IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA

Journal of Education and ResearchJournal of Education and Research

Perkembangan perdagangan elektronik dan dominasi media digital telah mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh celebrities authenticity terhadap urge to buy impulsively pada peserta didik kelas XII IPS SMAN 1 Driyorejo sebagai representasi Generasi Z yang aktif secara digital. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan teknik analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak WarpPLS terhadap data dari 106 responden yang diperoleh melalui kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrities authenticity berpengaruh positif dan signifikan terhadap urge to buy impulsively, menunjukkan bahwa persepsi terhadap keaslian selebritas digital mampu menimbulkan keterikatan emosional yang memicu pembelian spontan. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan Latent State-Trait Theory (LST) dengan menjelaskan interaksi antara faktor situasional digital dan kecenderungan pribadi dalam membentuk perilaku konsumsi impulsif generasi muda di era digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman baru tentang bagaimana stimulus digital membentuk perilaku impulsif dalam kerangka teori LST pada generasi muda.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keaslian selebritas digital (celebrities authenticity) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap dorongan pembelian impulsif (urge to buy impulsively) pada peserta didik SMAN 1 Driyorejo.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi peserta didik terhadap keaslian seorang selebritas digital, semakin besar pula dorongan mereka untuk melakukan pembelian secara spontan.Temuan ini mendukung kerangka Teori Latent State-Trait (LST), yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dibentuk oleh interaksi antara faktor situasional dan kecenderungan pribadi.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai jenis kolaborasi selebritas digital (misalnya, endorse berbayar versus non-berbayar) dan bagaimana hal ini memengaruhi perilaku pembelian impulsif generasi muda. Selain itu, penting untuk meneliti peran moderasi dari tingkat literasi digital peserta didik dalam hubungan antara keaslian selebritas dan dorongan pembelian impulsif, karena individu dengan literasi digital yang lebih tinggi mungkin lebih kritis dalam mengevaluasi informasi dan pengaruh dari selebritas digital. Terakhir, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan responden dari berbagai jenjang pendidikan dan latar belakang sosial ekonomi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena pembelian impulsif di kalangan generasi muda Indonesia.

  1. Celebrity Endorsement and Impulsive Buying Intentions in Social Commerce - The Case of Instagram in Indonesia:... services.igi-global.com/resolvedoi/resolve.aspx?doi=10.4018/JECO.2020010101Celebrity Endorsement and Impulsive Buying Intentions in Social Commerce The Case of Instagram in Indonesia services igi global resolvedoi resolve aspx doi 10 4018 JECO 2020010101
Read online
File size338.16 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test