UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahPembedahan merupakan prosedur medis yang terdiri dari tiga periode: pre operasi, intra operasi, dan post operasi. Setidaknya 11% dari beban penyakit global dapat diatasi melalui pembedahan. Prosedur pembedahan seringkali membutuhkan anestesi, salah satunya adalah general anestesi dengan teknik intubasi Endotracheal Tube (ETT). Intubasi ETT dapat menyebabkan komplikasi, yang paling umum adalah nyeri tenggorokan post operasi. Durasi pembedahan merupakan salah satu faktor risiko nyeri tenggorokan post intubasi ETT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi menggunakan teknik intubasi ETT, yang ditentukan dengan teknik quota sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah jam untuk mengukur durasi pembedahan dan lembar observasi yang berisi pengukuran tingkat nyeri tenggorokan menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat, yang diuji menggunakan uji Spearman rank. Hasil uji Spearman rank antara variabel durasi pembedahan dan nyeri tenggorokan post general anestesi teknik intubasi ETT menunjukkan nilai p = 0,000 dan nilai r = 0,912, yang berarti kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi pembedahan, semakin tinggi skala nyeri tenggorokan post general anestesi teknik intubasi ETT.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi pembedahan dengan nyeri tenggorokan pada pasien post general anestesi teknik intubasi Endotracheal Tube (ETT) di RSI Purwokerto.Hubungan tersebut bersifat positif dan sangat kuat, yang berarti semakin lama durasi pembedahan, semakin tinggi pula skala nyeri tenggorokan yang dirasakan oleh pasien.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan durasi pembedahan dan teknik intubasi yang optimal untuk meminimalkan risiko nyeri tenggorokan post operasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap nyeri tenggorokan post operasi, seperti jenis operasi, ukuran ETT yang digunakan, dan teknik intubasi yang diterapkan. Kedua, studi intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas berbagai strategi pencegahan nyeri tenggorokan post operasi, seperti penggunaan ETT dengan cuff yang lebih lembut, pemberian obat-obatan anti-inflamasi, atau teknik intubasi yang lebih atraumatik. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman pasien terkait nyeri tenggorokan post operasi dan dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang nyeri tenggorokan post operasi dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengelola kondisi ini, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien setelah menjalani prosedur pembedahan.
- Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Pembedahan Ortopedi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah |... doi.org/10.24843/MU.2022.v11.i02.p05Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Pembedahan Ortopedi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah doi 10 24843 MU 2022 v11 i02 p05
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca Operasi Dengan Penggunaan Endoracheal... doi.org/10.37294/jrkn.v8i2.607Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca Operasi Dengan Penggunaan Endoracheal doi 10 37294 jrkn v8i2 607
- Anesthesia & Analgesia. anesthesia analgesia journals.lww.com/anesthesia-analgesia/fulltext/2025/02000/difficult_airway_management__from_the_power_of.10.aspxAnesthesia Analgesia anesthesia analgesia journals lww anesthesia analgesia fulltext 2025 02000 difficult airway management from the power of 10 aspx
- Comparison of the incidence and severity of postoperative sore throat and subglottic airway injury with... doi.org/10.1186/s12871-025-03040-yComparison of the incidence and severity of postoperative sore throat and subglottic airway injury with doi 10 1186 s12871 025 03040 y
| File size | 361.78 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Pada akhir pelatihan kader sepakat untuk memasukkan program pendampingan ini menjadi salah satu program posyandu, dan hasil evaluasi menunjukkan terdapatPada akhir pelatihan kader sepakat untuk memasukkan program pendampingan ini menjadi salah satu program posyandu, dan hasil evaluasi menunjukkan terdapat
JQWHJQWH Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stimulasi, pola asuh, dan jenis kelamin dengan perkembangan bahasa pada anak usiaPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stimulasi, pola asuh, dan jenis kelamin dengan perkembangan bahasa pada anak usia
JQWHJQWH Kehamilan remaja di bawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian di berbagai kalangan saat ini, disebabkanKehamilan remaja di bawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian di berbagai kalangan saat ini, disebabkan
JQWHJQWH Jumlah rata-rata pemberian ASI eksklusif di dunia berkisar 38%, meskipun sebagian besar perempuan di Indonesia menyusui anak mereka. Hanya 42% dari bayiJumlah rata-rata pemberian ASI eksklusif di dunia berkisar 38%, meskipun sebagian besar perempuan di Indonesia menyusui anak mereka. Hanya 42% dari bayi
JQWHJQWH Penelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan metode lain yang dapat mengukur pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun, hendaknyaPenelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan metode lain yang dapat mengukur pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun, hendaknya
JQWHJQWH Terdapat hubungan kecemasan dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. Terdapat hubungan asupan nutrisi ibu dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. TerdapatTerdapat hubungan kecemasan dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. Terdapat hubungan asupan nutrisi ibu dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. Terdapat
JQWHJQWH Pentingnya peran orang tua terutama ibu dalam membentuk kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Diharapkan orang tua bisa lebih berkomunikasi tentangPentingnya peran orang tua terutama ibu dalam membentuk kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Diharapkan orang tua bisa lebih berkomunikasi tentang
JQWHJQWH Soeroto Ngawi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian semua ibu yang melahirkan bayiSoeroto Ngawi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian semua ibu yang melahirkan bayi
Useful /
UNIDAUNIDA The total sample was 98 respondents. Data collection used in the study using a questionnaire. The analysis method used is Binary Logistic. The resultsThe total sample was 98 respondents. Data collection used in the study using a questionnaire. The analysis method used is Binary Logistic. The results
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Media miniature yang dipajang di rumahnya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan bimbingan serta pendampingan telah menjadikann media pengingat bagiMedia miniature yang dipajang di rumahnya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan bimbingan serta pendampingan telah menjadikann media pengingat bagi
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Pemberdayaan, kemandirian, serta pengutamaan manfaat dengan perhatian khusus pada kelompok rentan, antara lain ibu, bayi, anak pra sekolah dan anak sekolah,Pemberdayaan, kemandirian, serta pengutamaan manfaat dengan perhatian khusus pada kelompok rentan, antara lain ibu, bayi, anak pra sekolah dan anak sekolah,
JQWHJQWH Berdasarkan hasil penelitian maka penulis mengambil kesimpulan terdapat 52,7% responden dengan kategori imunisasi tambahan tidak lengkap, dengan pendidikanBerdasarkan hasil penelitian maka penulis mengambil kesimpulan terdapat 52,7% responden dengan kategori imunisasi tambahan tidak lengkap, dengan pendidikan