IAIN LANGSAIAIN LANGSA
Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganAl-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganPenentuan usia ideal perkawinan masih menjadi isu krusial di Indonesia, mengingat tingginya angka perkawinan anak meskipun telah diberlakukan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menetapkan batas usia minimal 19 tahun. Artikel ini bertujuan merumuskan model integratif yang menggabungkan perlindungan prosedural dalam hukum positif dengan kriteria substantif kesiapan (rusyd) dalam hukum Islam. Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan analisis komparatif terhadap sumber primer (Al-Quran, fikih klasik, dan peraturan perundang-undangan) serta data empiris sekunder dari BPS, UNICEF, dan putusan pengadilan agama. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi: (1) tujuan hukum (maqāṣid al-sharīah dan norma perlindungan anak), (2) indikator substantif kesiapan perkawinan (kematangan psikologis, finansial, dan emosional), dan (3) instrumen prosedural (batas usia dan dispensasi perkawinan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif menyediakan kepastian prosedural melalui batas usia, tetapi efektivitasnya melemah akibat praktik dispensasi yang longgar. Sebaliknya, hukum Islam menekankan rusyd sebagai standar kesiapan menyeluruh, namun tidak memiliki mekanisme prosedural yang mengikat. Penelitian ini menawarkan model dua lapis, di mana batas usia berfungsi sebagai pengaman prosedural, sementara asesmen kesiapan berbasis rusyd menjadi filter substantif. Keaslian penelitian ini terletak pada usulan instrumen penilaian kesiapan bagi pengadilan agama, yang dirancang untuk menstandarkan diskresi hakim dalam kasus dispensasi pernikahan. Dengan mengintegrasikan analisis doktrinal dan bukti sosial-yuridis, penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian hukum keluarga, tetapi juga menawarkan implikasi kebijakan yang konkret. Dalam praktiknya, instrumen penilaian kesiapan ini dapat digunakan oleh hakim untuk menilai kematangan intelektual, emosional, dan sosial-ekonomi para pemohon, sehingga dapat mengurangi terjadinya pernikahan dini yang disetujui melalui dispensasi. Pendekatan ini memperkuat ketahanan keluarga, menyelaraskan praktik peradilan dengan tujuan maqāṣid al-syarīah, serta memastikan bahwa reformasi hukum benar-benar diterjemahkan menjadi perbaikan nyata dalam perlindungan anak dan kesejahteraan masyarakat.
Studi ini menyimpulkan bahwa reformasi undang-undang saja, seperti Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menaikkan usia pernikahan menjadi sembilan belas tahun, tidak cukup untuk mengatasi perkawinan anak yang masih terjadi di Indonesia.Penelitian ini menyoroti peran krusial *rusyd*, yang meliputi kematangan intelektual, psikologis, dan sosial-ekonomi, sebagai perlindungan substantif yang melengkapi batas usia hukum.Dengan mengintegrasikan hukum positif dengan *rusyd* dalam kerangka *maqāṣid al-sharīʿah*, sebuah model efektif dapat dicapai untuk melindungi akal, keturunan, dan kesejahteraan, sekaligus menyediakan alat kebijakan praktis untuk praktik peradilan dan meningkatkan perlindungan anak.
Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai efektivitas model integratif yang telah diusulkan. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi evaluasi yang cermat terhadap proyek percontohan yang menerapkan instrumen penilaian kesiapan berdasarkan konsep rusyd di pengadilan agama. Penelitian ini bisa menyoroti bagaimana alat tersebut benar-benar mempengaruhi keputusan hakim, seberapa akurat alat tersebut memprediksi stabilitas pernikahan, dan dampak nyatanya terhadap penurunan kasus perkawinan anak serta peningkatan kesejahteraan keluarga di wilayah-wilayah yang memiliki angka perkawinan anak tinggi. Kedua, diperlukan upaya kolaborasi lintas disiplin ilmu yang lebih intensif antara ahli hukum, psikolog, dan sosiolog. Tujuan kolaborasi ini adalah untuk menyempurnakan dan menstandardisasi instrumen penilaian kesiapan menikah agar lebih komprehensif dan objektif, mencakup dimensi kematangan emosional, kognitif, dan sosial-ekonomi secara terukur. Misalnya, penelitian dapat merancang pertanyaan atau skenario kasus yang secara spesifik menguji kemampuan calon pengantin dalam manajemen konflik atau perencanaan keuangan. Ketiga, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi perbandingan yang lebih luas dengan fokus pada negara-negara Muslim lain yang telah berhasil menerapkan model hukum perkawinan yang harmonis, menggabungkan nilai-nilai agama dengan standar perlindungan anak yang kuat. Dengan menganalisis keberhasilan dan tantangan mereka, kita dapat mengidentifikasi praktik terbaik serta menyesuaikannya dengan konteks Indonesia, memastikan reformasi hukum keluarga tidak hanya berlaku di atas kertas, tetapi juga efektif dalam praktik.
