IAIN CURUPIAIN CURUP
Al-Istinbath: Jurnal Hukum IslamAl-Istinbath: Jurnal Hukum IslamPenelitian ini menyelidiki dinamika pluralisme hukum dan transformasi hukum waris Islam dalam komunitas Sasak asli di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana tradisi patrilineal yang kuat, yang mengutamakan putra dalam transmisi tanah dan aset inti keluarga, berinteraksi dengan distribusi proporsional yang diamanatkan oleh hukum waris Islam (farāiḍ), sistem yang secara eksplisit mengakui hak pewaris perempuan. Dengan pendekatan kualitatif yang berakar pada empiris sosio-hukum, penelitian ini memanfaatkan wawancara mendalam dengan pemimpin adat, anggota komunitas Sasak, dan sarjana fiqih Islam, yang dilengkapi dengan analisis dokumen dari instrumen hukum nasional dan literatur fiqh klasik. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun praktik patrilineal tetap dominan, pergeseran nilai yang dapat dibedakan sedang berlangsung menuju adherence yang lebih besar terhadap prinsip waris Islam, terutama di kalangan generasi muda dan keluarga dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Perubahan sosial-ekonomi, modernisasi, dan kesadaran gender yang semakin meningkat secara kolektif telah memicu transformasi ini, meskipun resistensi tetap ada di antara para tua-tua tradisional yang menganggap warisan patrilineal sebagai penanda identitas budaya yang tak tergantikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan ini menggambarkan dinamisme inheren dari hukum Islam melalui proses.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa praktik waris di antara komunitas Sasak asli di Sade Village, Lombok, tetap berakar pada kerangka patrilineal.Putra-putra terus menikmati akses preferensial terhadap aset inti yang tidak bergerak, terutama tanah dan rumah, sedangkan putri-putri biasanya hanya menerima porsi terbatas dalam bentuk perhiasan atau properti bergerak.Pengaturan ini mencerminkan legitimasi budaya yang kuat dari hukum adat, yang secara luas dianggap sebagai lambang identitas kolektif dan mekanisme untuk menjaga kohesi keluarga yang diperluas melalui generasi.Namun, perubahan sosial yang lebih luas yang didorong oleh peningkatan tingkat pendidikan, modernisasi, kesadaran gender yang meningkat, dan pengaruh ajaran Islam yang mendalam secara bertahap memupuk transformasi dalam nilai-nilai waris yang berlaku.Temuan ini menyoroti pluralitas perspektif yang menonjol dalam masyarakat Sasak.Para tua-tua dengan teguh mempertahankan tatanan patrilineal sebagai warisan leluhur.Wanita yang sudah menikah semakin sering mengartikulasikan perasaan ketidaksetaraan dalam pola distribusi yang ada.Anggota yang lebih muda, yang lebih terdidik, mengadopsi sikap yang lebih kritis, menuntut penerapan prinsip-prinsip Islam yang secara tegas menjamin hak waris wanita.Pemimpin agama bertindak sebagai mediator, mengusulkan kompromi yang dapat diterapkan antara adat dan Syariah.Para pejabat desa, pada gilirannya, berusaha menyeimbangkan klaim normatif yang bersaing dengan cara yang mencegah konflik sosial terbuka.Bersama-sama, suara-suara ini menunjukkan bahwa pluralisme hukum melampaui eksistensi paralel dari tiga tatanan hukum (hukum adat, hukum Islam, dan hukum negara).itu merupakan arena yang dinamis untuk negosiasi, perlawanan, dan adaptasi kreatif.Dari sudut pandang fiqih Islam, pergeseran yang diamati di antara Sasak menggambarkan dinamisme inheren dari Syariah melalui proses ganda dari peremajaan (tajdīd) dan adaptasi selektif (takhayyur).Mekanisme ini memungkinkan hukum Islam berevolusi sambil tetap berpegang teguh pada komitmen dasarnya terhadap keadilan.Transformasi yang berkelanjutan juga membawa implikasi yang signifikan untuk reformasi hukum nasional, terutama di domain waris, dengan menekankan kebutuhan akan kerangka kerja yang responsif terhadap keragaman sociocultural, inklusif secara nyata terhadap hak-hak wanita, dan berakar pada legitimasi sosial yang kuat.Penelitian ini menegaskan bahwa harmonisasi yang bermakna antara adat, Syariah, dan hukum negara bukan hanya kebutuhan pragmatis tetapi jalur vital menuju sistem waris Indonesia yang adil, selaras dengan konteks, dan sepenuhnya sejalan dengan tujuan yang lebih tinggi dari hukum Islam (maqāṣid al-syarīah).
Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut bagaimana perubahan nilai waris di antara masyarakat Sasak dapat menjadi fondasi untuk reformasi hukum waris nasional yang lebih inklusif dan adil. 2. Memperluas penelitian untuk menyelidiki bagaimana interpretasi dan penerapan hukum waris Islam dapat disesuaikan dengan konteks budaya lokal, sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip keadilan dan tujuan yang lebih tinggi dari Syariah. 3. Menganalisis peran pemimpin agama dalam memediasi konflik antara adat dan hukum Islam, serta strategi yang mereka gunakan untuk mencapai kompromi yang dapat diterima oleh kedua pihak.
- Ijtihād Maqāṣidī and Legal Adaptation: A Comparative Analysis of Contemporary Islamic Jurisprudence... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/mjpm/article/view/54378IjtihAd MaqAid and Legal Adaptation A Comparative Analysis of Contemporary Islamic Jurisprudence journal uin alauddin ac index php mjpm article view 54378
- Accelerating Halal Certification: Al-Siyasah Shar’iyyah Analysis of Local Government Strategies... jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/milkiyah/article/view/1507Accelerating Halal Certification Al Siyasah SharAoiyyah Analysis of Local Government Strategies jurnal stainmajene ac index php milkiyah article view 1507
- RESISTENSI ADAT SASAK DAN AGAMA (STUDI TAWARAN RESOLUSI KONFLIK DALAM PERILAKU KEAGAMAAN MUSLIM LOMBOK)... fdikjournal-uinma.id/index.php/komunitas/article/view/4410RESISTENSI ADAT SASAK DAN AGAMA STUDI TAWARAN RESOLUSI KONFLIK DALAM PERILAKU KEAGAMAAN MUSLIM LOMBOK fdikjournal uinma index php komunitas article view 4410
| File size | 427.24 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN CURUPIAIN CURUP Jawaban terhadap tantangan urf digital bukanlah penolakan yang kaku atau pelukan yang tidak kritis, tetapi akomodasi yang disiplin dan selektif yang dipanduJawaban terhadap tantangan urf digital bukanlah penolakan yang kaku atau pelukan yang tidak kritis, tetapi akomodasi yang disiplin dan selektif yang dipandu
YAYASANBHZYAYASANBHZ Tradisi ini mencerminkan dialektika antara budaya dan agama, serta menunjukkan perlunya pendekatan kontekstual dalam merespons dinamika simbolik dalamTradisi ini mencerminkan dialektika antara budaya dan agama, serta menunjukkan perlunya pendekatan kontekstual dalam merespons dinamika simbolik dalam
STAI MUAFISTAI MUAFI Selama enam bulan, program ini mencakup pelatihan tentang teknik pengelolaan sampah plastik, pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkunganSelama enam bulan, program ini mencakup pelatihan tentang teknik pengelolaan sampah plastik, pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol identitas keislaman sekaligus indikator tingkat religiusitas. Pengguna khimar umumnyaHasil penelitian menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol identitas keislaman sekaligus indikator tingkat religiusitas. Pengguna khimar umumnya
STAINUSANTARASTAINUSANTARA Agama Islam sangat menganjurkan kepada manusia untuk selalu belajar. Bahkan Islam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk belajar. Dalam IslamAgama Islam sangat menganjurkan kepada manusia untuk selalu belajar. Bahkan Islam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk belajar. Dalam Islam
UM SURABAYAUM SURABAYA The local government is the organizer of government affairs by the local government, and performs co-administration tasks with the broadest principle ofThe local government is the organizer of government affairs by the local government, and performs co-administration tasks with the broadest principle of
UM SURABAYAUM SURABAYA Layanan umum dan produk, terutama di bidang Kesehatan masih banyak yang dirasakan sulit atau tidak puas oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya rumahLayanan umum dan produk, terutama di bidang Kesehatan masih banyak yang dirasakan sulit atau tidak puas oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya rumah
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan memberikan gambaran dan pengetahuan kepada masyarakat Muslim di Desa Bandar Sinembah,Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan memberikan gambaran dan pengetahuan kepada masyarakat Muslim di Desa Bandar Sinembah,
Useful /
STAINUSANTARASTAINUSANTARA Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dan meningkatkan efektivitas penerapan TQM dalam meningkatkanOleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dan meningkatkan efektivitas penerapan TQM dalam meningkatkan
STAINUSANTARASTAINUSANTARA Dalam era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, etika ilmuwan menjadi isu pokok yang tidak hanya relevan tetapi juga mendesak. PenelitianDalam era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, etika ilmuwan menjadi isu pokok yang tidak hanya relevan tetapi juga mendesak. Penelitian
UNIMAUNIMA Di kota Tomohon, pemungutan pajak BPHTB berdasarkan Peraturan Daerah No. 2 tahun 2011 dan dilaksanakan oleh BPKPD Kota Tomohon dengan menggunakan sistemDi kota Tomohon, pemungutan pajak BPHTB berdasarkan Peraturan Daerah No. 2 tahun 2011 dan dilaksanakan oleh BPKPD Kota Tomohon dengan menggunakan sistem
UNIMAUNIMA (3) Pelaporan Dana Desa secara teknis maupun administratif sudah baik, pemerintah desa telah melakukan pelaporan serta pertanggungjawaban terhadap masyarakat(3) Pelaporan Dana Desa secara teknis maupun administratif sudah baik, pemerintah desa telah melakukan pelaporan serta pertanggungjawaban terhadap masyarakat