SINTHOPSINTHOP
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaSinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaPenelitian ini mengkaji penggunaan strategis Instagram oleh Pusat Spiritualitas dan Moderasi Beragama (PKMB) UIN Ar-Raniry dalam mempromosikan moderasi beragama di kalangan pemuda Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan analisis konten kualitatif, penelitian ini menganalisis semua unggahan, cerita, dan fitur interaktif yang dipublikasikan pada akun Instagram PKMB selama periode enam bulan, dilengkapi dengan wawasan komparatif dari akun-akun lain yang berfokus pada moderasi (@moderasi_beragama dan @mubadalah.id). Temuan menunjukkan bahwa PKMB menggunakan beragam jenis konten—termasuk infografis edukasi, kutipan inspiratif dari tokoh agama, video pendek, dan fitur interaktif—untuk menyampaikan pesan toleransi, dialog antaragama, dan penolakan ekstremisme. Pola keterlibatan audiens mengindikasikan dukungan luas terhadap pesan-pesan ini, terutama ketika konten menarik secara visual, relevan, dan disertai peluang partisipasi langsung. Namun, beberapa tanggapan kritis menyoroti tantangan berkelanjutan terkait skeptisisme dan negosiasi identitas keagamaan di ruang digital. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi yang berpusat pada pemuda, dialogis, dan dinamis secara visual sangat efektif dalam mendorong keterlibatan digital dan internalisasi nilai-nilai moderasi. Wawasan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan yang berupaya menumbuhkan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis melalui jangkauan keagamaan digital.
Studi ini menunjukkan bahwa akun Instagram PKMB UIN Ar-Raniry efektif dalam mempromosikan moderasi beragama di kalangan pemuda Indonesia melalui konten edukatif, inspiratif, dan interaktif yang berfokus pada toleransi dan dialog antaragama.Meskipun mendapatkan dukungan luas, terdapat tantangan dalam menanggapi skeptisisme dan memastikan interpretasi pesan moderasi selaras dengan nilai-nilai agama inti.Pendekatan PKMB yang berpusat pada pemuda dan dialogis terbukti efektif dalam membangun komunitas yang toleran, namun penelitian lanjutan perlu memperluas cakupan ke platform dan metode lain untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Studi yang sudah dilakukan ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana Instagram digunakan untuk menyebarkan pesan moderasi beragama kepada pemuda. Namun, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, akan sangat menarik untuk menggali lebih jauh bagaimana sebenarnya pesan-pesan moderasi beragama ini tidak hanya diterima, tetapi juga benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pemuda yang menjadi pengikut akun media sosial tersebut. Kita bisa melakukan wawancara mendalam atau diskusi kelompok terarah dengan mereka, bukan hanya melihat jumlah suka atau komentar, untuk memahami perubahan sikap atau perilaku yang mungkin terjadi. Pertanyaan penelitiannya bisa seperti: Bagaimana pengalaman langsung dan pemahaman pribadi para pemuda yang aktif mengikuti akun PKMB UIN Ar-Raniry di Instagram memengaruhi pandangan mereka tentang moderasi beragama, dan apakah ada perubahan perilaku nyata dalam interaksi sosial mereka sehari-hari? Kedua, karena ada beberapa tanggapan yang skeptis atau kritis, penting untuk meneliti lebih lanjut mengapa pandangan ini muncul dan bagaimana pesan moderasi bisa disesuaikan agar lebih efektif menjangkau kelompok tersebut. Kita bisa mempertimbangkan pertanyaan: Apakah pola keterlibatan dan tingkat skeptisisme pemuda terhadap pesan moderasi beragama di media sosial berubah seiring waktu, dan faktor-faktor apa saja yang paling berperan dalam membentuk atau mengubah pandangan mereka? Terakhir, mengingat ada berbagai cara institusi mempromosikan moderasi di media sosial, penelitian bisa membandingkan secara lebih rinci strategi yang berbeda—seperti penggunaan humor, narasi pribadi, atau pendekatan yang lebih akademis—untuk melihat mana yang paling cocok dan efektif untuk berbagai kelompok pemuda di platform yang berbeda, misalnya Instagram dibandingkan TikTok atau YouTube. Ini akan membantu dalam merancang kampanye yang lebih tepat sasaran di masa depan.
