TEFLINTEFLIN

TEFLIN JournalTEFLIN Journal

Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan translanguaging dalam umpan balik sebaya di kalangan pembelajar EFL Indonesia serta persepsi mereka terhadapnya, sekaligus mengatasi kesenjangan penelitian dalam konteks multilingual alami. Studi ini didasarkan pada data kualitatif, yang terdiri dari umpan balik sebaya tertulis dan transkripsi Diskusi Kelompok Terfokus (DKT) yang membahas pandangan dan sikap terkait translanguaging dalam umpan balik sebaya. Data dikumpulkan dari tiga puluh mahasiswa universitas di kelas Menulis Paragraf Bahasa Inggris, yang semuanya berbicara bahasa Jawa atau Indonesia sebagai bahasa pertama (L1) mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa translanguaging paling sering terjadi dalam umpan balik komentar, berkaitan dengan konten dan bentuk. Praktik ini memfasilitasi negosiasi makna dengan menurunkan filter afektif. Mahasiswa memandang praktik ini secara positif, karena membantu mereka memahami komponen penulisan. Temuan ini menunjukkan potensi translanguaging untuk meningkatkan pengajaran menulis bahasa kedua. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi desain silabus yang mengintegrasikan translanguaging dan pengetahuan budaya dalam kegiatan pembelajaran, serta menguji apakah translanguaging dapat meningkatkan kualitas penulisan pembelajar multilingual.

Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa multibahasa secara aktif menggunakan translanguaging dalam umpan balik sebaya tertulis di kelas menulis L2, memanfaatkan L1 dan L2 mereka untuk memberikan komentar yang lebih komprehensif dan mudah dipahami, sehingga memfasilitasi pemahaman bahasa target dan komponen penulisan.Preferensi penggunaan L1 untuk umpan balik terkait konten dan L2 untuk pilihan leksikal serta tata bahasa menggarisbawahi pentingnya strategi pemanfaatan repertoar linguistik untuk optimasi efektivitas umpan balik sebaya, yang juga didukung oleh persepsi positif siswa terhadap praktik ini.Meskipun studi ini terbatas pada praktik dan sikap, temuan positifnya menyiratkan rekomendasi bagi pengajar dan pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan translanguaging dalam kurikulum menulis L2, serta mendorong penelitian lebih lanjut untuk menguji kontribusi nyata translanguaging terhadap peningkatan kualitas tulisan siswa.

Berdasarkan temuan yang menunjukkan penerimaan positif terhadap translanguaging dalam umpan balik sebaya, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa area krusial. Pertama, sangat penting untuk menyelidiki secara lebih mendalam apakah translanguaging secara nyata meningkatkan kualitas tulisan siswa dalam bahasa kedua. Studi eksperimental komparatif bisa dirancang, membandingkan kelompok siswa yang menggunakan translanguaging dalam umpan balik sebaya dengan kelompok kontrol yang tidak, dengan penilaian kualitas tulisan oleh evaluator independen menggunakan rubrik standar. Ini akan memberikan bukti empiris yang kuat tentang efektivitas translanguaging terhadap hasil belajar. Kedua, mengingat temuan bahwa umpan balik positif dalam bentuk pujian atau dorongan tidak ditemukan, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak dari pengintegrasian instruksi eksplisit mengenai pemberian umpan balik positif dalam kerangka translanguaging. Hal ini bisa menguji bagaimana pengajaran untuk memberikan apresiasi, mungkin menggunakan L1 untuk ekspresi emosional, mempengaruhi motivasi siswa, tingkat penerimaan umpan balik, dan kemauan mereka untuk merevisi. Terakhir, untuk memperluas implikasi praktis, akan bermanfaat untuk mengembangkan dan menguji model silabus mata kuliah menulis bahasa kedua yang secara sistematis mengintegrasikan praktik translanguaging dan mempertimbangkan pengetahuan budaya lokal. Penelitian ini dapat mengevaluasi tantangan dan keberhasilan implementasi silabus tersebut di berbagai konteks pendidikan di Indonesia, memperhatikan bagaimana latar belakang bahasa ibu yang beragam (seperti Jawa, Batak, dan Bahasa Indonesia sebagai lingua franca) mempengaruhi dinamika kelas dan pemahaman siswa terhadap komponen penulisan yang kompleks. Fokus juga bisa diberikan pada pelatihan guru untuk memfasilitasi translanguaging secara efektif, memastikan bahwa pendekatan ini mendukung bukan menghambat penguasaan bahasa target. Studi-studi ini akan memperkaya pemahaman kita tentang peran translanguaging dalam pengajaran menulis bahasa kedua di lingkungan multilingual seperti Indonesia, dan memberikan panduan lebih lanjut untuk praktik pedagogis yang inklusif.

  1. An Exploratory Study on the Role of L1 Use in Peer Written Feedback of L2 Writing. exploratory study... digibug.ugr.es/handle/10481/53894An Exploratory Study on the Role of L1 Use in Peer Written Feedback of L2 Writing exploratory study digibug ugr es handle 10481 53894
  2. Language Use in the Classroom: Balancing Target Language Exposure With the Need for Other Languages -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/tesq.564Language Use in the Classroom Balancing Target Language Exposure With the Need for Other Languages onlinelibrary wiley doi 10 1002 tesq 564
  3. “Translanguaging” as a Socially Just Pedagogy | Education as Change.... doi.org/10.17159/1947-9417/2017/2015yCeTranslanguagingyCAy as a Socially Just Pedagogy Education as Change doi 10 17159 1947 9417 2017 2015
Read online
File size366.99 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test