IAIN LANGSAIAIN LANGSA
Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganAl-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganPenelitian ini melakukan analisis komparatif terbatas antara hukum pidana Indonesia dan hukum Islam terkait penerapan hukuman mati terhadap tindak pidana terorisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara kritis bagaimana hukuman mati diatur bagi pelaku kejahatan terorisme dari perspektif hukum pidana Indonesia dan hukum Islam, dengan tujuan mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta implikasinya terhadap penegakan hukum. Penelitian normatif ini menggunakan pendekatan komparatif untuk menganalisis interpretasi yurisprudensi, jurnal hukum, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan hukuman mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum pidana Indonesia, penerapan hukuman mati terhadap pelaku tindak pidana terorisme diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dalam hukum Islam, tindak pidana terorisme tidak secara eksplisit dibahas dalam teks-teks klasik fikih. Namun, perbuatan tersebut sering dianalogikan dengan konsep jarīmah hirābah karena memiliki karakteristik yang serupa, sehingga dapat dijadikan dasar pembenaran bagi penerapan hukuman mati terhadap pelaku terorisme. Baik hukum pidana Islam maupun hukum positif sama-sama mengklasifikasikan terorisme sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam keselamatan manusia, sehingga penerapan hukuman mati terhadap pelakunya dianggap dapat dibenarkan. Meskipun kedua sistem hukum tersebut mengakui sifat luar biasa dan ancaman serius dari kejahatan terorisme, keduanya memiliki perbedaan dalam mendefinisikan unsur-unsur hukumnya. Perbedaannya terletak pada unsur tindak pidana: hukum pidana Islam tidak mensyaratkan akibat yang meluas serta tidak menyinggung motif pelaku, sedangkan hukum pidana Indonesia menegaskan bahwa tindak pidana terorisme harus memenuhi unsur-unsur seperti menimbulkan akibat yang meluas. Dalam penanganan terorisme di Indonesia, pemerintah perlu menyeimbangkan secara bijak antara strategi pencegahan dan penegakan hukum. Hukuman mati seharusnya dipandang sebagai upaya terakhir (ultima ratio) dan dilaksanakan dengan kehati-hatian penuh untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Di bawah hukum pidana Indonesia, hukuman mati adalah hukuman yang mungkin untuk kejahatan terkait terorisme, seperti yang dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.Meskipun tidak wajib, hakim memiliki wewenang untuk menjatuhkan hukuman ini.Undang-undang tersebut menyebutkan hukuman mati dalam berbagai bagian, khususnya untuk tindakan terorisme yang memenuhi kriteria Pasal 6, 8, 9, 10, 10A (ayat 1), 14, 15, dan 16.Dalam kerangka hukum pidana Indonesia, kejahatan terorisme ditandai dengan unsur-unsur seperti menimbulkan rasa takut yang meluas (teror), menyebabkan korban massal, dan menimbulkan kerusakan pada lokasi strategis atau fasilitas umum, didorong oleh motif ideologis, politik, atau keamanan.Dalam konteks hukum Islam, terorisme tidak secara eksplisit dibahas dalam teks-teks Fiqh tradisional.Namun, tindakan terorisme dapat dibandingkan dengan jarīmah ḥirābah karena memiliki illat yang sama antara keduanya.Dalam hukum pidana Islam, unsur-unsur terorisme dapat diidentifikasi dalam beberapa bentuk, termasuk penggunaan senjata untuk melakukan kekerasan, menimbulkan rasa takut pada korban, menyebabkan banyak korban jiwa, dan menimbulkan kerusakan.Mereka yang melakukan tindakan terorisme, menurut hukum pidana Islam, dapat menghadapi berbagai hukuman, seperti eksekusi dan penyaliban, eksekusi saja, pemotongan tangan dan kaki di sisi yang berlawanan, atau penjara, sesuai dengan keputusan hakim.Kesamaan antara kedua sistem hukum adalah bahwa hukum pidana Islam dan hukum positif sama-sama mengkategorikan terorisme sebagai kejahatan yang berbahaya atau serius, di mana pelakunya pantas menerima hukuman mati.hukum pidana Islam tidak memerlukan akibat tindakan yang meluas dan tidak menyebutkan motif pelaku, sedangkan dalam hukum positif, terorisme harus memenuhi unsur-unsur seperti akibat yang meluas dan motif tertentu.Penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk mengatasi terorisme di Indonesia secara efektif, pemerintah harus menyeimbangkan strategi pencegahan dan tindakan penegakan hukum yang adil (represif).Hukuman mati harus dianggap sebagai pilihan terakhir (ultimum remedium) dalam perjuangan melawan terorisme, dan pemerintah didorong untuk fokus pada strategi pencegahan dengan menerapkan inisiatif kontra-ideologi atau de-radikalisasi untuk masyarakat umum dan individu yang dipenjara karena kejahatan terkait terorisme.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komprehensif tentang efektivitas hukuman mati dalam mencegah dan mengurangi kejahatan terorisme di Indonesia. Penelitian ini dapat mencakup studi kasus dan evaluasi empiris tentang dampak hukuman mati terhadap tingkat kejahatan terorisme. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi alternatif untuk mencegah dan menangani terorisme, seperti program deradikalisasi dan intervensi sosial-ekonomi yang bertujuan untuk mengatasi akar penyebab terorisme. Penelitian juga dapat menyelidiki peran dan tanggung jawab masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme, serta bagaimana masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya tersebut. Terakhir, penelitian dapat menganalisis dan membandingkan pendekatan hukum pidana dan hukum Islam dalam menangani terorisme, termasuk implikasi dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan hukuman mati dalam konteks Indonesia.
- Bali Bombing and the Erosion of the Legality Principle: A Juridical Analysis of the Application of Retroactive... journal.unnes.ac.id/journals/counterterrorism/article/view/31141Bali Bombing and the Erosion of the Legality Principle A Juridical Analysis of the Application of Retroactive journal unnes ac journals counterterrorism article view 31141
- Concept of Deradicalization against Criminal Acts of Terrorism in the Perspective of Islamic Criminal... journal.lps2h.com/ijlsh/article/view/252Concept of Deradicalization against Criminal Acts of Terrorism in the Perspective of Islamic Criminal journal lps2h ijlsh article view 252
- Penjatuhan Uqubat Pada Jarimah Maisir Menurut Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat | MAQASIDI:... doi.org/10.47498/maqasidi.vi.881Penjatuhan Uqubat Pada Jarimah Maisir Menurut Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat MAQASIDI doi 10 47498 maqasidi vi 881
- Indonesia’s Handling of Terrorists’ Cyber Activities: How Repressive Measures Still Fall... journals.sagepub.com/doi/10.1177/23477970241298764IndonesiaAos Handling of TerroristsAo Cyber Activities How Repressive Measures Still Fall journals sagepub doi 10 1177 23477970241298764
| File size | 370.81 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan dakwah humanis merupakan strategi yang efektif dalam membangun kesadaran hukum keluarga Islam di tengah krisisPenelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan dakwah humanis merupakan strategi yang efektif dalam membangun kesadaran hukum keluarga Islam di tengah krisis
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi peningkatan pendapatan daerah melalui manajemen kas efektif dari belanja modal dengan menunda penyetoranTujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi peningkatan pendapatan daerah melalui manajemen kas efektif dari belanja modal dengan menunda penyetoran
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Tujuan: Penelitian ini mengkaji pengaruh Kepemilikan Manajerial, Intensitas Modal (Capital Intensity), dan Intensitas Persediaan (Inventory Intensity)Tujuan: Penelitian ini mengkaji pengaruh Kepemilikan Manajerial, Intensitas Modal (Capital Intensity), dan Intensitas Persediaan (Inventory Intensity)
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balanced Scorecard (BSC) memainkan peran yang sangat penting karena dapat membantu organisasi meningkatkan kinerja merekaHasil penelitian menunjukkan bahwa Balanced Scorecard (BSC) memainkan peran yang sangat penting karena dapat membantu organisasi meningkatkan kinerja mereka
UIIDALWAUIIDALWA This article aims to analyze the transformation of Islamic law through contemporary fiqh and the renewal of ushul fiqh to accommodate contemporary issues,This article aims to analyze the transformation of Islamic law through contemporary fiqh and the renewal of ushul fiqh to accommodate contemporary issues,
UIIDALWAUIIDALWA Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang manifestasi patriarki dan KDRT di tingkat komunitas lokal, serta menyarankan pendekatanPenelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang manifestasi patriarki dan KDRT di tingkat komunitas lokal, serta menyarankan pendekatan
UIIDALWAUIIDALWA Ajaran Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thabarani, melihat niat (niyyah) sebagai fondasi fundamental yang menentukanAjaran Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thabarani, melihat niat (niyyah) sebagai fondasi fundamental yang menentukan
ASIAASIA This study uses a descriptive qualitative method with a purposive approach, selecting 9 informants including the Head of the Yatim Mandiri Branch, programThis study uses a descriptive qualitative method with a purposive approach, selecting 9 informants including the Head of the Yatim Mandiri Branch, program
Useful /
UIIDALWAUIIDALWA Metode pengobatan modern ini meminimalisir kesenjangan dalam dunia kedokteran. Artikel ini dapat memperkaya literatur tentang transplantasi organ denganMetode pengobatan modern ini meminimalisir kesenjangan dalam dunia kedokteran. Artikel ini dapat memperkaya literatur tentang transplantasi organ dengan
IAIN LANGSAIAIN LANGSA pertama, revisi normatif Kode Pidana dan integrasinya dengan Undang-Undang Disabilitas. kedua, langkah-langkah institusional, termasuk pedoman yudisialpertama, revisi normatif Kode Pidana dan integrasinya dengan Undang-Undang Disabilitas. kedua, langkah-langkah institusional, termasuk pedoman yudisial
IAIN LANGSAIAIN LANGSA The main issues include unstable internet connectivity, limited hardware availability, and insufficient technical training for court officials. These obstaclesThe main issues include unstable internet connectivity, limited hardware availability, and insufficient technical training for court officials. These obstacles
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi spiritual pasangan mualaf dalam membangun keluarga harmonis dengan menggunakan perspektif M. QuraishPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi spiritual pasangan mualaf dalam membangun keluarga harmonis dengan menggunakan perspektif M. Quraish