SINTHOPSINTHOP
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaSinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaArtikel ini mengkaji peran Istihsan sebagai metode fleksibilitas ijtihad dalam menetapkan hukum Islam, khususnya terkait awal bulan qamariyah, serta meninjau posisi empat mazhab utama (Hanafi, Maliki, Hanbali, dan Syafii) dalam penerapannya. Istihsan, yang secara etimologis berarti menganggap sesuatu lebih baik, masih menjadi metode yang diperdebatkan di kalangan ulama ushul fiqh, meskipun tetap digunakan secara praktis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana Istihsan berfungsi sebagai katalisator ijtihad dalam penerapan ilmu falak, terutama dalam menentukan awal bulan qamariyah, serta memberikan solusi potensial untuk menyatukan perbedaan di kalangan umat Islam. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini memanfaatkan sumber primer dari dokumen fiqh terkait Istihsan dan ilmu falak, dilengkapi literatur sekunder. Temuan menunjukkan bahwa mazhab Hanafi, Maliki, dan sebagian Hanbali menerima Istihsan dengan definisi dan penerapan praktis yang bervariasi. Sebaliknya, mazhab Syafii menolak Istihsan karena dianggap sebagai ijtihad subjektif yang tidak memiliki landasan tekstual yang kuat. Namun demikian, Istihsan berperan sebagai dasar fleksibilitas hukum Islam yang memungkinkan hukum Islam merespons tantangan kontemporer secara efektif. Secara khusus, Istihsan menjadi jembatan antara metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan langsung). Metode ini memberikan solusi yang adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan, seperti memprioritaskan hisab jika rukyat diragukan, atau memprioritaskan rukyat demi menjaga persatuan umat. Secara praktis, penerapan Istihsan diwujudkan melalui kolaborasi terpadu antara ulama, ahli falak, dan lembaga pemerintah, dengan tetap mematuhi nash qathi dan kemaslahatan umum (maslahah mursalah).
Penelitian ini menunjukkan bahwa Istihsan merupakan metode ijtihad yang fleksibel dan efektif dalam menentukan awal bulan qamariyah, meskipun masih diperdebatkan oleh sebagian ulama.Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali menerima Istihsan karena pertimbangan kemaslahatan dan praktikalitasnya, sementara mazhab Syafii menolaknya sebagai metode hukum karena dianggap tidak memiliki dasar tekstual yang jelas.Istihsan berperan penting dalam merekonsiliasi perbedaan antara metode hisab dan rukyat, serta mendukung persatuan umat melalui kolaborasi antara ulama, ahli falak, dan pemerintah, sebagaimana dicontohkan dalam sidang isbat di Indonesia.
Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana konsep Istihsan dapat diterapkan dalam sistem penentuan awal bulan qamariyah yang terintegrasi secara digital, misalnya dengan mengembangkan platform berbasis data astronomis dan fatwa fiqh secara real-time untuk mempercepat keputusan yang bersifat maslahah. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana masyarakat Muslim lintas negara dapat mencapai kesepakatan bersama dalam menggunakan kriteria falak tertentu berdasarkan prinsip Istihsan, sehingga perayaan hari besar Islam dapat dilakukan secara serentak tanpa mengorbankan otoritas lokal. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas sidang isbat yang melibatkan ulama, ilmuwan, dan pemerintah dalam membangun kepercayaan publik, serta bagaimana prinsip Istihsan dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan keagamaan untuk membentuk pemahaman yang lebih inklusif dan adaptif terhadap dinamika ilmu pengetahuan dan sosial.
- Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. ijtihad dalil qath kajian islam samarah jurnal... doi.org/10.22373/sjhk.v1i2.2379Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam ijtihad dalil qath kajian islam samarah jurnal doi 10 22373 sjhk v1i2 2379
- Penolakan Imam Syafi'i Terhadap Istihsan Sebagai Salah Satu Metode Istinbath Hukum Islam | Al-Risalah:... shariajournals-uinjambi.ac.id/index.php/al-risalah/article/view/379Penolakan Imam Syafii Terhadap Istihsan Sebagai Salah Satu Metode Istinbath Hukum Islam Al Risalah shariajournals uinjambi ac index php al risalah article view 379
| File size | 348.13 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINGAWIIAINGAWI Hingga kini, lembaga ini berkembang menjadi UIN dan menghadapi tantangan besar di era globalisasi, terutama dalam menghadapi perkembangan ilmu dan teknologiHingga kini, lembaga ini berkembang menjadi UIN dan menghadapi tantangan besar di era globalisasi, terutama dalam menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi
IAINGAWIIAINGAWI Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan antara pesantren yang menerapkan segregasi horizontal dengan yang masih mempertahankan segregasi vertikal, untukTerakhir, studi komparatif dapat dilakukan antara pesantren yang menerapkan segregasi horizontal dengan yang masih mempertahankan segregasi vertikal, untuk
IAINGAWIIAINGAWI Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah yang terdapat dalam arsitekturMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah yang terdapat dalam arsitektur
IAINGAWIIAINGAWI Dalam pandangan konseling Islam, pengemis dikategorikan sebagai hamba yang kufur nikmat—tidak memanfaatkan fitrah dan potensi yang diberikan Allah untukDalam pandangan konseling Islam, pengemis dikategorikan sebagai hamba yang kufur nikmat—tidak memanfaatkan fitrah dan potensi yang diberikan Allah untuk
IAINGAWIIAINGAWI Al-Quran memiliki keunikan dan keindahan bahasa yang tidak tertandingi oleh kitab suci lainnya. Salah satu keindahan tersebut terletak pada struktur al-AmrAl-Quran memiliki keunikan dan keindahan bahasa yang tidak tertandingi oleh kitab suci lainnya. Salah satu keindahan tersebut terletak pada struktur al-Amr
IAINGAWIIAINGAWI Variabel input yang digunakan adalah aset, total simpanan dan biaya operasional. Adapun variabel output yang digunakan adalah pendapatan operasional danVariabel input yang digunakan adalah aset, total simpanan dan biaya operasional. Adapun variabel output yang digunakan adalah pendapatan operasional dan
IAINGAWIIAINGAWI Penelitian ini difokuskan tentang peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam sosialisasi kepada masyarakat tentang perkawinan beda agama pasca putusan MahkamahPenelitian ini difokuskan tentang peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam sosialisasi kepada masyarakat tentang perkawinan beda agama pasca putusan Mahkamah
IAINGAWIIAINGAWI Hadis pertama secara eksplisit memerintahkan kepada orang tua untuk berbuat adil terhadap anak-anaknya dalam hal pemberian. Dalam memahami hadis ini mayoritasHadis pertama secara eksplisit memerintahkan kepada orang tua untuk berbuat adil terhadap anak-anaknya dalam hal pemberian. Dalam memahami hadis ini mayoritas
Useful /
SINTHOPSINTHOP This approach reflects its organizational role as a state information agency and is supported by routines that prioritize official sources and state agendas.This approach reflects its organizational role as a state information agency and is supported by routines that prioritize official sources and state agendas.
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Keterbatasan penelitian mencakup pembatasan pertemuan lebih dari sepuluh orang oleh pemerintah negara bagian akibat pandemi, yang menghambat interaksiKeterbatasan penelitian mencakup pembatasan pertemuan lebih dari sepuluh orang oleh pemerintah negara bagian akibat pandemi, yang menghambat interaksi
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Keterbatasan: Penelitian hanya mencakup tiga pelabuhan kering Ethiopia dan tidak mencakup pelabuhan lain di negara tersebut. Kontribusi: Studi ini menyarankanKeterbatasan: Penelitian hanya mencakup tiga pelabuhan kering Ethiopia dan tidak mencakup pelabuhan lain di negara tersebut. Kontribusi: Studi ini menyarankan
IAINGAWIIAINGAWI Atas dasar itu, para ulama berbeda pendapat; ada yang membolehkan tetapi ada yang mengharamkan. Dari sudut pandang maqashid al‑syariah, zawaj al‑misyarAtas dasar itu, para ulama berbeda pendapat; ada yang membolehkan tetapi ada yang mengharamkan. Dari sudut pandang maqashid al‑syariah, zawaj al‑misyar