PKRPKR

JURNAL IBU DAN ANAKJURNAL IBU DAN ANAK

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama telah diidentifikasi sebagai intervensi penting untuk mencegah stunting. Namun, praktik ASI eksklusif masih belum optimal, termasuk di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan status gizi balita stunting di Desa Batu Merah, Kota Ambon. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling pada 22 balita stunting. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran tinggi badan menurut umur, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan status gizi balita stunting (p = 0,017). Balita yang tidak menerima ASI eksklusif lebih berisiko mengalami stunting berat. Promosi dan edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif perlu ditingkatkan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan tingkat keparahan stunting pada balita di Desa Batu Merah, Kota Ambon.Balita yang tidak menerima ASI eksklusif berisiko lebih tinggi mengalami stunting berat.Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan intervensi krusial untuk mencegah stunting, sehingga promosi dan edukasi berkelanjutan tentang manfaatnya sangat dibutuhkan.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pemahaman yang lebih dalam mengenai faktor-faktor kompleks di luar pemberian ASI eksklusif yang memengaruhi stunting di Kota Ambon. Studi ini bisa menyelidiki bagaimana latar belakang sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan ibu, serta persepsi budaya masyarakat Ambon terhadap praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dapat saling berinteraksi dan memengaruhi keputusan ibu dalam memberikan ASI eksklusif, serta dampaknya secara langsung terhadap status gizi balita. Pertanyaan penelitian bisa mencakup: Bagaimana kombinasi faktor sosioekonomi, pendidikan, dan budaya lokal membentuk pola pemberian ASI dan MPASI yang berkorelasi dengan tingkat stunting di Ambon? Selain itu, penting juga untuk mengevaluasi efektivitas program-program promosi dan edukasi ASI eksklusif yang saat ini berjalan atau yang baru akan diterapkan oleh pemerintah dan lembaga kesehatan setempat. Penelitian dapat dirancang untuk melihat apakah program-program tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku positif ibu menyusui, serta apakah perubahan tersebut berkorelasi signifikan dengan penurunan angka stunting di wilayah yang menjadi target. Ini bisa dilakukan melalui studi intervensi dengan kelompok kontrol untuk mengukur dampak nyata. Terakhir, mengingat penelitian ini bersifat cross-sectional, studi longitudinal yang mengikuti sekelompok bayi sejak lahir hingga usia balita akan sangat bermanfaat. Dengan mengamati perjalanan tumbuh kembang anak secara berkala, penelitian ini dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang hubungan kausal antara praktik pemberian ASI eksklusif di awal kehidupan dan timbulnya stunting, serta mengidentifikasi titik intervensi paling efektif untuk pencegahan jangka panjang.

  1. #makanan pendamping asi#makanan pendamping asi
  2. #budaya lokal#budaya lokal
Read online
File size264.7 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-3i3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test