IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI

Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPIS

Realita Indonesia sebagai negara dan bangsa yang multikultural mengharuskan setidaknya ada pendidikan yang mengajarkan kemajemukan untuk menghadapi heterogenitas masyarakat dalam rangka membangun integrasi sosial dan mereduksi sentimen etnosentris dan primordial kelompok. Internalisasi nilai-nilai multikultural fikih kebangsaan dalam memproyeksikan sikap inklusif-pluralis agama Islam yang rahmatan lil alamin terhadap masyarakat multkultural menjadi hal menarik untuk ditelaah lebih jauh dalam diri mahasantri sebagai representasi peserta didik lainnya. Fokus penelitian yang diajukan dalam penelitian ini meliputi pertanyaan; (1) Apa nilai-nilai multikulturalisme dalam fikih kebangsaan di Mahad Aly Lirboyo? (2) Bagaimana internalisasi nilai-nilai multikulturalisme dalam fikih kebangsaan terhadap mahasantri Mahad Aly Lirboyo?. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini berupa teknis analisis deskriptif kualitatif berdasarkan teori yang terulas pada kajian pustaka.

Nilai multikulturalisme dalam fikih kebangsaan di Mahad Aly Lirboyo mencakup nilai inklusif, pluralis, humanis, toleransi, demokratis, kesetaraan, dan keadilan.Internalisasi nilai-nilai tersebut dilakukan melalui pengembangan kurikulum, penerbitan buku sebagai mata kuliah, bahstul masail, serta safari Ramadhan dan daerah.Proses internalisasi mahasantri melalui tiga tahap dialektika menurut Peter L.eksternalisasi (penyesuaian diri), objektivasi (interaksi sosial), dan internalisasi (penghayatan dan pengulangan ilmu yang membentuk kesadaran dan tindakan).

Pertama, perlu penelitian lanjutan mengenai efektivitas jangka panjang internalisasi nilai multikultural melalui kurikulum fikih kebangsaan terhadap perilaku mahasantri setelah mereka menjadi alumni dan berada di tengah masyarakat luas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman interaksi langsung dalam safari Ramadhan dan daerah membentuk sikap toleran dan inklusif secara mendalam, serta faktor-faktor apa saja yang memperkuat atau melemahkan proses tersebut. Ketiga, diperlukan kajian mengenai bagaimana nilai-nilai fikih kebangsaan ditafsirkan dan diaplikasikan oleh mahasantri dari berbagai latar belakang budaya dan daerah, untuk memahami dinamika internalisasi yang beragam dan memastikan pendekatan pendidikan yang inklusif bagi semua peserta didik. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap dampak nyata dari pendidikan multikultural berbasis pesantren dan memberikan masukan untuk pengembangan kebijakan pendidikan keagamaan yang lebih adaptif terhadap realitas keberagaman Indonesia.

  1. #kesetaraan gender#kesetaraan gender
  2. #peran perempuan#peran perempuan
Read online
File size583.16 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2R4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test