INSANINSAN

Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan IslamJurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku bullying dan kesehatan mental remaja, serta mengkaji bagaimana implikasi pelayanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review). Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying memiliki korelasi yang tinggi dengan kesehatan mental remaja, berupa gangguan emosional. Menyikapi hal tersebut, guru bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, dalam upaya preventif, kuratif dan rehabilitative melalui berbagai pelayanan, baik layanan klasikal, layanan konseling individual, layanan bimbingan atau konseling kelompok. Bullying merupakan fenomena sosial berupa perilaku kekerasan ataupun intimidasi dari satu pihak ke pihak lainnya yang dianggap lebih lemah terhadap perkembangan psikologis dan kesehatan mental peserta didik. Gangguan yang timbul dapat berupa stress, kecemasan, tidak percaya diri, depresi, ataupun menarik diri dari lingkungan sosial.

Bullying merupakan bagian dari bentuk kekerasan sosial yang berdampak terhadap kesehatan mental remaja.Korban bullying cenderung mengalami gangguan emosional, sosial, dan akademik yang menghambat perkembangan kepribadian mereka.Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, serta mengembangkan budaya positif tentang toleransi dan empati agar bersama-sama dapat saling menghargai dan tidak ada lagi intimidasi.Penting bagi seluruh stakeholder sekolah untuk mengembangkan program bimbingan dan konseling yang berfokus pada penguatan karakter, regulasi emosi, dan empati sosial agar terbentuk lingkungan belajar yang aman dan sehat secara mental.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melibatkan lebih banyak sampel dari berbagai sekolah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak bullying terhadap kesehatan mental remaja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi yang efektif untuk mencegah dan mengatasi bullying, dengan melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak terkait, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Ketiga, penting untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memprediksi perilaku bullying, seperti pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, dan media sosial, agar dapat dirumuskan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran dan terarah.

  1. #kesehatan mental#kesehatan mental
  2. #mental remaja#mental remaja
Read online
File size75.5 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1TE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test