UIGMUIGM
Journal Of Plano StudiesJournal Of Plano StudiesEksistensi kampung kota tidak terlepas dari peran serta masyarakat sebagai penghuninya untuk menghidupkan kampung dan disesuaikan dengan kapasitas masyarakat. Eksistensi Kampung Ondomohen di tengah perkembangan Kota Surabaya tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam setiap prosesnya. Pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dilatarbelakangi oleh persoalan pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh beberapa warga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal dan berkeinginan membuat kampung agar lebih nyaman dan asri untuk ditinggali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dalam kerangka meningkatkan eksistensi kampung kota. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada lima informan menggunakan teknik purposive sampling, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberdayaan masyarakat diperlukan partisipasi masyarakat dan peran kelembagaan lokal. Kampung Ondomohen memiliki kelembagaan lokal, seperti keberadaan kader lingkungan, fasilitator lingkungan, RT dan RW berhasil menggugah partisipasi masyarakat dalam melestarikan kampung kota melalui aktivitas-aktivitas lingkungan dan eknonomi berupa UMKM. Pemberdayaan masyarakat melalui aktivitas sosial dan ekonomi yang berfokus pada penanganan permasalahan lingkungan berfungsi sebagai wahana untuk mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat untuk menjaga kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan kampung. Pemberdayaan masyarakat menjadikan eksistensi Kampung Ondomohen semakin kuat di tengah perkembangan Kota Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan dikembangkannya konsep sister kampung bagi Kampung Ondomohen dengan beberapa kampung kota lainnya di Kota Surabaya, dimana Kampung Ondomohen menjadi kampung percontohannya.
Pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen berangkat dari permasalahan lingkungan terkait persampahan.Dalam proses pemberdayaan masyarakat diperlukan partisipasi masyarakat dan peran kelembagaan lokal.Dalam kasus di Kampung Ondomohen, kelembagaan lokal, seperti keberadaan kader lingkungan, fasilitator lingkungan, RT dan RW berhasil menggugah partisipasi masyarakat dalam melestarikan kampung kota melalui aktivitas-aktivitas lingkungan.Partisipasi masyarakat turut menyukseskan pemberdayaan masyarakat tersebut.Keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam praktik pengelolaan lingkungan tersebut menjadikan eksistensi Kampung Ondomohen semakin kuat di tengah pembangunan Kota Surabaya.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen, dengan fokus pada peran serta kelembagaan lokal dan partisipasi aktif warga. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi model pengembangan UMKM berbasis lingkungan di Kampung Ondomohen, dengan mempertimbangkan aspek pendampingan, akses pasar, dan inovasi produk yang berkelanjutan. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana konsep sister kampung dapat diimplementasikan secara lebih luas di berbagai kampung kota lainnya di Indonesia, dengan memperhatikan karakteristik unik masing-masing kampung dan potensi kolaborasi yang dapat dibangun. Dengan demikian, diharapkan penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam upaya meningkatkan eksistensi kampung kota dan mewujudkan pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.
- Inclusive community in a diverse world: Pursuing an elusive goal through narrativeâbased dialogue... doi.org/10.1002/jcop.1045Inclusive community in a diverse world Pursuing an elusive goal through narrativeyAAAabased dialogue doi 10 1002 jcop 1045
- Wujud Kebertahanan Kampung Kota Surabaya Pada Masa Pandemi Covid 19 | Elviana | Jurnal Arsitektur. wujud... doi.org/10.36448/ja.v11i1.1603Wujud Kebertahanan Kampung Kota Surabaya Pada Masa Pandemi Covid 19 Elviana Jurnal Arsitektur wujud doi 10 36448 ja v11i1 1603
- PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA OASE DALAM PERSPEKTIF PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI PADA KAMPUNG ONDOMOHEN... ejournal.unesa.ac.id/index.php/publika/article/view/48870PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA OASE DALAM PERSPEKTIF PEMBERDAYAAN MASYARAKAT STUDI PADA KAMPUNG ONDOMOHEN ejournal unesa ac index php publika article view 48870
| File size | 922.02 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Air salah satu kebutuhan pokok sehari-hari yang tidak dapat terpisahkan tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan didunia. Oleh karena itu jika kebutuhanAir salah satu kebutuhan pokok sehari-hari yang tidak dapat terpisahkan tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan didunia. Oleh karena itu jika kebutuhan
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan, tetapi juga memperkuat keterlibatan emosional serta kolaborasi di dalam keluarga.Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan, tetapi juga memperkuat keterlibatan emosional serta kolaborasi di dalam keluarga.
GREENPUBGREENPUB Rata-rata tambahan pendapatan rumah tangga berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 800.000 per bulan. Selain itu, pengenalan akuntansi hijau memberikan perspektifRata-rata tambahan pendapatan rumah tangga berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 800.000 per bulan. Selain itu, pengenalan akuntansi hijau memberikan perspektif
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Penelitian ini menyarankan peningkatan koordinasi antara instansi dan sosialisasi yang lebih luas agar program ini tepat sasaran dan dapat dirasakan olehPenelitian ini menyarankan peningkatan koordinasi antara instansi dan sosialisasi yang lebih luas agar program ini tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh
UIGMUIGM Kualitas dan kapasitas produksi meningkat sekitar 50%, dari 5–15 unit per bulan menjadi 30–40 unit per bulan. Selain itu, mitra UMKM kini memilikiKualitas dan kapasitas produksi meningkat sekitar 50%, dari 5–15 unit per bulan menjadi 30–40 unit per bulan. Selain itu, mitra UMKM kini memiliki
NASKAHACEHNASKAHACEH Memudahkan masyarakat melakukan penetasan telur ayam dan itik sehingga menjadi lebih efesien, efektif dan ekonomis. Program kemitraan masyarakat telahMemudahkan masyarakat melakukan penetasan telur ayam dan itik sehingga menjadi lebih efesien, efektif dan ekonomis. Program kemitraan masyarakat telah
UKSWUKSW Untuk mendukung dan melengakapi konstruksi model tersebut dibutuhkan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, KementerianUntuk mendukung dan melengakapi konstruksi model tersebut dibutuhkan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, Kementerian
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Pada pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kegiatan pemberian masukan (saran) terkait pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan pembangunan kelurahan,Pada pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kegiatan pemberian masukan (saran) terkait pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan pembangunan kelurahan,
Useful /
UNNESUNNES 2) Faktor yang mendorong untuk menolong rekan kerja yang mengalami kesulitan menurut karyawan suku Jawa antara lain memiliki rasa empati dan keinginan2) Faktor yang mendorong untuk menolong rekan kerja yang mengalami kesulitan menurut karyawan suku Jawa antara lain memiliki rasa empati dan keinginan
GOMITGOMIT Pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan pemberian edukasi terkait gizi seimbang pada anak sekolah. Sasaran dariPengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan pemberian edukasi terkait gizi seimbang pada anak sekolah. Sasaran dari
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pengguna menilai secara positif dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. PendekatanTemuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pengguna menilai secara positif dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pendekatan
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Ketidakadaan otoritas pengelola yang khusus dan koordinasi yang lemah antara lembaga pemerintah setempat juga menghambat intervensi yang efektif. PenelitianKetidakadaan otoritas pengelola yang khusus dan koordinasi yang lemah antara lembaga pemerintah setempat juga menghambat intervensi yang efektif. Penelitian