AMIKVETERANAMIKVETERAN
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaJurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX A pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Muaro Jambi dengan menggunakan media Video Based Learning (VBL). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan empat tahap, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX A yang berjumlah 20 siswa. Penerapan media Video Based Learning menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap siklus. Nilai motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 47,4% dengan kategori sedang, dan pada siklus II meningkat menjadi 66,9% dengan kategori tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media Video Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan menggunakan media Video Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.Motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan dari pra siklus (36,15%) menjadi siklus II (66,9%).Penerapan media ini juga membuat siswa lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga menunjukkan efektivitas Video Based Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh Video Based Learning terhadap pemahaman konsep Sejarah Kebudayaan Islam secara lebih mendalam, dengan fokus pada kemampuan siswa dalam menganalisis peristiwa sejarah dan menghubungkannya dengan konteks kehidupan modern. Kedua, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi efektivitas Video Based Learning pada materi pembelajaran lain di Madrasah Tsanawiyah, dengan mempertimbangkan karakteristik materi dan tingkat kesulitan yang berbeda. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model Video Based Learning yang lebih interaktif dan personalisasi, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menyesuaikan konten pembelajaran dengan gaya belajar masing-masing siswa, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar secara optimal.
| File size | 568.21 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-3g7 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UINSYAHADAUINSYAHADA Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto kabupaten Gorontalo. AdapunPenelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto kabupaten Gorontalo. Adapun
UINSYAHADAUINSYAHADA Selain itu, antusiasme siswa dalam proses belajar mengajar juga mengalami peningkatan secara konsisten. Secara keseluruhan, metode CRH memberikan perubahanSelain itu, antusiasme siswa dalam proses belajar mengajar juga mengalami peningkatan secara konsisten. Secara keseluruhan, metode CRH memberikan perubahan
UINSYAHADAUINSYAHADA Analisis kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah cukup baik hal tersebut terjadiAnalisis kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah cukup baik hal tersebut terjadi
UINSYAHADAUINSYAHADA Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran Mystery Box mampu meningkatkan kemampuan membaca huruf siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 LimbotoHasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran Mystery Box mampu meningkatkan kemampuan membaca huruf siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto
UINSYAHADAUINSYAHADA Pendidikan karakter sangat penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM), karena karakter yang baik dan buruk berkaitan erat dengan pendidikan seseorang.Pendidikan karakter sangat penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM), karena karakter yang baik dan buruk berkaitan erat dengan pendidikan seseorang.
UINSYAHADAUINSYAHADA Hal ini terlihat dari peningkatan presentase ketuntasan dari 20% (pre-siklus), 33% (siklus I), hingga 80% (siklus II). Pemilihan model pembelajaran yangHal ini terlihat dari peningkatan presentase ketuntasan dari 20% (pre-siklus), 33% (siklus I), hingga 80% (siklus II). Pemilihan model pembelajaran yang
UINSYAHADAUINSYAHADA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang dipakai yaitu Thiagarajan atau 4D.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang dipakai yaitu Thiagarajan atau 4D.
UINSYAHADAUINSYAHADA Riset ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang berlandaskan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart.Riset ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang berlandaskan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart.
Useful /
UNCMUNCM Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar matematikaAnalisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar matematika
UINSYAHADAUINSYAHADA Perkembangan psikologi peserta didik di MI/SD dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk usia, keluarga, teman sebaya, dan interaksiPerkembangan psikologi peserta didik di MI/SD dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk usia, keluarga, teman sebaya, dan interaksi
AMIKVETERANAMIKVETERAN Selanjutnya, nilai hasil lembar observasi peserta didik Siklus I Pertemuan 1, yaitu 70, nilai Siklus I Pertemuan II, yaitu 77,5, nilai Siklus II PertemuanSelanjutnya, nilai hasil lembar observasi peserta didik Siklus I Pertemuan 1, yaitu 70, nilai Siklus I Pertemuan II, yaitu 77,5, nilai Siklus II Pertemuan
AMIKVETERANAMIKVETERAN Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepala sekolah memiliki peran yang signifikan mulaiData dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepala sekolah memiliki peran yang signifikan mulai