TEFLINTEFLIN

TEFLIN JournalTEFLIN Journal

Buku bergambar telah lama diakui sebagai sarana berharga untuk pembelajaran bahasa karena menawarkan kombinasi dukungan visual dan linguistik, dan meskipun media digital semakin berkembang, buku bergambar tetap menjadi sumber penting dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini mengkaji hubungan antara teks verbal dan visual dalam sebuah buku bergambar untuk proses makna serta mengeksplorasi potensi buku bergambar dalam pengajaran bahasa Inggris kepada pembelajar muda. Studi kualitatif ini menggunakan dua sumber data utama: buku bergambar anak Indonesia berjudul Kancil yang Baik dan rekaman video simulasi pengajaran dari dua guru bahasa Inggris sekolah dasar. Buku tersebut dianalisis dengan pendekatan Multimodal Discourse Analysis (MDA) dan video dianalisis menggunakan analisis konten. Temuan menunjukkan bahwa buku tersebut memanfaatkan teks visual untuk mengulang atau melengkapi unsur verbal, sehingga keterpaduan verbal‑visual membantu siswa memahami cerita dalam bahasa Inggris.

Penelitian ini menunjukkan bahwa buku bergambar Kancil yang Baik dapat berfungsi sebagai instrumen efektif untuk pengembangan bahasa dan literasi pada pembaca muda, berkat hubungan simbiotik antara unsur verbal dan visual yang mencerminkan komplementaritas intersemiotik ideasional, terutama melalui repetisi dan sinonimi.Simulasi pengajaran mengindikasikan bahwa penggunaan sumber multimodal ini memperkaya proses pembelajaran bahasa Inggris, sekaligus menyoroti kebutuhan integrasi format digital untuk meningkatkan daya tarik bagi siswa yang terbiasa dengan teknologi.Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang menguji implementasi buku bergambar di kelas secara eksperimental serta memperoleh umpan balik objektif dari siswa dalam konteks EFL.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas versi digital interaktif dari buku Kancil yang Baik, yang memadukan elemen multimedia, terhadap keterlibatan dan peningkatan kompetensi bahasa Inggris siswa EFL melalui desain eksperimental dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi dampak integrasi buku bergambar multimodal dengan kegiatan prediksi yang dipandu guru pada perolehan kosakata, dengan memperluas sampel siswa serta memperhatikan variabel demografis. Terakhir, studi campuran yang menggabungkan survei, wawancara, dan observasi dapat menggali persepsi, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap interaksi verbal‑visual, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang faktor afektif dan kognitif yang memengaruhi keberhasilan penggunaan buku bergambar dalam pembelajaran bahasa.

  1. FROM STORYTELLING TO STORY WRITING: THE IMPLEMENTATION OF READING TO LEARN (R2L) PEDAGOGY TO TEACH ENGLISH... doi.org/10.17509/ijal.v6i2.4870FROM STORYTELLING TO STORY WRITING THE IMPLEMENTATION OF READING TO LEARN R2L PEDAGOGY TO TEACH ENGLISH doi 10 17509 ijal v6i2 4870
  2. Materializing Reconciliatio | 7 | Negotiating Difference in a Transcol. negotiating difference transcol... taylorfrancis.com/books/9781136601644/chapters/10.4324/9780203357774-7Materializing Reconciliatio 7 Negotiating Difference in a Transcol negotiating difference transcol taylorfrancis books 9781136601644 chapters 10 4324 9780203357774 7
  3. Picture book reading improves children's learning understanding - Wang - 2025 - British Journal... bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bjdp.12479Picture book reading improves childrens learning understanding Wang 2025 British Journal bpspsychub onlinelibrary wiley doi 10 1111 bjdp 12479
Read online
File size921.34 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test