SINTHOPSINTHOP

Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaSinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya

Penelitian ini mengkaji bagaimana program keagamaan mendukung pengembangan karakter spiritual peserta didik dalam kerangka Profil Pelajar Pancasila di MA Wahid Hasyim Balung Jember. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan seperti salat dhuha berjamaah, istighotsah, khotmil Quran, dan manasik haji telah rutin dilaksanakan dan berperan dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta empati di kalangan siswa. Upaya ini didukung oleh komitmen institusi, keterlibatan guru, dan partisipasi keluarga. Namun, proses internalisasi nilai spiritual menghadapi sejumlah tantangan, termasuk variasi motivasi siswa, pengawasan yang terbatas, pengaruh media sosial dan digital, serta dukungan keluarga yang tidak konsisten. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun program keagamaan berkontribusi dalam memperkuat karakter spiritual, kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi hambatan yang ada serta meningkatkan pendidikan karakter di madrasah.

Pelaksanaan program keagamaan di MA Wahid Hasyim Balung Jember telah dilakukan secara sistematis dan terintegrasi untuk membentuk karakter spiritual siswa dalam kerangka Profil Pelajar Pancasila.Program-program seperti salat dhuha berjamaah, istighotsah, khotmil Quran, dan manasik haji telah menjadi bagian dari budaya sekolah dan tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa.Namun, proses internalisasi nilai spiritual memerlukan kolaborasi aktif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta evaluasi berkelanjutan dan strategi inovatif agar nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi bagian dari kepribadian siswa.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan personalisasi dalam internalisasi nilai spiritual, misalnya dengan menguji model pembinaan berbasis motivasi individu siswa di lingkungan madrasah. Kedua, penting untuk mengembangkan dan menguji model kolaborasi digital antara sekolah dan orang tua yang memanfaatkan platform komunikasi untuk memperkuat pendidikan karakter secara konsisten di rumah dan di sekolah. Ketiga, perlu dikaji pemanfaatan media sosial oleh siswa sebagai alat edukatif dalam pembentukan karakter spiritual, dengan merancang konten religius yang relevan dan menarik untuk mengimbangi pengaruh negatif dari arus informasi daring. Studi-studi ini dapat membantu memahami bagaimana nilai-nilai spiritual dapat lebih dalam tertanam melalui pendekatan yang adaptif, teknologi, dan partisipasi keluarga. Selain itu, pendekatan personalisasi bisa menangani perbedaan motivasi siswa secara lebih efektif. Model kolaborasi digital dapat menciptakan kesinambungan pembelajaran karakter di luar jam sekolah. Sementara itu, pendekatan berbasis media sosial dapat mengubah tantangan menjadi peluang edukasi. Ketiga ide ini saling melengkapi untuk memperkuat ekosistem pendidikan karakter spiritual. Dengan demikian, penelitian lanjutan sebaiknya fokus pada integrasi pendekatan individual, teknologi, dan keterlibatan keluarga secara sistematis. Pendekatan holistik semacam ini sangat diperlukan untuk menjawab kompleksitas pembentukan karakter di era digital.

  1. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam. penerapan nilai iman takwa akhlak mulia profil pelajar pancasila membentuk... doi.org/10.32832/tawazun.v16i1.8650Tawazun Jurnal Pendidikan Islam penerapan nilai iman takwa akhlak mulia profil pelajar pancasila membentuk doi 10 32832 tawazun v16i1 8650
  1. #peserta didik#peserta didik
  2. #kampung kb#kampung kb
Read online
File size299.8 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2Tu
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test