RADEN WIJAYARADEN WIJAYA

Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya

Saat ini, pengembangan desa wisata menjadi upaya utama desa-desa di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan sendiri. Salah satu desa wisata di Kabupaten Banyumas yang telah mendapat pengakuan nasional adalah Desa Wisata Pekunden. Desa ini memiliki berbagai daya tarik, salah satunya adalah Kampoeng Nopia Mino, daya tarik unggulannya. Keunggulan daya tarik ini disebabkan oleh proses manajemen yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses manajemen Kampoeng Nopia Mino dalam meningkatkan pendapatan asli desa di Desa Pekunden. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan interpretasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Kampoeng Nopia Mino sebagai daya tarik di Desa Wisata Pekunden adalah sebagai berikut. (1) Proses perencanaan dilaksanakan dengan baik, meskipun belum optimal. (2) Memiliki struktur organisasi yang jelas, dengan penerapan model hexahelix. (3) Kegiatan manajemen berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. (4) Proses pengawasan melibatkan masyarakat melalui pertemuan rutin untuk mengevaluasi manajemen. Keberadaan Kampoeng Nopia Mino diharapkan dapat menginspirasi kelompok kerja lainnya di Desa Wisata Pekunden, serta mendorong upaya optimal dalam manajemennya untuk mewujudkan visi jangka panjang.

Berdasarkan hasil telaah data yang ada, pengelolaan daya tarik Kampoeng Nopia Mino di Desa Wisata Pekunden Kabupaten Banyumas telah dilakukan dengan berlandaskan fungsi-fungsi manajemen milik George R.Hal tersebut dibuktikan dengan tahap-tahap yang dilakukan dalam kegiatan pengelolaan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penerapan, serta pengawasan.Setiap aspek yang ada telah terpenuhi secara baik.Hanya saja dalam proses perencanaan Kampoeng Nopia Mino masih mengalami hambatan yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengembangan Kampoeng Nopia Mino.Hal ini terjadi karena adanya perbedaan latar belakang pendidikan.Masyarakat Desa Pekunden memiliki latar belakang pendidikan yang heterogen sehingga pemahaman mengenai hal tersebut masih membutuhkan pembinaan yang berkesinambungan.Pada aspek penerapan, Kampoeng Nopia Mino telah melakukannya dengan baik dan efektif.Untuk aspek pengorganisasian serta aspek pengawasan dalam kegiatan Desa Wisata Pekunden maupun Pokja Kampoeng Nopia Mino telah dilakukan dengan baik dan optimal.Dengan demikian, seluruh aspek yang ada telah terpenuhi, hanya saja di beberapa aspek masih belum optimal dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi promosi dan pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kampoeng Nopia Mino. Kedua, penelitian dapat fokus pada analisis kontribusi ekonomi desa wisata terhadap pembangunan desa, khususnya dalam hal peningkatan pendapatan asli desa. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengembangan Kampoeng Nopia Mino, serta dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat setempat.

  1. Journal Politique. journal politique original title jurnal short frequency issues year january july doi... doi.org/10.15642/politiqueJournal Politique journal politique original title jurnal short frequency issues year january july doi doi 10 15642 politique
Read online
File size204.59 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test