INKADHAINKADHA

Kariman: Jurnal Pendidikan KeislamanKariman: Jurnal Pendidikan Keislaman

Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan agar saling mengenal. Perbedaan suku, budaya, dan agama merupakan sunnatullah yang tak terhindarkan. Al-Quran telah memberi isyarat eksplisit dan implisit tentang keragaman ini. Pendidikan Islam berbasis pluralisme menjadi urgen di tengah kemajemukan yang sering memicu konflik. Nurcholish Madjid menawarkan konsep pendidikan pluralisme sebagai solusi untuk menciptakan masyarakat inklusif, toleran, dan berkeadaban.

Nurcholish Madjid menekankan pendidikan pluralisme sebagai bentuk pendidikan nilai yang menumbuhkan persahabatan antar-siswa berbagai suku, ras, dan agama.Konsep ini selaras dengan tujuan pendidikan Islam yang membentuk keshalehan individu dan masyarakat wasathiyah.Pendidikan pluralisme menjadi kebutuhan untuk mewujudkan kerukunan dalam kebhinekaan dan menghindari perpecahan.

Bagaimana model pendidikan pluralisme dapat diterapkan di pesantren dengan menjadikan kitab kuning sebagai media dialog antar-agama? Apakah modul pendidikan pluralisme berbasis kasus konflik lokal bisa meningkatkan empati siswa madrasah terhadap penganut agama lain? Kajian banding pesantren NU dan Muhammadiyah perlu dilakukan untuk melihat efektivitas integrasi nilai pluralisme dalam kurikulum pesantren, serta pengaruhnya terhadap sikap toleran alumni di pesantren yang berbasis masyarakat multikultur.

  1. #islam inklusif#islam inklusif
  2. #integrasi nilai agama#integrasi nilai agama
Read online
File size313.13 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-22k
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test