STAIMNGLAWAKSTAIMNGLAWAK

Mentari : Journal of Islamic Primary SchoolMentari : Journal of Islamic Primary School

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Madrasah Ibtidaiyah dalam melestarikan tradisi keagamaan lokal Indonesia melalui pendekatan sosioantropologis. Madrasah Ibtidaiyah sebagai lembaga pendidikan Islam dasar tidak hanya memberikan pendidikan akademis, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga identitas religius dan sosial siswa. Di tengah arus globalisasi yang kuat, madrasah ini menghadapi tantangan untuk mempertahankan tradisi keagamaan lokal seperti Maulid Nabi, tahlilan, dan dzikir bersama yang semakin tergeser oleh budaya modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi berbagai strategi yang diterapkan oleh madrasah dalam mengintegrasikan nilai tradisi ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis tradisi di Madrasah Ibtidaiyah berkontribusi signifikan dalam membentuk identitas keagamaan siswa dan memperkuat kohesi sosial di komunitas. Studi ini menyoroti pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran yang relevan untuk menjaga kelangsungan tradisi keagamaan lokal di era modernisasi.

Madrasah Ibtidaiyah memainkan peran penting dalam melestarikan tradisi keagamaan lokal melalui pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ajaran agama Islam dengan nilai budaya setempat.Pelestarian tradisi tersebut memperkuat identitas religius siswa dan menjaga kohesi sosial komunitas.Namun, madrasah harus terus berinovasi dengan mengadopsi teknologi dan metode pembelajaran modern untuk menjaga relevansi tradisi di tengah tantangan globalisasi.

Penelitian lanjutan dapat mempelajari dampak penggunaan media digital dalam penguatan identitas budaya siswa madrasah, mengkaji peran lembaga pendidikan Islam dalam transmisi nilai tradisi ke generasi muda yang menghadapi pengaruh globalisasi, serta mengadopsi perbandingan strategi pelestarian tradisi keagamaan antarwilayah di Indonesia. Studi yang fokus pada pengembangan kurikulum berbasis teknologi yang tetap mengakar pada budaya lokal juga perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan tradisi di era modern. Selain itu, analisis mengenai peran perempuan dalam mempertahankan tradisi keagamaan lokal melalui lembaga pendidikan Islam bisa menjadi arah baru mengingat peran gender dalam pelestarian budaya.

  1. #early childhood#early childhood
  2. #identitas budaya#identitas budaya
Read online
File size303.83 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1Su
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test