SINTHOPSINTHOP
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaSinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaIndonesia menghadapi permintaan energi yang semakin meningkat di tengah tantangan lingkungan dan ekonomi yang semakin besar, terutama karena ketergantungan terus-menerus pada bahan bakar fosil. Meskipun kebijakan nasional dan komitmen internasional telah menetapkan target ambisius untuk adopsi energi terbarukan, implementasi di tingkat lokal masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan tantangan dalam mempercepat kebijakan transisi energi terbarukan di Lhokseumawe, Aceh, menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen yang melibatkan pemangku kepentingan kunci dan masyarakat setempat. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun Lhokseumawe memiliki potensi energi terbarukan yang signifikan dan cakupan utilitas publik yang luas, upaya lokal terhambat oleh pendanaan yang tidak mencukupi, ambiguitas regulasi, kesenjangan kapasitas teknis, dan praktik tradisional yang sangat mendalam seperti pengeboran minyak informal. Namun, perkembangan positif diamati dalam bentuk inisiatif perencanaan energi lokal, kemitraan publik-swasta, dan peningkatan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menekankan kebutuhan akan otoritas pemerintah lokal yang lebih kuat, pembiayaan inovatif, dan pemberdayaan masyarakat untuk menjembatani kesenjangan antara ambisi kebijakan nasional dan realitas lokal, memberikan wawasan praktis untuk transisi energi yang adil dan inklusif di Indonesia.
Studi ini menyoroti kemajuan dan tantangan yang tetap ada dalam mempercepat transisi energi terbarukan di Lhokseumawe, Aceh.Meskipun Indonesia telah membuat komitmen kebijakan yang signifikan untuk energi berkelanjutan - seperti yang ditunjukkan oleh adopsi Kebijakan Energi Nasional (KEN), RUEN, dan selaras dengan Perjanjian Paris - implementasi yang efektif di tingkat lokal tetap dibatasi oleh kombinasi hambatan regulasi, keuangan, teknis, dan sosial.Analisis tata kelola energi dan pengembangan fisik Lhokseumawe menunjukkan bagaimana perluasan urban dan pertumbuhan demografis yang cepat telah mendorong permintaan energi yang meningkat, tetapi ketergantungan pada sumber energi tradisional berbasis fosil tetap bertahan.Meskipun cakupan utilitas publik yang komprehensif dan keberadaan potensi energi terbarukan yang signifikan, sumber daya ini tetap tidak dimanfaatkan secara optimal karena pendanaan lokal yang terbatas, ambiguitas regulasi, dan kesadaran publik yang tidak memadai.Selain itu, praktik yang sangat mendalam seperti pengeboran minyak informal terus menimbulkan risiko keselamatan dan lingkungan sambil menyediakan mata pencaharian yang kritis bagi masyarakat setempat.Pada tingkat kebijakan, mekanisme untuk menerjemahkan strategi nasional menjadi tindakan lokal yang efektif belum sepenuhnya dioptimalkan.Pengembangan rencana energi regional (RUED) dan pengesahan peraturan lokal mewakili langkah-langkah penting, tetapi harus didukung oleh otoritas yang lebih kuat, pedoman yang jelas, model pembiayaan inovatif, dan pembangunan kapasitas berkelanjutan di tingkat regional.Penguatan peran pemerintah daerah dan pemberdayaan masyarakat sangat penting, karena aktor lokal berada dalam posisi terbaik untuk memahami kebutuhan spesifik konteks dan mendorong perubahan berkelanjutan.Peluang praktis ada, terutama melalui kemitraan dengan sektor swasta, insentif fiskal yang ditargetkan, dan integrasi inisiatif mikro-terbarukan yang didorong masyarakat.Untuk memanfaatkan peluang ini, sangat penting bagi pemerintah nasional dan lokal untuk berkoordinasi erat untuk memastikan implementasi kebijakan yang fleksibel, partisipasi publik yang inklusif, dan transfer pengetahuan yang efektif.Secara kesimpulan, percepatan transisi energi terbarukan di Lhokseumawe - dan Indonesia secara lebih luas - membutuhkan tidak hanya kerangka regulasi yang kuat dan kemajuan teknologi, tetapi juga pendekatan holistik yang menghargai kolaborasi, pemberdayaan lokal, dan investasi berkelanjutan dalam kesadaran publik.Dengan menjembatani kesenjangan antara ambisi nasional dan tindakan lokal, Lhokseumawe memiliki potensi untuk menjadi model transisi energi yang efektif, inklusif, dan tangguh di wilayah tersebut.
