STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI

Ta'lim : Jurnal Multidisiplin IlmuTa'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu

Jurnal ini membahas fenomena perceraian digital yang meningkat akibat penggunaan media sosial yang tidak bijak. Media sosial, yang awalnya dirancang untuk memperkuat hubungan sosial, kini kerap menjadi pemicu konflik rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan daring, kecemburuan digital, gangguan komunikasi, dan pelanggaran privasi merupakan faktor signifikan dalam retaknya rumah tangga di era digital. Pembahasan ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan literasi digital dan komunikasi antar pasangan guna mencegah perceraian akibat media sosial. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya peran lembaga konseling keluarga dan edukasi pranikah berbasis digital sebagai bentuk mitigasi sosial.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran yang signifikan dalam memengaruhi keharmonisan rumah tangga.Faktor-faktor seperti perselingkuhan daring, kecemburuan digital, disrupsi komunikasi, dan pelanggaran privasi menjadi penyebab utama meningkatnya angka perceraian di era teknologi.Media sosial adalah alat komunikasi modern yang membawa manfaat dan tantangan.Bijak dalam menggunakan media sosial dan membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga menjadi kunci untuk mencegah perceraian digital.Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang potensial terjadinya konflik.Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman mendalam dan kesepakatan bersama antar pasangan dalam menggunakan media sosial secara bijak.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: . . 1. Mengkaji lebih dalam dampak media sosial terhadap komunikasi pasangan suami istri, khususnya dalam konteks budaya dan norma sosial di Indonesia. Bagaimana media sosial mempengaruhi interaksi dan komunikasi dalam konteks budaya lokal, dan apakah ada strategi komunikasi yang dapat diterapkan untuk mencegah konflik dalam rumah tangga?. . 2. Meneliti peran dan efektivitas konseling keluarga berbasis digital dalam mencegah perceraian. Bagaimana konseling digital dapat membantu pasangan dalam mengatasi konflik yang disebabkan oleh media sosial, dan apakah ada metode atau pendekatan tertentu yang lebih efektif dalam konteks Indonesia?. . 3. Menganalisis faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi penggunaan media sosial dalam rumah tangga. Apakah ada perbedaan dalam penggunaan media sosial antara pasangan yang berasal dari latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda, dan apakah ada pengaruh budaya tertentu yang memengaruhi cara pasangan menggunakan media sosial dan berinteraksi di dalamnya?. . Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dan mengatasi dampak media sosial terhadap hubungan rumah tangga di era digital.

  1. Cheating, Breakup, and Divorce: Is Facebook Use to Blame? - Russell B. Clayton, Alexander Nagurney, Jessica... journals.sagepub.com/doi/full/10.1089/cyber.2012.0424Cheating Breakup and Divorce Is Facebook Use to Blame Russell B Clayton Alexander Nagurney Jessica journals sagepub doi full 10 1089 cyber 2012 0424
  1. #hubungan sosial#hubungan sosial
  2. #kualitatif deskriptif#kualitatif deskriptif
Read online
File size177.99 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2qn
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test