STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

Lentera: Jurnal Ilmiah KependidikanLentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini berkaitan dengan rendahnya prestasi siswa dalam kemampuan pemecahan masalah matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII di semester ganjil SMP Negeri 34 Bandar Lampung pada tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 34 Bandar Lampung yang terdiri dari 7 kelas. Sampel diambil dari dua kelas, yaitu kelas VIII C sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran CORE dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Sampel diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Untuk menentukan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, penulis melakukan tes berupa lima soal uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan rumus t-test dan diperoleh nilai t-test sebesar 3,51. Dari tabel distribusi t pada taraf signifikansi 5%, diketahui bahwa t-test > t-table, yang berarti rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

Berdasarkan hasil analisis data dan uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 34 Bandar Lampung tahun pelajaran 2025/2026.Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis yang menggunakan model pembelajaran CORE pada kelas eksperimen yaitu kelas VIII C sebesar 78,13 lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol yaitu kelas VIII A sebesar 63,28.Pembelajaran menggunakan model CORE dapat membuat peserta didik aktif dan mampu menemukan ide mereka.Siswa dengan berbagai kemampuan pemahaman pada kelas yang menggunakan model pembelajaran CORE dapat menyelesaikan setiap tahapan pemecahan masalah matematis dengan cara mereka sendiri dalam diskusi kelompok, sedangkan pada kelas kontrol siswa masih terlihat bingung saat menyelesaikan tahapan pemecahan masalah.Model pembelajaran CORE dapat mendorong kerjasama antar individu karena terdapat tahapan diskusi pada proses pembelajarannya.Dengan diskusi dalam kelompok, siswa dapat bertukar ide dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran CORE yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengkaji lebih dalam tentang strategi dan teknik yang digunakan dalam setiap tahap model CORE, serta bagaimana cara mengoptimalkan peran guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak model pembelajaran CORE terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam jangka panjang, serta bagaimana model ini dapat diterapkan pada berbagai tingkat pendidikan dan materi pelajaran yang berbeda. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

Read online
File size445.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test