Untuk mempercepat transisi energi terbarukan di Lhokseumawe, Aceh, dan Indonesia secara lebih luas, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah nasional dan lokal, serta pemberdayaan masyarakat. Pemerintah nasional dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mengeluarkan regulasi dan standar, alih-alih hanya mengelola perizinan aplikatif. Daerah juga harus diberi fleksibilitas untuk menggunakan anggaran untuk infrastruktur EBT sesuai dengan potensi regional, bukan terbatas pada peraturan seragam secara nasional yang mungkin tidak memiliki potensi di daerah. Selain itu, perlu ada upaya untuk memperkuat otoritas pemerintah daerah dan meningkatkan kapasitas mereka dalam penerjemahan strategi nasional menjadi tindakan lokal yang efektif. Dengan demikian, Lhokseumawe dapat menjadi model transisi energi yang adil dan inklusif di wilayah tersebut.
- Full article: Series: Practical guidance to qualitative research. Part 1: Introduction. full article... tandfonline.com/doi/full/10.1080/13814788.2017.1375093Full article Series Practical guidance to qualitative research Part 1 Introduction full article tandfonline doi full 10 1080 13814788 2017 1375093
- Opportunities and Challenges in Accelerating Renewable Energy Transition: A Case Study of Lhokseumawe,... doi.org/10.69548/sinthop.v4.i1.36.103-112Opportunities and Challenges in Accelerating Renewable Energy Transition A Case Study of Lhokseumawe doi 10 69548 sinthop v4 i1 36 103 112
| File size | 290.26 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Sampel penelitian berjumlah 96 orang pegawai LPD yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pemanfaatan teknologiSampel penelitian berjumlah 96 orang pegawai LPD yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pemanfaatan teknologi
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA This underscores the increasing importance of EL in contemporary education for preparing individuals to face real-world challenges. The analysis revealsThis underscores the increasing importance of EL in contemporary education for preparing individuals to face real-world challenges. The analysis reveals
SINTHOPSINTHOP Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di ProvinsiPenyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Provinsi
SINTHOPSINTHOP Menurut Iqbal, negara tersebut harus dipandu oleh Al-Quran dan Sunnah, dengan hukum ilahi sebagai sumber otoritas tertinggi dan kepala negara sebagai pelaksananya.Menurut Iqbal, negara tersebut harus dipandu oleh Al-Quran dan Sunnah, dengan hukum ilahi sebagai sumber otoritas tertinggi dan kepala negara sebagai pelaksananya.
LETIGESLETIGES Guru berperan sebagai pendidik, motivator, dan fasilitator dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik dan upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkanGuru berperan sebagai pendidik, motivator, dan fasilitator dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik dan upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan
LETIGESLETIGES The research highlights the need for holistic rehabilitation programs that address not only legal aspects but also emotional and social support to reduceThe research highlights the need for holistic rehabilitation programs that address not only legal aspects but also emotional and social support to reduce
FISIPUNIGAFISIPUNIGA Kampung KB adalah sebuah model atau bentuk miniatur pelaksanaan total Program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dilingkungan BKKBN dan bersinergiKampung KB adalah sebuah model atau bentuk miniatur pelaksanaan total Program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dilingkungan BKKBN dan bersinergi
UNBUNB Untuk tindak lanjutnya perusahan harus berupaya untuk membuat pencatatan yang lebih rapih dan tepat, sesuai dengan prinsip pencatatan akuntansi biaya sehinggaUntuk tindak lanjutnya perusahan harus berupaya untuk membuat pencatatan yang lebih rapih dan tepat, sesuai dengan prinsip pencatatan akuntansi biaya sehingga
Useful /
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FMEA dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko TI yang ada pada SIASY. Dengan mengatasi masalahHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FMEA dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko TI yang ada pada SIASY. Dengan mengatasi masalah
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen risiko TI serta menjadi referensi praktis bagi pengelola Kampung KB dan pemerintah daerahPenelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen risiko TI serta menjadi referensi praktis bagi pengelola Kampung KB dan pemerintah daerah
ITNYITNY Penelitian ini berhasil merancang sistem water chiller untuk pengkondisian air hidroponik metode DFT, dengan waktu pendinginan 30 menit untuk mencapaiPenelitian ini berhasil merancang sistem water chiller untuk pengkondisian air hidroponik metode DFT, dengan waktu pendinginan 30 menit untuk mencapai
UNBUNB Kadar asam askorbat pada bagian kulit buah meningkat dengan pemberian GA3 dibandingkan dengan kontrol (G0), tetapi kadar asam askorbat pada bagian dagingKadar asam askorbat pada bagian kulit buah meningkat dengan pemberian GA3 dibandingkan dengan kontrol (G0), tetapi kadar asam askorbat pada bagian daging