- Relationship between Reproductive Health Knowledge and Early Marriage Pregnancy in Adolescent Girls:... eduvest.greenvest.co.id/index.php/edv/article/view/1138Relationship between Reproductive Health Knowledge and Early Marriage Pregnancy in Adolescent Girls eduvest greenvest index php edv article view 1138
- Maturity as a Parameter of Readiness and Prevention of Early Marriage Risks: Medical and Sociological... ijil.uinkhas.ac.id/index.php/IJIL/article/view/2136Maturity as a Parameter of Readiness and Prevention of Early Marriage Risks Medical and Sociological ijil uinkhas ac index php IJIL article view 2136
- Maqasid Sharia Perspective in Changes the Marriage Age Limits for Women According to Law Number 16 of... journal.iaincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/4016Maqasid Sharia Perspective in Changes the Marriage Age Limits for Women According to Law Number 16 of journal iaincurup ac index php alistinbath article view 4016
| File size | 399.28 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan—yang menanggung beban ganda dalam rumah tangga sekaligus dalam perjuangan memperolehPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan—yang menanggung beban ganda dalam rumah tangga sekaligus dalam perjuangan memperoleh
DAARULHUDADAARULHUDA Studi ini menunjukkan bahwa tujuan hukum dari perspektif yuridis-normatif dan maqasid al-syarīah memiliki titik temu yang kuat dalam menegakkan keadilan,Studi ini menunjukkan bahwa tujuan hukum dari perspektif yuridis-normatif dan maqasid al-syarīah memiliki titik temu yang kuat dalam menegakkan keadilan,
IAIN CURUPIAIN CURUP Transformasi digital ini meningkatkan kepastian hukum melalui efisiensi dan akurasi, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam keamanan data, privasi,Transformasi digital ini meningkatkan kepastian hukum melalui efisiensi dan akurasi, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam keamanan data, privasi,
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Penelitian ini bertujan untuk mengkaji praktik penambangan pasir di Kabupaten Lombok Timur melalui perspektif Hifẓul al-biah, dengan fokus pada dampakPenelitian ini bertujan untuk mengkaji praktik penambangan pasir di Kabupaten Lombok Timur melalui perspektif Hifẓul al-biah, dengan fokus pada dampak
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Quran menekankan bahwa harta merupakan amanah Allah yang dapat dimiliki secara pribadi, namun penggunaannya harus selaras dengan prinsip keadilan dan kepentinganQuran menekankan bahwa harta merupakan amanah Allah yang dapat dimiliki secara pribadi, namun penggunaannya harus selaras dengan prinsip keadilan dan kepentingan
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Contextual Islamic education is a response to the stagnation of religious understanding that only focuses on the text without paying attention to historicalContextual Islamic education is a response to the stagnation of religious understanding that only focuses on the text without paying attention to historical
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol identitas keislaman sekaligus indikator tingkat religiusitas. Pengguna khimar umumnyaHasil penelitian menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol identitas keislaman sekaligus indikator tingkat religiusitas. Pengguna khimar umumnya
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim dalam membimbing Ismail mencerminkan keterlibatan ayah yang ideal: komunikasi dialogis, kehadiranHasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim dalam membimbing Ismail mencerminkan keterlibatan ayah yang ideal: komunikasi dialogis, kehadiran
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Realitas ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai posisi konseptual dan aplikatif ketiga jenis kaidah tersebut dalam penetapan hukum Islam. PenelitianRealitas ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai posisi konseptual dan aplikatif ketiga jenis kaidah tersebut dalam penetapan hukum Islam. Penelitian
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Permasalahan utama dalam penerapan sistem e-Court di Peradilan Agama adalah keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, kendala teknis, serta rendahnyaPermasalahan utama dalam penerapan sistem e-Court di Peradilan Agama adalah keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, kendala teknis, serta rendahnya
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Meskipun demikian, pasangan mualaf berupaya membangun keluarga harmonis melalui komunikasi yang baik, kerja sama ekonomi, dan penguatan iman. Prinsip kasihMeskipun demikian, pasangan mualaf berupaya membangun keluarga harmonis melalui komunikasi yang baik, kerja sama ekonomi, dan penguatan iman. Prinsip kasih
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Rekonstruksi yang diusulkan adalah untuk mengamendemen norma-norma nusyūz dalam Pasal 80, 84, dan 149 Kompilasi Hukum Islam dengan memasukkan konsep QirāʾahRekonstruksi yang diusulkan adalah untuk mengamendemen norma-norma nusyūz dalam Pasal 80, 84, dan 149 Kompilasi Hukum Islam dengan memasukkan konsep Qirāʾah