DINASTIREVDINASTIREV

Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik

Kabupaten Bima merupakan wilayah dengan keberagaman sosial dan budaya yang tinggi, namun dibalik itu rawan dengan potensi konflik baik konflik horizontal, agraria, maupun konflik antar kelompok masyarakat. Penyelesaian konflik yang mengandalkan pendekatan hukum positif sering kali tidak efektif dalam meredam akar masalah dan memulihkan hubungan sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk konflik di Kabupaten Bima dan ingin mengetahui penanganan konflik berbasis kearifan lokal “mbolo weki di Kabupaten Bima. Metode yang digunakan berupa penelitian hukum empiris dengan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Sumber data meliputi data primer berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, data sekunder berupa literatur, norma hukum, dan putusan-putusan hakim yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Bima seringkali berkepanjangan akibat kurangnya pemulihan dan relasi sosial. Namun, dengan pendekatan penanganan dan penyelesaian berbasis kearifan lokal “mbolo weki seperti musyawarah adat, dialog kebudayaan, kesetaraan, dan keterlibatan penegak hukum, tokoh masyarakat mampu membangun rekonsiliasi yang mendalam dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, serta memperkuat solidaritas sosial. Kesimpulannya, pendekatan “mbolo weki menjadi penting untuk terus dilakukan dalam penanganan dan penyelesaian konflik, pendekatan penanganan konflik berbasis budaya lokal, tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga dimensi sosial dan moral masyarakat Bima.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasa di atas, maka dapatlah disimpulkan sebagaimana berikut ini.1) Bentuk konflik yang terjadi di Kabupaten Bima umumnya bersifat horizontal, mulai dari konflik antar desa, warga, konflik antar kelompok pemuda, konflik kepentingan, politik, konflik santet, sangketa lahan, pemanah misterius, etnis hingga konflik yang berakar budaya kebiasaan “ndempa ndiha di Desa Belo Kabupaten Bima.Munculnya konflik karena persoalan ekonomi, dendam, percintaan, kepentingan politik, perbedaan persepsi, penegak hukum, serta lemahnya komunikasi sosial.Pola konflik tersebut sering kali berulang karena belum sepenuhnya terselesaikan melalui pendekatan formal, sehingga menimbulkan ketegangan sosial yang berkepanjangan di tengah masyarakat.2) Kearifan lokal “mbolo weki terbukti menjadi mekanisme penyelesaian konflik yang efektif dalam masyarakat Bima karena mengedepankan prinsip musyawarah, mufakat, kejujuran, dan rekonsiliasi berbasis nilai budaya lokal.Selain relevan dengan pendekatan restorative justice, praktik ini juga mendapat legitimasi dari berbagai regulasi nasional yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalur kekeluargaan dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat secara aktif.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mempelajari lebih dalam tentang mekanisme dan implementasi pendekatan kearifan lokal mbolo weki dalam penanganan konflik di Kabupaten Bima, termasuk peran serta masyarakat dan tokoh adat dalam proses ini. 2. Mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana mbolo weki dapat menjadi model alternatif dalam penyelesaian konflik sosial, khususnya dalam konteks masyarakat Bima, dan bagaimana hal ini dapat diterapkan di daerah lain dengan budaya dan konteks yang berbeda. 3. Meneliti lebih lanjut tentang dampak jangka panjang dari pendekatan mbolo weki terhadap perdamaian dan stabilitas sosial di Kabupaten Bima, serta bagaimana pendekatan ini dapat membantu mencegah dan mengurangi konflik berulang di masa depan.

  1. Penyelesaian Konflik Pertanahan Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Barat | Asmara |... jurnal.ugm.ac.id/jmh/article/view/16215Penyelesaian Konflik Pertanahan Berbasis Nilai Nilai Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Barat Asmara jurnal ugm ac jmh article view 16215
  2. TINJAUAN YURIDIS PERAN BRIGADE MOBIL (BRIMOB) DALAM MENANGANI KONFLIK BERSENJATA DI WILAYAH PAPUA DIHUBUNGKAN... doi.org/10.36805/jjih.v7i1.2293TINJAUAN YURIDIS PERAN BRIGADE MOBIL BRIMOB DALAM MENANGANI KONFLIK BERSENJATA DI WILAYAH PAPUA DIHUBUNGKAN doi 10 36805 jjih v7i1 2293
  3. Resolusi Konflik Berbasis Adat: Studi Peran Tokoh Adat dalam Menyelesaikan Konflik Sosial di Pulau Sumbawa... doi.org/10.71094/simpul.v1i1.67Resolusi Konflik Berbasis Adat Studi Peran Tokoh Adat dalam Menyelesaikan Konflik Sosial di Pulau Sumbawa doi 10 71094 simpul v1i1 67
  4. Mbolo Rasa Sebagai Produktivitas Budaya Dalam Merawat Moderasi Antar Umat Beragama | Al-Qalam: Jurnal... journal.uiad.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/3277Mbolo Rasa Sebagai Produktivitas Budaya Dalam Merawat Moderasi Antar Umat Beragama Al Qalam Jurnal journal uiad ac index php al qalam article view 3277
Read online
File size390.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test