IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK

Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan TasawufJurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf

Secara historis, Nabi melakukan pengajaran membaca al-Quran kepada sahabat dengan talaqqi untuk memudahkan dalam mempraktikkan al-Quran yang diucapkan oleh Nabi. Namun di era milenial seperti saat ini di SDIT Qurrota Ayun Ponorogo mempraktikkan pengajaran al-Quran menggunakan metode talaqqi online, melalui video call aplikasi Imo dan Skype. Aplikasi ini bisa mempertemukan seseorang di layar kaca handphone meski dalam tempat yang berbeda. Penelitian ini berusaha menampilkan pola sosial terhadap al-Quran. Fokus kajian dalam penelitian ini ada dua, yaitu: bagaimana motif talaqqi itu tetap terjadi? dan apa yang melatarbelakangi pergeseran praktik talaqqi tersebut? Kesimpulan penelitian ini adalah: Pertama, didasari oleh keyakinan bahwa para penghafal al-Quran memiliki derajat istimewa di sisi Allah. Selain itu, mereka juga berkeyakinan bahwa al-Quran adalah kitab yang agung dan harus tetap dijaga. Kedua, pergeseran itu terjadi karena adanya kecanggihan teknologi yang merubah sebagian besar tatanan kehidupan, termasuk pendidikan al-Quran. Kendala geografis antara guru dan murid masih bisa ditolong dengan menggunakan aplikasi Imo dan Skype.

Metode talaqqi online di SDIT Qurrota Ayun Ponorogo didasari oleh keyakinan teologis bahwa al-Quran adalah kitab agung dan menghafalnya merupakan amal mulia yang membawa keberkahan serta derajat tinggi di sisi Allah.Pergeseran metode ini terjadi akibat kemajuan teknologi dan kendala geografis, sehingga aplikasi video call seperti Skype dan Imo menjadi solusi praktis dalam pembelajaran al-Quran.Praktik talaqqi online ini merupakan bentuk resepsi fungsional terhadap al-Quran, yang menunjukkan upaya umat Islam untuk menjaga kemurnian dan kelangsungan ajaran kitab suci di tengah perubahan zaman.

Penelitian lanjutan bisa mengkaji bagaimana pengalaman emosional dan spiritual anak-anak saat belajar al-Quran melalui video call dibandingkan dengan belajar langsung, apakah ada perbedaan rasa koneksi dengan kitab suci? Selain itu, perlu diteliti sejauh mana koreksi bacaan al-Quran oleh guru secara online bisa mempertahankan keakuratan tajwid dan makhorij huruf dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka, karena kesalahan kecil bisa menyebar jika tidak terdeteksi. Terakhir, penelitian bisa menggali bagaimana peran orang tua dalam mendukung atau menghambat proses talaqqi online, karena keterlibatan mereka bisa menjadi faktor penentu keberhasilan hafalan anak, bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga dari sisi motivasi dan kedisiplinan harian.

  1. #kitab suci#kitab suci
  2. #al quran#al quran
Read online
File size478.67 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-1Jg
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test