INTANINTAN

INTAN Jurnal Penelitian TambangINTAN Jurnal Penelitian Tambang

Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan pembangunan di pulau-pulau kecil, termasuk di Pulau Mansinam. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan permukiman dan lahan di Pulau Mansinam periode 2025–2031. Data yang digunakan adalah citra Sentinel-2 terkoreksi surface reflectance dengan resolusi spasial 10 meter. Pembuatan kelas penutup lahan memanfaatkan metode klasifikasi terbimbing dengan algoritma minimum distance dengan tingkat akurasi sebesar 87,82%. Pemodelan prediksi perubahan lahan dilakukan melalui analisis perubahan penggunaan lahan dan simulasi prediksi menggunakan model Cellular Automata (CA) dan Artificial Neural Network-Cellular Automata (ANN-CA). Model yang dibuat memiliki hasil Persen of Correctness sebesar 89.96%, model menunjukkan peningkatan perubahan lahan dari tahun 2025 hingga 2031 tidak terdapat perubahan yang signifikan, dimana lahan yang berubah pada tahun 2025 sebesar 43.85 ha, tahun 2028 42.62 ha dan pada tahun 2031 42.64 ha. Hasil simulasi menunjukan laju pembangunan pada Pulau Mansinam cenderung melambat.

Penelitian ini secara garis besar memanfaatkan data penginderaan jarak jauh.Data yang digunakan adalah citra sentinel-2 yang telah dikoresi Surface Reflectance.Berdasarkan metode klasifikasi terbimbing Minimun Distance didapatkan laju degradasi lahan dari tahun 2019 ke tahun 2025 sebesar 6,95%.Hasil nilai Validation Kappa untuk Transition Potential Modelling didapatkan angka sebesar 0.Hasil validasi Cellular Automata simulation didapatkan sebesar 89,96%.Perubahan lahan pada tahun 2025 ke tahun 2028 terlihat adanya lahan yang awalnya terbuka sebesar 42,41 ha berubah menjadi 43.Hal ini menandakan vagetasi kembali tumbuh pada beberapa lokasi.Namun pada tahun 2028 ke tahun 2031 diprediksi adanya pembukaan lahan di beberapa lokasi dengan perubahan yang sangat kecil yaitu 0,02 ha.Untuk lahan yang tertutup vegetasi disimulasikan pada tahun 2025 ke tahun 2028 terjadi penambahan vegetasi sebesar 2.57 ha, dapat diartikan bahwa terdapat beberapa lokasi yang vegetasinya tumbuh kembali.Percepatan perubahan lahan di Pulau Mansinam tergolong lambat, karakter Pulau yang relatif kecil dan fasilitas yang kurang lengkap membuat Pulau Mansinam tidak mengalami pembangunan yang substansial.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh kebijakan pemerintah terhadap perubahan penggunaan lahan di Pulau Mansinam, terutama dalam konteks pengembangan infrastruktur. Selain itu, penting untuk mempelajari interaksi antara faktor sosial dan ekonomi, seperti migrasi penduduk atau pertumbuhan ekonomi lokal, terhadap dinamika perubahan lahan. Terakhir, penelitian juga bisa mengintegrasikan data ekologis lebih rinci, seperti dampak perubahan iklim atau keseimbangan ekosistem, untuk memperbaiki akurasi model prediksi.

  1. PREDICTION OF SETTLEMENT AND LAND USE CHANGES ON MANSINAM ISLAND FROM 2025 TO 2031 USING THE CELLULAR... jurnal-intan.ac.id/index.php/intan/article/view/337PREDICTION OF SETTLEMENT AND LAND USE CHANGES ON MANSINAM ISLAND FROM 2025 TO 2031 USING THE CELLULAR jurnal intan ac index php intan article view 337
  2. MODEL PROYEKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN KORIDOR JALAN UTAMA BERBASIS CELLULAR AUTOMATA DAN... ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/19618MODEL PROYEKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN KORIDOR JALAN UTAMA BERBASIS CELLULAR AUTOMATA DAN ejournal undip ac index php pwk article view 19618
  3. KLASIFIKASI PENUTUPAN LAHAN PADA CITRA SATELIT SENTINEL-2A DENGAN METODE TREE ALGORITHM | Awaliyan |... e-journals.unmul.ac.id/index.php/UJHT/article/view/1363KLASIFIKASI PENUTUPAN LAHAN PADA CITRA SATELIT SENTINEL 2A DENGAN METODE TREE ALGORITHM Awaliyan e journals unmul ac index php UJHT article view 1363
Read online
File size880.83 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test