UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Islam - TadrisJurnal Pendidikan Islam - Tadris

Tradisi keilmuan pesantren dengan segala perangkatnya memberikan warna tersendiri dibanding tradisi di luar pesantren. Tradisi keilmuan yang kuat di pesantren mempersiapkan santri agar mampu menguasai kitab kuning klasik dan mendapat ijazah dari kyai. Tradisi akademik santri merupakan proses pembelajaran menyeluruh yang melahirkan lulusan berwawasan luas, berkepribadian matang, serta mampu merekayasa sosial. Pengajaran kitab kuning dilakukan melalui metode sorogan, bandongan atau weton, halaqah, dan kelas musyawarah.

Pesantren memiliki tiga bentuk model pendidikan modern, takhassus, dan campuran.Pesantren sederhana hanya membaca huruf Arab dan menghafal al-Quran, pesantren menengah mengajarkan fiqh, aqidah dan tata bahasa, sedangkan pesantren maju mendalami kitab fiqh, aqidah, dan tasawuf.

Bagaimana peran digitalisasi kitab kuning dalam memperkuat daya serap santri terhadap tradisi keilmuan pesantren? Apakah model hibrida pesantren daring-luring dapat menjaga nilai tradisi sekaligus menarik generasi Z? Bagaimana pengukuran keberhasilan berbasis kompetensi sosial keagamaan yang sesungguhnya?.

  1. #civil society#civil society
  2. #pembelajaran agama#pembelajaran agama
Read online
File size158.36 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-26S
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test