi menyadari peran mereka
GREENPUBGREENPUB Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi produk, pengelolaan keuangan yang baik, sertaHasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi produk, pengelolaan keuangan yang baik, serta
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Sementara itu, ekstrak dengan dosis 780 mg/KgBB dan 260 mg/KgBB tidak menunjukkan pengaruh sebagai penginduksi waktu kelahiran mencit karena tidak adaSementara itu, ekstrak dengan dosis 780 mg/KgBB dan 260 mg/KgBB tidak menunjukkan pengaruh sebagai penginduksi waktu kelahiran mencit karena tidak ada
CERICCERIC Remaja adalah populasi yang rentan mengalami masalah seksual dan perlu mendapat perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan memberikan di salah satu SekolahRemaja adalah populasi yang rentan mengalami masalah seksual dan perlu mendapat perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan memberikan di salah satu Sekolah
Useful /
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Implementasi empat pilar moderasi—tawasuth, tasamuh, keadilan, dan tawāzzun—meningkatkan kesiapan santri menghadapi tantangan era milenial yang cenderungImplementasi empat pilar moderasi—tawasuth, tasamuh, keadilan, dan tawāzzun—meningkatkan kesiapan santri menghadapi tantangan era milenial yang cenderung
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan antara Artificial Intelligence (AI) dan tradisi Pondok Pesantren. Kemajuan teknologi telah menyasar ke seluruhPenelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan antara Artificial Intelligence (AI) dan tradisi Pondok Pesantren. Kemajuan teknologi telah menyasar ke seluruh
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Studi ini mengeksplorasi bagaimana catur pusat pendidikan mampu memfasilitasi civitas akademika untuk dapat hidup berdampingan secara harmonis di bawahStudi ini mengeksplorasi bagaimana catur pusat pendidikan mampu memfasilitasi civitas akademika untuk dapat hidup berdampingan secara harmonis di bawah
CERICCERIC Peran interpersonal, peran pengambilan keputusan, dan fungsi pengorganisasian kepala ruang merupakan variabel yang berpengaruh terhadap perilaku perawatPeran interpersonal, peran pengambilan keputusan, dan fungsi pengorganisasian kepala ruang merupakan variabel yang berpengaruh terhadap perilaku perawat