YAYASANASSYIFAYAYASANASSYIFA

Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatJurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang kaya gizi, seperti ubi jalar (Ipomoea batatas L) dan labu kuning (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya terima puding berbahan ubi jalar dan labu kuning pada anak usia dini melalui uji organoleptik meliputi aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan jumlah responden sebanyak 30 anak TK di Desa Risa yang dipilih secara acak. Analisis data meliputi uji deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan One Way ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puding labu kuning memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi pada aspek rasa (4,00) dan warna (3,75) dibandingkan puding ubi jalar (3,13 dan 3,13). Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan signifikan pada atribut rasa (p = 0,038), sedangkan warna, aroma, dan tekstur tidak berbeda signifikan (p > 0,05). Uji ANOVA juga menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada semua atribut (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis puding dapat diterima dengan baik, dengan preferensi yang lebih tinggi terhadap puding berbahan dasar labu kuning.

Penelitian ini membuktikan bahwa puding berbahan dasar ubi jalar (Ipomoea batatas L) dan labu kuning (Cucurbita moschata) dapat diterima dengan baik oleh panelis anak usia dini.Analisis deskriptif menunjukkan bahwa puding labu kuning memperoleh rata-rata skor lebih tinggi pada atribut rasa dan warna dibandingkan puding ubi jalar.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis puding memiliki tingkat daya terima yang baik, dengan preferensi panelis cenderung lebih tinggi terhadap puding berbahan dasar labu kuning.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan formulasi PMT berbasis pangan lokal lainnya, seperti umbi-umbian atau buah-buahan, untuk menguji daya terima pada kelompok usia yang berbeda. Selain itu, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak konsumsi PMT ini terhadap penurunan angka stunting di tingkat komunitas. Peningkatan kandungan gizi atau variasi cita rasa produk juga menjadi arah penelitian penting untuk menjangkau lebih banyak preferensi konsumen.

  1. Hubungan Pola Pemberian makanan Pada Balita Dengan Kejadian Stunting di Desa Hilir Muara Wilayah Kerja... ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com/index.php/jpnmb/article/view/272Hubungan Pola Pemberian makanan Pada Balita Dengan Kejadian Stunting di Desa Hilir Muara Wilayah Kerja ejournal amirulbangunbangsapublishing index php jpnmb article view 272
  2. Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Stunting... ukinstitute.org/journals/2/jchs/article/view/4Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan PMT P Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Stunting ukinstitute journals 2 jchs article view 4
  3. Evaluasi peran pemerintah dalam menentukan angka stunting berdasarkan perpres 72 tahun 2021 | Jurnal... jurnal.iicet.org/index.php/j-edu/article/view/2804Evaluasi peran pemerintah dalam menentukan angka stunting berdasarkan perpres 72 tahun 2021 Jurnal jurnal iicet index php j edu article view 2804
  1. #pembangunan berkelanjutan#pembangunan berkelanjutan
  2. #pelestarian lingkungan#pelestarian lingkungan
Read online
File size347.21 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2gX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test