ARIMSIARIMSI

Bilangan : Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan AngkasaBilangan : Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa

Kegiatan peledakan dan crushing merupakan tahapan penting dalam proses penambangan batugamping. Namun, kedua tahapan ini berpotensi menyebabkan kehilangan volume material akibat faktor teknis maupun kondisi geologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume hasil peledakan, volume hasil crushing, serta besaran kehilangan volume yang terjadi pada rangkaian proses tersebut. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer berupa geometri peledakan, pola peledakan, produksi unit crushing, serta data sekunder seperti geologi regional dan spesifikasi alat. Dari 15 kali kegiatan peledakan selama periode Oktober–Desember 2024, diperoleh total volume hasil peledakan sebesar 71.691 ton, dengan nilai powder factor rata-rata 0,23 kg/m³. Sementara itu, total hasil secondary crushing adalah 71.575 ton. Perbandingan kedua volume tersebut menunjukkan adanya kehilangan produksi yang disebabkan oleh faktor fragmentasi yang tidak optimal, kondisi batuan, efisiensi kerja unit crushing, serta hambatan operasional di lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam optimasi desain peledakan dan pengaturan operasi crushing agar kehilangan volume dapat diminimalkan dan produktivitas tambang meningkat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kehilangan volume batugamping pada rangkaian proses peledakan dan crushing dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknis, terutama kualitas fragmentasi hasil peledakan, efisiensi kerja unit crushing, serta hambatan operasional di lapangan.Analisis terhadap 15 kegiatan peledakan menunjukkan adanya selisih antara volume hasil peledakan dan volume hasil secondary crushing, yang mengindikasikan adanya kehilangan produksi yang signifikan.Temuan ini menegaskan pentingnya optimasi desain peledakan dan peningkatan efisiensi crushing untuk meminimalkan kehilangan volume serta meningkatkan produktivitas penambangan batugamping.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh variasi geometri peledakan terhadap kualitas fragmentasi batugamping, dengan mempertimbangkan parameter seperti burden, spacing, dan powder factor. Penelitian ini dapat menggunakan simulasi numerik atau percobaan lapangan terkontrol untuk mengidentifikasi konfigurasi peledakan yang optimal. Kedua, penting untuk menginvestigasi hubungan antara karakteristik batuan (seperti kekerasan, kekaratan, dan struktur internal) dengan efisiensi proses crushing. Studi ini dapat melibatkan analisis laboratorium terhadap sampel batuan dan pemodelan matematis untuk memprediksi kinerja crushing berdasarkan sifat-sifat batuan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan strategi mitigasi kehilangan volume yang lebih efektif, misalnya dengan mengoptimalkan jadwal perawatan alat, meningkatkan koordinasi antara tim peledakan dan crushing, serta menerapkan sistem monitoring real-time untuk mendeteksi dan mengatasi hambatan operasional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas penambangan batugamping secara berkelanjutan.

  1. Studi Kehilangan Volume Batugamping pada Kegiatan Peledakan dan Crushing di PT. Yusrina Borneo Quantum... doi.org/10.62383/bilangan.v3i6.867Studi Kehilangan Volume Batugamping pada Kegiatan Peledakan dan Crushing di PT Yusrina Borneo Quantum doi 10 62383 bilangan v3i6 867
  1. #metode integral lipat#metode integral lipat
  2. #optimasi desain#optimasi desain
Read online
File size644.7 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2m4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test