- Does Internet Use Affect Engagement? A Meta-Analysis of Research: Political Communication: Vol 26, No... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10584600902854363Does Internet Use Affect Engagement A Meta Analysis of Research Political Communication Vol 26 No tandfonline doi abs 10 1080 10584600902854363
- Promoting Religious Moderation among Indonesian Youth: A Content Analysis of PKMB UIN Ar-Raniry’s... journal.sinthop.org/index.php/ojs/article/view/24Promoting Religious Moderation among Indonesian Youth A Content Analysis of PKMB UIN Ar RaniryAos journal sinthop index php ojs article view 24
| File size | 294.27 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penerapan nilai-nilai moderasi, seperti toleransi, keseimbangan, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman, terbukti mampu memperkuat kohesi sosialPenerapan nilai-nilai moderasi, seperti toleransi, keseimbangan, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman, terbukti mampu memperkuat kohesi sosial
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Tantangan di era digital, seperti paparan konten intoleransi, keterbatasan waktu orang tua, dan perbedaan pemahaman tentang moderasi beragama, menekankanTantangan di era digital, seperti paparan konten intoleransi, keterbatasan waktu orang tua, dan perbedaan pemahaman tentang moderasi beragama, menekankan
STAINUPASTAINUPA Sebagai lembaga pendidikan bersejarah dan fundamental di Indonesia, Pondok Pesantren (Ponpes) berfungsi krusial dalam membentuk nilai-nilai dan spiritualSebagai lembaga pendidikan bersejarah dan fundamental di Indonesia, Pondok Pesantren (Ponpes) berfungsi krusial dalam membentuk nilai-nilai dan spiritual
PAYUNGIPAYUNGI Salah satu cara untuk menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini adalah melalui kurikulum dalam pendidikan formal dan non-formal. Dalam kegiatan pendampinganSalah satu cara untuk menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini adalah melalui kurikulum dalam pendidikan formal dan non-formal. Dalam kegiatan pendampingan
ULUMUNAULUMUNA Penelitian ini mengeksaminasi transformasi epistemologis pesantren dalam mendorong moderasi Islam di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif yang menggabungkanPenelitian ini mengeksaminasi transformasi epistemologis pesantren dalam mendorong moderasi Islam di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif yang menggabungkan
SAINTISPUBSAINTISPUB Strategi seperti pembelajaran reflektif, praktik spiritual inklusif, proyek kolaboratif lintas identitas, dan pemanfaatan seni tradisional berhasil meningkatkanStrategi seperti pembelajaran reflektif, praktik spiritual inklusif, proyek kolaboratif lintas identitas, dan pemanfaatan seni tradisional berhasil meningkatkan
UIN MATARAMUIN MATARAM Temuan menunjukkan bahwa penerapan moderasi beragama dalam pendidikan Islam dapat memperkuat inklusivitas dan mendorong nilai-nilai toleransi, dialog,Temuan menunjukkan bahwa penerapan moderasi beragama dalam pendidikan Islam dapat memperkuat inklusivitas dan mendorong nilai-nilai toleransi, dialog,
STISNQSTISNQ Saat mereka konsisten menjalankan ajaran-ajaran Allah swt, maka saat itulah mereka menjadi umat terbaik dan terpilih. Sifat ini telah menjadikan umat IslamSaat mereka konsisten menjalankan ajaran-ajaran Allah swt, maka saat itulah mereka menjadi umat terbaik dan terpilih. Sifat ini telah menjadikan umat Islam
Useful /
UKSWUKSW Studi menunjukkan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dalam membentuk keputusan finansial yang lebih baik. Berbeda dengan penelitian sebelumnyaStudi menunjukkan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dalam membentuk keputusan finansial yang lebih baik. Berbeda dengan penelitian sebelumnya
IAIDUKANDANGANIAIDUKANDANGAN Siswa memberikan persepsi positif terhadap model ini karena meningkatkan partisipasi, meskipun terdapat dampak negatif berupa ketergantungan beberapa siswaSiswa memberikan persepsi positif terhadap model ini karena meningkatkan partisipasi, meskipun terdapat dampak negatif berupa ketergantungan beberapa siswa
IAIDUKANDANGANIAIDUKANDANGAN Tujuannya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, dan melibatkan wawancara dengan guru untukTujuannya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, dan melibatkan wawancara dengan guru untuk
SAINTISPUBSAINTISPUB Fokus utamanya meliputi pemahaman pendidik terhadap teknologi asistif, identifikasi jenis teknologi yang dibutuhkan, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur,Fokus utamanya meliputi pemahaman pendidik terhadap teknologi asistif, identifikasi jenis teknologi yang dibutuhkan, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur,