UNIKAMAUNIKAMA

(JIBS) JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA(JIBS) JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA

Bahasa Nias memiliki ciri khas fonologi yang unik, termasuk pola vokal terbuka (hampir semua kata berakhir dengan vokal) dan sistem tata bahasa yang kaya, seperti penggunaan prefiks dan sufiks untuk membentuk kata. Hal ini mendasari penulis tertarik untuk meneliti bahasa Nias melalui teori linguistik historis komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perubahan apa saja yang terdapat pada bahasa Nias. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik rekam dan transkrip lalu menyaring data yang diperoleh. Informan yang berbicara bahasa Nias adalah sumber data bahasa Nias yang sesuai dengan syarat informan menurut Linguistik Historis Komparatif. Daftar Swadesh mengandung kosakata yang diambil dari rekaman penutur. Hasil dari penelitian ini ditemukan hanya empat . Terdapat empat perubahan yang terjadi pada posisi bunyi bahasa proto-Austronesia ke dalam bahasa Nias, yaitu aferesis, sinkop, apokop, dan paragog dengan apokop sebagai perubahan terbanyak yang ditemukan dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil analisis dan gambaran tentang perubahan bunyi bahasa Nias, Kajian Linguistik Historis Komparatif, dapat disimpulkan bahwa bahasa Nias mengalami perubahan bunyi berdasarkan tempat Informan Yang Sesuai dengan syarat informan menurut Linguistik Historis Komparatif Informan Berasal dari Nias Kabupaten Gunung Sitoli.Perubahan Bunyi Bahasa Nias ditemukan pada empat tipe perubahan bunyi yang dapat diperinci sebagai berikut.Aferesis adalah perubahan bunyi yang menghilangkan sebuah atau beberapa fonem di awal kata, seperti kata */kutu/ → /utu/, yang berarti kutu.Sinkop adalah perubahan bunyi yang menghilangkan sebuah atau beberapa fonem di tengah kata, seperti kata */abu/ → /awu/, yang berarti abu.Apokop adalah perubahan bunyi yang menghilangkan sebuah atau beberapa fonem di akhir kata.Contoh, kata */angin/ → /angi/, yang berarti “angin.Paragog adalah proses mengubah bunyi dengan menambah fonem ke akhir.Seperti kata, misalnya, */tanah/ berubah menjadi / tanö /, yang berarti “tanah.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh perubahan bunyi pada sistem tata bahasa dan kosakata bahasa Nias. Selain itu, studi komparatif antara dialek-dialek bahasa Nias dengan bahasa-bahasa Austronesia lainnya dapat memberikan pemahaman lebih luas tentang evolusi bahasa di wilayah tersebut. Terakhir, penelitian tentang pengaruh budaya dan sejarah lokal terhadap perubahan bunyi dalam bahasa Nias dapat memberikan wawasan unik tentang interaksi antara bahasa dan masyarakat.

  1. #kosakata bahasa inggris#kosakata bahasa inggris
  2. #kompetensi tata bahasa#kompetensi tata bahasa
Read online
File size387.36 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3lc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test