STAIMNGLAWAKSTAIMNGLAWAK
Mentari : Journal of Islamic Primary SchoolMentari : Journal of Islamic Primary SchoolPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi metode bercerita menggunakan wayang kertas untuk meningkatkan keterampilan bahasa anak kelompok B di RA An-Nuroh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 23 anak berusia 5–6 tahun sebagai subjek pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media wayang kertas efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa anak, khususnya dalam memperkaya kosakata, menyusun kalimat, dan membangun kepercayaan diri berbicara. Implementasi metode bercerita dengan wayang kertas terdiri dari tiga tahap: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Hambatan utama yang ditemui adalah lingkungan kelas yang bising. Solusi yang diterapkan adalah menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif dan menyertakan aktivitas ice-breaking sebelum pelajaran dimulai. Temuan ini menunjukkan bahwa wayang kertas dapat menjadi media alternatif yang kreatif dan menyenangkan untuk mendukung perkembangan bahasa pada anak usia dini.
Penerapan metode bercerita menggunakan wayang kertas terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa anak usia dini di RA An-Nuroh.Sebelum implementasi, kemampuan bahasa anak terbatas, terutama dalam menyusun kalimat dan menguasai kosakata.setelahnya, terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri berbicara, kemampuan bertanya, dan penggunaan kosakata baru.Meskipun terdapat tantangan seperti lingkungan kelas yang bising dan keterbatasan waktu guru, solusi yang diterapkan berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sehingga wayang kertas layak dijadikan strategi alternatif untuk pengembangan bahasa anak usia dini.
Penelitian lanjutan bisa menggali bagaimana penggunaan wayang kertas yang dipersonalisasi berdasarkan minat budaya lokal anak memengaruhi perkembangan bahasa mereka, apakah anak yang diberi wayang dengan karakter dari cerita rakyat setempat menunjukkan peningkatan kosakata lebih cepat dibandingkan yang menggunakan cerita umum. Selain itu, perlu diteliti apakah keberlanjutan penggunaan wayang kertas selama beberapa bulan berturut-turut dapat memperkuat retensi kosakata bahasa dan memicu kemampuan bercerita mandiri di rumah, bukan hanya di sekolah. Terakhir, penelitian bisa mengamati bagaimana peran orang tua yang dilatih sederhana dalam menggunakan wayang kertas di rumah berdampak pada konsistensi perkembangan bahasa anak, apakah kolaborasi sekolah-rumah melalui media sederhana ini dapat menjadi model pendidikan bahasa yang berkelanjutan tanpa perlu alat mahal atau pelatihan rumit.
| File size | 241.36 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Subjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti uji coba terbatas, sedangkan instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan observasi perilakuSubjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti uji coba terbatas, sedangkan instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan observasi perilaku
ULBULB Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memahami secara komprehensif mengenai pola-pola penerapan dan tatalaksana manajemen pendidikan dalam upayaTujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memahami secara komprehensif mengenai pola-pola penerapan dan tatalaksana manajemen pendidikan dalam upaya
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Penelitian ini mencoba menjawab persoalan tersebut dengan merancang sebuah game board interaktif bernama “Papan Nusantara yang dirancang khusus untukPenelitian ini mencoba menjawab persoalan tersebut dengan merancang sebuah game board interaktif bernama “Papan Nusantara yang dirancang khusus untuk
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasiPendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi
UnmulUnmul Sedangkan analisis data yang digunakan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiks yang diperoleh anak usia 6-7 tahun adaSedangkan analisis data yang digunakan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiks yang diperoleh anak usia 6-7 tahun ada
UNIVAUNIVA Faktor utama yang mendukung adalah kompetensi profesional guru dan atensi peserta didik, sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya sarana prasaranaFaktor utama yang mendukung adalah kompetensi profesional guru dan atensi peserta didik, sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya sarana prasarana
JQWHJQWH Pola asuh orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikanPola asuh orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan
UNIPOLUNIPOL Teknologi OCR mampu mengenali bentuk tulisan pada gambar dan mengkonversi berbagai jenis dokumen, seperti gambar huruf menjadi karakter ASCII. PengujianTeknologi OCR mampu mengenali bentuk tulisan pada gambar dan mengkonversi berbagai jenis dokumen, seperti gambar huruf menjadi karakter ASCII. Pengujian
Useful /
PUBLINEPUBLINE Data dikumpulkan melalui tes literasi statistik yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan independen untuk menilai perbedaan signifikanData dikumpulkan melalui tes literasi statistik yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan independen untuk menilai perbedaan signifikan
ULBULB Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tujuan, fungsi, dan prinsip evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Darul Husna Langgapayung.Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tujuan, fungsi, dan prinsip evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Darul Husna Langgapayung.
UBAYAUBAYA Strategi yang diusulkan mencakup pemberdayaan peneliti individu untuk mengajukan alat ukur yang dikembangkan atau diadaptasi secara lokal, mendorong institusiStrategi yang diusulkan mencakup pemberdayaan peneliti individu untuk mengajukan alat ukur yang dikembangkan atau diadaptasi secara lokal, mendorong institusi
UPPRUPPR yaitu (T0) dosis 0g/tanaman, (T1) dosis 45g/tanaman, (T2) dosis 90g/tanaman dan (T3) dosis 130g/tanaman, diaplikasikan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkanyaitu (T0) dosis 0g/tanaman, (T1) dosis 45g/tanaman, (T2) dosis 90g/tanaman dan (T3) dosis 130g/tanaman, diaplikasikan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan