MATAPPAMATAPPA

JURKAM: Jurnal Konseling Andi MatappaJURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa

Tujuan artikel adalah mengkaji bagaimana pengembangan . Metode kajian menggunakan analisis literatur. Keberhasilan implementasi program bimbingan dan konseling komprehensif yaitu terpenuhinya enam ciri yaitu holistik, sistematik, seimbang, proaktif, integrasi dalam kurukulum sekolah, dan refleksi. Program bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan pada upaya pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan masalah-masalah konseli. Standar kompetensi siswa di Indonesia mengacu pada Standar Kompetens Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang terbagi dalam 11 aspek perkembangan. Prosedur dalam penyusunan program bimbingan dan konseling komprehensif adalah perencanaan, pengorganisasian, penerapan, dan evaluasi. Implikasi terhadap guru bimbingan dan konseling pada implementasi program bimbingan dan konseling yaitu penguatan pengetahuan yang utuh tentang teori perkembangan. Ketrampilan yang dimiliki konselor adalah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program bimbingan dan konseling. Konselor memiliki kepemimpinan yang kokoh dalam menjalankan program bimbingan, serta memiliki ketrampilan manajemen waktu yang proporsional yaitu 80% waktu layanan bimbingan dan konseling bersifat direktif pada peserta didik sedangkan 20% waktu layanan untuk kegiatan manajemen program dan dukungan sistem.

Program bimbingan dan konseling komprehensif berfokus pada pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan penyelesaian masalah konseli, sehingga disebut juga pendekatan berbasis standar.Standar kompetensi siswa di Indonesia merujuk pada SKKPD yang mencakup 11 aspek perkembangan, dengan penekanan pada kualitas pencapaiannya.Implementasi program yang sukses memerlukan pemenuhan enam ciri utama serta prosedur perencanaan, pengorganisasian, penerapan, dan evaluasi yang terstruktur.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model integrasi program bimbingan dan konseling komprehensif dengan kurikulum sekolah yang lebih spesifik, termasuk bagaimana menyesuaikan SKKPD dengan kebutuhan lokal dan konteks budaya Indonesia. Selain itu, studi dapat mengeksplorasi efektivitas pelatihan berkelanjutan bagi konselor dalam menguasai teori perkembangan dan keterampilan koordinasi, serta bagaimana pelatihan tersebut mempengaruhi implementasi program di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian juga dapat menyelidiki strategi kepemimpinan konselor dalam mengadvokasi program bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari misi sekolah, termasuk cara membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung kesuksesan siswa secara holistik.

  1. #kecerdasan emosional#kecerdasan emosional
  2. #bimbingan konseling#bimbingan konseling
Read online
File size572 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1Zx
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test