NURISNURIS

Journal of Linguistics and Social StudiesJournal of Linguistics and Social Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perempuan dewasa awal dalam membentuk citra diri ketika menghadapi acne vulgaris. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis, dengan mewawancarai dua partisipan perempuan berusia 19–25 tahun untuk memahami persepsi, emosi, dan strategi koping mereka terhadap jerawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerawat berdampak negatif pada citra tubuh, menimbulkan rasa malu, rendah diri, serta memicu konflik internal antara penerimaan diri dan tekanan sosial. Partisipan menggunakan berbagai strategi seperti skincare, makeup, serta mencari dukungan sosial sebagai bentuk adaptasi emosional. Lingkungan sosial, terutama komentar negatif, memperkuat ketidakpuasan terhadap tubuh, namun dukungan dari teman dan keluarga terbukti memperkuat ketahanan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jerawat bukan sekadar masalah fisik, melainkan persoalan psikososial yang kompleks dan perlu ditanggapi secara lebih empatik dalam pendekatan budaya dan relasi sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dewasa muda yang mengalami acne vulgaris menghadapi tantangan signifikan dalam membentuk citra diri yang positif.Kondisi kulit yang dianggap tidak ideal menimbulkan ketidakpuasan, rasa malu, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.Dukungan sosial dari teman dan keluarga menjadi aspek penting yang membantu mereka bertahan secara emosional dan mendorong proses penerimaan diri.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan partisipan yang lebih beragam, termasuk berbagai usia, latar belakang sosial ekonomi, dan tingkat keparahan jerawat, untuk memperluas pemahaman tentang pengalaman individu. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar dapat digunakan untuk menguji validitas temuan kualitatif dan mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap citra tubuh pada perempuan dengan acne vulgaris. Terakhir, pengembangan intervensi psikologis yang spesifik, seperti kelompok dukungan atau terapi kognitif perilaku, dapat dieksplorasi untuk membantu perempuan mengatasi dampak negatif jerawat terhadap citra diri dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendekatan yang lebih holistik dan empatik terhadap masalah jerawat, tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga dari perspektif psikologis dan sosial.

  1. If I Had Your Face: Gambaran Citra Tubuh pada Wanita yang Mengalami Acne Vulgaris | Islamiyah | Journal... doi.org/10.52620/jls.v2i2.191If I Had Your Face Gambaran Citra Tubuh pada Wanita yang Mengalami Acne Vulgaris Islamiyah Journal doi 10 52620 jls v2i2 191
  2. Wolters Kluwer. wolters kluwer note browser support javascript press resume button once proceed doi.org/10.1097/01.ewx.0000450678.40084.23Wolters Kluwer wolters kluwer note browser support javascript press resume button once proceed doi 10 1097 01 ewx 0000450678 40084 23
  3. Hubungan tingkat kepercayaan diri dan jerawat (Acne vulgaris) pada siswa-siswi kelas XII di SMA Negeri... doi.org/10.35790/ebm.4.1.2016.12137Hubungan tingkat kepercayaan diri dan jerawat Acne vulgaris pada siswa siswi kelas XII di SMA Negeri doi 10 35790 ebm 4 1 2016 12137
Read online
File size201.89 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test