JURNALFKMUITJURNALFKMUIT

Pledoi Law JurnalPledoi Law Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum materil terhadap pelaku tindak pidana pada putusan No. 59/Pid.B/LH/2022/PN.sdr dan untuk mengetahui apa saja pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana pada putusan No. 59/Pid.B/LH/2022/PN.Sdr. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian hukum normative atau disebut juga dengan (Library research). Temuan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) Pada perkara ini penuntut umum mengajukan barang bukti sesuai yang diperoleh dari terdakwa, selain barang bukti hakim juga mempersilahkan para terdakwa memberikan keterangan atau kesaksiannya dipersidangan. 2) Pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor: 59/Pid.B/LH/2022/PN.Pin, Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, terdakwa dan alat bukti serta hal-hal yang memberatkan dan meringankan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 83 ayat (1) huruf b undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-l KUHP.

Penerapan pasal 83 ayat (1) huruf b undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-l KUHP dikaitkan dengan Putusan Nomor No.Sdr, dimana jaksa penuntut umum mengajukan dakwaan alternatif.Jaksa penuntut umum mengajukan alat bukti yang sesuai dengan pasal 184 KUHAP, berupa keterangan saksi di depan majelis hakim.Pertimbangan hakim dalam perkara ini, berdasarkan pemeriksaan saksi, terdakwa, dan alat bukti, menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal yang didakwakan.

Berdasarkan analisis terhadap putusan ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas implementasi kebijakan rehabilitasi hutan pasca-tindak pidana perusakan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kerusakan hutan tidak hanya ditindak secara hukum, tetapi juga diperbaiki secara ekologis dan sosial. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai peran serta masyarakat adat dan lokal dalam pengawasan dan pencegahan perusakan hutan, mengingat pengetahuan tradisional mereka seringkali sangat relevan dalam menjaga kelestarian hutan. Terakhir, penelitian dapat mengkaji lebih lanjut mengenai optimalisasi penggunaan teknologi modern, seperti citra satelit dan sistem informasi geografis (SIG), dalam mendeteksi dan memantau aktivitas ilegal di kawasan hutan, serta memperkuat koordinasi antar lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah dalam penanganan kasus perusakan hutan.

Read online
File size256.29 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2aX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test