STAIMAARIFSTAIMAARIF

Al-Fatih: Jurnal Studi IslamAl-Fatih: Jurnal Studi Islam

Manajemen pelatihan guru sangat penting untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di sekolah. Sebagai profesional, guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan bidang yang mereka pelajari agar proses pertumbuhan potensi peserta didik yang mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kemampuan untuk menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam dikenal sebagai kompetensi profesional. Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui tahapan manajemen pelatihan guru, 2) metode pelatihan yang efektif bagi guru, 3) manfaat pentingnya pelatihan guru, dan 4) mengetahui hasil evaluasi guru dalam pelatihan yang dilakukan. Hasil artikel ini berdasarkan pembahasaan yang telah dijelaskan dalam melaksanakan pelatihan manajemen guru ialah perlu meningkatkan keterampilan mengajar. Hal ini telah terbukti sebagai pelatihan efektif untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru, termasuk pengelolaan kelas, penggunaan teknologi, dan penerapan metode pengajaran interaktif. Selanjutnya, dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi siswa. Guru dengan pelatihan yang lebih baik cenderung meningkatkan prestasi siswa, sebagaimana dibuktikan dengan nilai penilaian akademik dan keterlibatan siswa yang lebih tinggi.

Manajemen pelatihan guru terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan mengajar, seperti pengelolaan kelas, penerapan teknologi, dan metode pengajaran interaktif.Peningkatan kompetensi guru ini memberikan dampak positif langsung pada prestasi akademik dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan serta evaluasi yang menyeluruh merupakan aspek krusial untuk menjaga dan mengembangkan kompetensi profesional guru seiring dengan perubahan kurikulum dan teknologi.

Penelitian berikutnya bisa mengkaji lebih dalam efektivitas model pelatihan yang menggabungkan aspek profesional dan keagamaan, seperti yang dilakukan di RA As Syamsiyah. Apakah model terintegrasi ini benar-benar lebih unggul dalam membentuk karakter dan prestasi siswa jika dibandingkan dengan pelatihan yang hanya fokus pada kompetensi mengajar umum? Selain itu, karena penelitian ini menemukan sedikit sekali hambatan, menarik untuk diteliti apa saja faktor-faktor pendukung yang memungkinkan hal itu terjadi, khususnya di lingkungan sekolah kecil di desa. Penelitian ini bisa mengidentifikasi apakah faktor kunci tersebut ada pada kepemimpinan kepala sekolah, kekompakan guru, atau dukungan masyarakat setempat. Terakhir, menanggapi kendala minor tentang orang tua yang sibuk bekerja, sebuah studi baru dapat merancang dan menguji model kemitraan sekolah-orang tua yang lebih inovatif dan fleksibel. Misalnya, dengan memanfaatkan grup WhatsApp atau menyelenggarakan kegiatan parenting di hari libur, penelitian ini bisa mengukur seberapa besar model baru ini meningkatkan partisipasi orang tua dan pengaruh positifnya bagi perkembangan anak di sekolah.

  1. #keterlibatan siswa#keterlibatan siswa
  2. #manajemen pendidikan#manajemen pendidikan
Read online
File size326.12 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2ct
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test