STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengembangan profesional guru di Sekolah Dasar Negeri 34 Pontianak Selatan. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan masukan dan saran bagi pengembangan profesional guru secara umum maupun khusus di sekolah tersebut, serta menjadi contoh bagi sekolah‑sekolah sekitarnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif yang berfokus pada pendeskripsian kondisi objek penelitian secara aktual. Data dikumpulkan melalui model evaluasi berorientasi tujuan dengan memperoleh narasi, dokumen, dan gambar hasil observasi, serta dilakukan pengumpulan data secara berkelanjutan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen.
Berdasarkan hasil penelitian evaluasi Program Pengembangan Profesional Guru di Sekolah Dasar Negeri 34 Pontianak Selatan, peneliti menyimpulkan bahwa guru‑guru di sekolah tersebut telah menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmiah melalui penerapan pembelajaran tematik pada lima mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Pendidikan Kewarganegaraan.Penguasaan standar kompetensi serta kompetensi dasar pada kelima mata pelajaran ditunjukkan melalui perumusan tujuan pembelajaran masing‑masing.Dengan mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme guru, diharapkan peran kepala sekolah dapat memfasilitasi kegiatan guru demi kelancaran dan pengembangan proses belajar mengajar pada semua tingkatan kelas, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam komunikasi menjadi hal yang penting.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penerapan pembelajaran tematik terhadap peningkatan kompetensi siswa di berbagai mata pelajaran, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat efektivitasnya. Selain itu, studi komparatif antara sekolah yang mengimplementasikan program pengembangan profesional guru dengan sekolah yang belum mengadopsi program serupa dapat memberikan wawasan mengenai perbedaan kinerja guru dan hasil belajar siswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam program pengembangan profesional guru, khususnya bagaimana pelatihan digital competence dapat meningkatkan kolaborasi antar guru serta kontribusinya terhadap inovasi pembelajaran di sekolah dasar.
| File size | 117.76 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
BPKBPK The application of the accrual basis has had a positive impact, as evidenced by the decreasing number of findings related to fixed assets in BPK examinations.The application of the accrual basis has had a positive impact, as evidenced by the decreasing number of findings related to fixed assets in BPK examinations.
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Pengembangan ICT pada bidang kepegawaian mencakup perencanaan kebutuhan pegawai yang melibatkan pengumpulan data biodata, kehadiran, izin, dan evaluasiPengembangan ICT pada bidang kepegawaian mencakup perencanaan kebutuhan pegawai yang melibatkan pengumpulan data biodata, kehadiran, izin, dan evaluasi
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksiTeknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi
STAIQSTAIQ Terdapat hambatan dalam peningkatan profesionalisme guru, seperti tidak adanya jadwal cek kesehatan rutin, tidak diadakannya upacara bendera setiap Senin,Terdapat hambatan dalam peningkatan profesionalisme guru, seperti tidak adanya jadwal cek kesehatan rutin, tidak diadakannya upacara bendera setiap Senin,
STAIQSTAIQ Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru di sekolah tersebut mencakup berbagai aspek, seperti mengelola pembelajaran, pemahaman terhadapHasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru di sekolah tersebut mencakup berbagai aspek, seperti mengelola pembelajaran, pemahaman terhadap
OJSOJS Untuk memenuhi standar kompetensi, siswa dapat menggunakan strategi pembelajaran inovatif, memaksimalkan media pembelajaran, dan menilai proporsi pembelajaran.Untuk memenuhi standar kompetensi, siswa dapat menggunakan strategi pembelajaran inovatif, memaksimalkan media pembelajaran, dan menilai proporsi pembelajaran.
UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN Gowa yaitu dengan pengawasan yang baik akan ditemukan akar permasalahan yang timbul serta dicarikan jalan keluar pemecahannya, karena kegiatan pengawasanGowa yaitu dengan pengawasan yang baik akan ditemukan akar permasalahan yang timbul serta dicarikan jalan keluar pemecahannya, karena kegiatan pengawasan
UADUAD Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan para pengusaha untuk menekuninya karena waralaba lebih menguntungkan dan tidak bertentangan dengan konsepMeskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan para pengusaha untuk menekuninya karena waralaba lebih menguntungkan dan tidak bertentangan dengan konsep
Useful /
GOMITGOMIT Metode yang diterapkan berupa konseling kesehatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di RW 09 Babakan Ciparay, Bandung, dengan kuliah, tanya jawab, danMetode yang diterapkan berupa konseling kesehatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di RW 09 Babakan Ciparay, Bandung, dengan kuliah, tanya jawab, dan
UADUAD Hasil kajian menunjukkan bahwa dokter dalam menjalankan profesi dokter belum menjiwai nilai Pancasila, dikarenakan masih banyak dokter yang ingin mencariHasil kajian menunjukkan bahwa dokter dalam menjalankan profesi dokter belum menjiwai nilai Pancasila, dikarenakan masih banyak dokter yang ingin mencari
UADUAD Demikian dalam UU Nomor 28 Tahun 2014, bahwa salah satu peralihan Hak Cipta adalah dengan diwakafkan. Perlu dipahami ketika akan mewakafkan hak cipta apakahDemikian dalam UU Nomor 28 Tahun 2014, bahwa salah satu peralihan Hak Cipta adalah dengan diwakafkan. Perlu dipahami ketika akan mewakafkan hak cipta apakah
UADUAD Sistem parlemen Indonesia yang sebenarnya menggunakan konsep bikameral (DPR dan DPD) perlu dipertegas dengan mengubah paradigma MPR menjadi forum sidangSistem parlemen Indonesia yang sebenarnya menggunakan konsep bikameral (DPR dan DPD) perlu dipertegas dengan mengubah paradigma MPR menjadi forum sidang